
Ringkasan Berita:
- erusakan terdeteksi melalui citra satelit Eropa yang menunjukkan bercak mencurigakan di area gudang pangkalan udara strategis Israel dekat Haifa.
- Sebagian besar rudal ditujukan ke area dekat Bandara Udara Ramat David, yang diketahui sebagai markas pesawat tempur F-16 milik Angkatan Udara Israel.
- Iran menganggap serangan tersebut sebagai balasan terhadap operasi militer Israel terhadap kelompok yang mendukung Teheran, sementara Israel dan Amerika Serikat dikatakan terus menekan fasilitas strategis Iran.
NEWS.COM -Tentara Israel mengonfirmasi terjadinya kerusakan di Pangkalan Udara Ramat David yang dimiliki Angkatan Udara Israel (IAF) setelah serangan roket balistik Iran yang terjadi pada awal minggu ini.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, yang kembali menimbulkan kekhawatiran global terhadap kemungkinan perang regional yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan oleh media lokal The Times of Israel, kerusakan di pangkalan udara tersebut terungkap setelah gambar satelit Sentinel-2 dari Komisi Eropa menunjukkan perubahan warna yang mencurigakan di area gudang pangkalan udara.
Gambar satelit yang diolah melalui laman Copernicus Browser dengan tanggal 8 Juni 2026 menunjukkan adanya area gelap di salah satu bagian instalasi militer Israel di wilayah utara.
Perubahan warna di area tersebut diduga menunjukkan adanya dampak ledakan atau benturan akibat serangan rudal balistik Iran.
Namun, Angkatan Udara Israel menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan kerusakan kemungkinan besar disebabkan oleh pecahan rudal yang jatuh setelah sistem pertahanan udara Israel melakukan penangkapan rudal Iran, bukan akibat benturan langsung rudal ke pangkalan.
Sampai saat ini, militer Israel masih terus melakukan penyelidikan guna menentukan penyebab pasti kerusakan yang terjadi di area pangkalan udara tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi termasuk ringan dan hanya terjadi di area non-operasional bandara udara.
Tentara Israel juga memastikan tidak ada kematian maupun kerusakan besar akibat kejadian tersebut.
“Tidak ada peralatan yang rusak, tidak ada korban luka, dan tidak ada gangguan terhadap fungsi operasional pangkalan udara,” demikian pernyataan resmi IDF.
Meski terjadi bentrokan di area gudang, militer Israel memastikan semua kegiatan operasional di Bandara Udara Ramat David berjalan seperti biasa.
Pos Strategis Penyimpanan Pesawat Tempur F-16
Bandara Udara Ramat David dikenal sebagai salah satu fasilitas militer yang paling penting milik Israel, terletak di wilayah utara dekat kota Haifa.
Basis ini diperkirakan menjadi tempat penempatan beberapa pesawat tempur F-16 milik Angkatan Udara Israel (IAF) yang selama ini digunakan dalam berbagai operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Karena kepentingannya, pemerintah Israel selama ini sangat memperketat pengawasan terhadap informasi mengenai serangan yang menargetkan lokasi militer yang sensitif.
Badan sensor militer Israel sering kali melarang pengungkapan lokasi pasti jatuhnya rudal atau dampak serangan terhadap fasilitas penting. Tindakan ini dilakukan karena Israel khawatir data tersebut bisa digunakan oleh lawan untuk meningkatkan akurasi serangan berikutnya.
Namun keadaan berubah sangat drastis setelah Iran melakukan serangan besar-besaran terhadap wilayah Israel pada awal pekan ini.
Iran dilaporkan meluncurkan 24 rudal balistik ke wilayah Israel, sebagian besar dari rudal tersebut ditujukan ke bagian utara negara tersebut, termasuk daerah dekat Pangkalan Udara Ramat David.
Serangan tersebut merupakan salah satu peningkatan terbesar dalam konflik terbaru antara Iran dan Israel. Pemerintah Iran mengklaim serangan roket ini sebagai bentuk pembalasan atas operasi militer Israel terhadap kelompok-kelompok yang didukung oleh Teheran di kawasan Timur Tengah.
Iran mengklaim bahwa Israel terus melakukan serangan terhadap target yang berhubungan dengan sekutunya, termasuk kelompok Hizbullah di Lebanon.
Tensi semakin memuncak setelah Iran juga menuduh Amerika Serikat dan Israel terus melaksanakan operasi militer terhadap fasilitas pertahanan Iran serta target strategis yang berkaitan dengan sistem keamanan dan program militer Teheran.
Iran bahkan mengingatkan akan memperluas serangan balasan jika Israel terus melakukan operasi militer terhadap kelompok-kelompok yang didukung oleh Iran di wilayah tersebut.
Peringatan tersebut memicu kekhawatiran global bahwa perselisihan antara Iran dan Israel berpotensi berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Netanyahu Menghadapi Serangan yang Lebih Besar
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan pernah mempertimbangkan tindakan balasan yang lebih besar terhadap Iran.
Namun, menurut laporan media internasional, Netanyahu membatalkan rencana tersebut berdasarkan permintaan Presiden AS Donald Trump untuk menghindari peningkatan konflik yang lebih luas.
Israel akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara serangan langsung terhadap Iran, namun memberi peringatan bahwa mereka siap kembali menyerang jika menerima serangan tambahan dari Iran atau Hizbullah.
Kondisi terkini ini menggambarkan bahwa ketegangan antara Iran dan Israel belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dan berisiko memicu perang regional yang lebih luas jika kedua pihak tetap melanjutkan serangan satu sama lain.
(news.com / Namira)