
Ringkasan Berita:
- Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong penguatan sektor gula yang berbasis koperasi sebagai bagian dari upaya peningkatan nilai tambah pertanian dan percepatan pencapaian swasembada gula nasional dengan meningkatkan produksi dalam negeri.
- LPDB Koperasi menganggap model kemitraan ini mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan anggota koperasi, sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai pelaku utama dalam rantai pasok industri gula nasional.
NEWS.COM, JAKARTA- Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono mengajak memperkuat industri gula yang berbasis koperasi, sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk mempercepat pengolahan lebih lanjut sektor pertanian serta mewujudkan kemandirian gula nasional.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan adanya penandatanganan perjanjian kerja sama strategis antara Koperasi Konsumen KANA Lautan Berkat, Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri, dan PT Indogula Jayabaya di Kediri, Jawa Timur.
Menurut Ferry, kerja sama ini menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi pelaku utama dalam rantai industri nasional, mulai dari tahap produksi, pengolahan hingga penyaluran.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi pelaku utama di sektor produksi, distribusi, dan pengolahan untuk memperkuat perekonomian rakyat. Koperasi perlu terus didorong agar tidak hanya bergerak di bidang pembiayaan, tetapi juga turut serta dalam produksi, pengolahan, dan pendistribusian. Dalam rangka mencapai swasembada gula sesuai arahan Presiden, kita akan mengurangi impor gula sambil bersamaan meningkatkan produksi gula dalam negeri," ujar Ferry.
Kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat ekosistem industri gula nasional yang terhubung mulai dari hulu hingga hilir.
Kemitraan yang melibatkan petani tebu, koperasi, pabrik pengolahan, serta jaringan distribusi dalam satu rantai nilai yang saling terkait.
Ferry juga menekankan perlunya partisipasi petani tebu dan warga sekitar dalam pembangunan industri gula yang berbasis koperasi.
Menurutnya, kehadiran industri koperasi perlu mampu memberikan manfaat ekonomi yang luas, menghasilkan peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Kediri.
Serta menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi di Kementerian Koperasi Henra Saragih, Staf Khusus Menteri Koperasi yang menangani Harmonisasi dan Kolaborasi Ekosistem Koperasi, serta Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto.
Koperasi Konsumen KANA Lautan Berkat merupakan mitra LPDB Koperasi yang bergerak dalam bidang komoditas dan ekspor.
Koperasi tersebut telah mendapatkan pendanaan dana bergulir LPDB Koperasi pada tahun 2025 dan saat ini sedang memperkuat pertumbuhan industri gula melalui PT Indogula Jayabaya yang berada di Kediri.
Di sisi lain, Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri memiliki fondasi bisnis yang kokoh di bidang pemasaran dan pendistribusian komoditas pertanian, termasuk tebu.
Kepala Eksekutif LPDB Koperasi Krisdianto menyambut positif kerja sama ini karena dianggap sebagai contoh nyata pengembangan industri yang berbasis koperasi dan terintegrasi.
"LPDB Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendanaan, tetapi juga sebagai pemicu perkembangan ekosistem usaha koperasi. Kerja sama antara Koperasi KANA, Koperasi Putra Harapan Jaya, dan PT Indogula Jayabaya menjadi bukti nyata bagaimana pendanaan koperasi mampu mendorong berkembangnya industri yang berbasis koperasi dan memberikan manfaat lebih besar bagi anggota serta petani," kata Krisdianto.
Menurutnya, sektor gula merupakan bidang penting yang memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan negara dan kesejahteraan rakyat.
Oleh karena itu, LPDB Koperasi terus memberikan dukungan kepada koperasi yang produktif dan memiliki fokus pada hilirisasi.
"Kami melihat model bisnis yang dibentuk dalam kolaborasi ini sangat menguntungkan karena menggabungkan petani tebu, koperasi pemasaran, industri pengolahan, hingga akses ke pasar. Dengan ekosistem yang kokoh, koperasi tidak hanya menjadi pihak yang hanya mengawasi, tetapi mampu menjadi aktor utama dalam rantai pasok industri gula nasional," ujarnya.