Reuni Alumni SMAN Tanjungsari 96, Tinggalkan Jejak Kebaikan dengan Santunan dan Diskusi -->

Reuni Alumni SMAN Tanjungsari 96, Tinggalkan Jejak Kebaikan dengan Santunan dan Diskusi

29 Jun 2026, Senin, Juni 29, 2026
Reuni Alumni SMAN Tanjungsari 96, Tinggalkan Jejak Kebaikan dengan Santunan dan Diskusi

​PR SUMEDANG— Tiga puluh tahun, periode yang cukup lama untuk mengubah segala sesuatu, tetapi tidak bagi kenangan tentang masa berpakaian seragam abu-abu. Tepat hari ini, Minggu, 28 Juni 2026, Wisata Alam Pangjugjugan, Pamulihan, Kabupaten Sumedang, menjadi saksi peristiwa.

Ya, bukti diam dari kecemasan yang selama puluhan tahun terpendam di hati para lulusan SMAN Tanjungsari Angkatan 1996 yang diwujudkan dalam sebuah acara reuni.

Suasana yang indah di Pangjugjugan tiba-tiba berubah menjadi riuh dengan tawa, pelukan hangat, dan air mata yang tak bisa ditahan saat sahabat lama saling melihat wajah satu sama lain. Mereka datang dari berbagai wilayah, melewati jarak dan waktu, hanya untuk tujuan satu: "kembali menjadi remaja seperti 30 tahun yang lalu".

Kehangatan suasana semakin sempurna dengan kehadiran sosok-sosok khusus yang menjadi bagian penting dalam sejarah masa sekolah mereka. Guru-guru angkatan '96 terlihat hadir di tengah-tengah para alumni.

Duduk bersama dan menyambut para muridnya yang kini sudah tua. Kehadiran para pahlawan tanpa tanda jasa ini menjadi daya tarik khusus yang membuat suasana semakin sakral dan penuh rasa hormat.

Di tengah suasana yang penuh perasaan, Azis Abdullah, sebagai Ketua Pelaksana, berjalan maju. Suaranya sempat terhenti sebentar, mengendalikan getaran di dada saat melihat barisan teman dekat yang kini telah mencapai usia pertengahan hidup.

Kawan-kawan seperjuangan, 30 tahun yang lalu kita melepas seragam putih abu-abu dengan janji yang mungkin sempat terlupakan akibat tuntutan kehidupan. Terima kasih telah memenuhi janji rindu melalui acara reuni ini.

Mari kita sementara mengabaikan perbedaan status sosial dan jabatan kita di dunia luar. Di sini, kita hanyalah teman lama yang rindu untuk kembali saling memeluk seperti keluarga," kata Azis dengan nada yang sangat menyentuh.

Ia menekankan bahwa pertemuan ini bukan hanya ajang memperlihatkan prestasi. Panitia telah menyusun rangkaian kegiatan yang menggambarkan makna silaturahmi. Selain diisi dengan tawa melalui permainan sederhana dan alunan musik organ tunggal, acara ini juga menjadi wadah untuk kegiatan sosial.

"Kami berharap pertemuan ini meninggalkan dampak positif. Selain bantuan sosial sebagai wujud perhatian, kami berharap kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berdiskusi. Baik dalam hal peluang bisnis maupun dukungan psikologis bagi rekan-rekan. Kami ingin IKA SMAN Tanjungsari '96 bukan hanya sekadar nama, tetapi menjadi rumah yang terus memberikan manfaat bagi anggotanya," katanya.

Seorang lulusan, Dony, tampak tidak mampu menyembunyikan perasaan harunya. Baginya, pertemuan tersebut menjadi pengobat bagi rindu yang selama ini hanya bisa ia luapkan melalui mimpi-mimpi. Tiga puluh tahun adalah waktu yang sangat lama untuk menyimpan rindu. Saat bertemu tadi, rasanya seperti waktu kembali ke tahun '96.

"Saya teringat kisah-kisah lucu ketika bolos sekolah, hingga nasihat guru yang dulu kita anggap mengganggu namun sekarang sangat kita rindukan. Melihat teman-teman dan guru-guru kita duduk bersama hari ini, menjadi momen paling indah yang tak bisa diukur dengan apapun," ujar Dony dengan mata berkaca-kaca.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan diakhiri dengan doa bersama. Harapan besar tersemat dalam benak setiap alumni, Semoga tali persaudaraan yang telah kembali terjalin hari ini tidak akan pernah terputus lagi, dan semoga hubungan mereka tetap terjalin hingga masa tua kelak," ujar Azis.***

TerPopuler