bengkalispos.com- Amerika Serikat (AS) dan Iran direncanakan akan menandatangani perjanjian perdamaian pada hari Jumat berikutnya dalam sebuah acara resmi di Jenewa, Swiss.
Perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak diharapkan dapat mengaktifkan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pengangkutan minyak terpenting di dunia, sekaligus mengakhiri operasi militer yang selama ini menyebabkan ketegangan di kawasan.
Berita tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa perjanjian dengan Republik Islam Iran telah selesai dan tinggal menunggu proses tanda tangan resmi.
"Perjanjian dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat untuk semua," tulis Trump melalui platformTruth Social.
Trump sebelumnya juga mengumumkan izin pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat. Namun dalam pernyataan tambahan, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan penuh kesepakatan tersebut akan dilakukan setelah tanda tangan resmi pada Jumat.
"Penawaran hebat ini akan membawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh wilayah," ujar Trump.
Pengesahan perjanjian perdamaian ini mendapatkan perhatian yang luas karena berkaitan langsung dengan masa depan Selat Hormuz, jalur penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi dunia.
Sebelumnya, ketegangan antara Washington dan Teheran menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran serta distribusi minyak global. Dengan tercapainya perjanjian ini, pasar berharap risiko gangguan pasokan energi bisa berkurang secara signifikan.
Pada unggahan sebelumnya, Trump bahkan mengajak untuk memulai kembali kegiatan pelayaran internasional.
Iran Pastikan Dokumen Sudah Selesai
Di pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa dokumen memorandum of understanding (MoU) telah selesai dibuat dan siap untuk ditandatangani.
"Surat perjanjian telah selesai disusun, dan upacara penandatanganan resmi untuk Surat Perjanjian Islamabad akan diadakan di Swiss pada hari Jumat," katanya.
Menurut Gharibabadi, isi dokumen akan segera diumumkan sehingga masyarakat bisa melihat hasil yang diperoleh dari diskusi tersebut.
"Teks akan segera diterbitkan, dan masyarakat akan dapat melihat prestasi Iran serta komitmennya. Komitmen kami tidak sebanding dengan manfaat dan pencapaian yang telah kami peroleh," tambahnya.
Teheran juga mengumumkan bahwa berhentinya perang dan operasi militer di berbagai front, termasuk Lebanon, akan diumumkan secara bertahap.
"Penyelesaian segera dan abadi terhadap perang serta operasi militer di berbagai front, termasuk Lebanon, akan diumumkan mulai malam ini," kata Gharibabadi.
Penandatanganan Digelar di Swiss
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga mengumumkan bahwa kesepakatan damai telah tercapai setelah beberapa putaran pembicaraan yang intensif dengan perantara internasional.
Ia menyatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk menghentikan operasi militer secara tetap dan akan melanjutkan diskusi teknis setelah penandatanganan resmi.
"Kedua pihak telah menyampaikan penghentian segera dan tetap aktivitas militer di seluruh garis, termasuk di Lebanon," ujar Shehbaz Sharif sebelumnya.(*)