Tentara Lebanon Mundur dari Kfar Tebnit Usai Diberi Peringatan Israel -->

Tentara Lebanon Mundur dari Kfar Tebnit Usai Diberi Peringatan Israel

13 Jun 2026, Sabtu, Juni 13, 2026
Tentara Lebanon Mundur dari Kfar Tebnit Usai Diberi Peringatan Israel
Ringkasan Berita:
  • Pasukan militer Lebanon terpaksa menarik diri dari basis militer di Kfar Tebnit karena masuknya pasukan Israel dan adanya peringatan evakuasi di wilayah tersebut.
  • Tentara Israel dilaporkan terus bergerak untuk memperoleh Bukit Ali Taher, lokasi penting yang menawarkan pemandangan dan kendali luas terhadap Kota Nabatiyeh.
  • Konflik yang berlangsung sejak awal Maret ini dilaporkan telah menyebabkan kematian lebih dari 3.700 orang di Lebanon serta mengakibatkan puluhan korban jiwa di pihak Israel.
 

NEWS.COM - Pasukan militer Lebanon dilaporkan telah mengeluarkan pasukannya dari wilayah selatan Lebanon, khususnya di area pangkalan militer di Desa Kfar Tebnit pada hari Sabtu (13/6/2026).

Seorang pejabat militer tinggi Lebanon yang tidak ingin disebutkan namanya mengonfirmasi kepadaThe Associated Press bahwa perpindahan pasukan dari markas militer tersebut harus dilakukan karena masuknya pasukan Israel ke wilayah tersebut.

Pada saat yang bersamaan, militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi darurat terhadap sekitar 20 lokasi, termasuk Kota Nabatiyeh dan beberapa desa sekitarnya.

Agresi Israel ke Lebanon

Situasi di Lebanon terus memburuk seiring dengan serangan terus-menerus dari militer Israel.

Badan Informasi Nasional Lebanon melaporkan terjadinya rangkaian serangan udara pada hari Sabtu yang menargetkan berbagai desa di sekitar Nabatiyeh.

Sebuah serangan mematikan terjadi di kawasan Deir al-Zahrani, yang menewaskan dua penduduk setempat.

Selain itu, Kota Nabatiyeh juga menjadi sasaran tembakan artileri Israel pada hari yang sama.

Gerakan pasukan Israel di wilayah Lebanon Selatan diduga merupakan strategi militer dalam upaya menguasai Gunung Ali Taher.

Gunung yang terletak di sekitar Kfar Tebnit ini menjadi lokasi penting karena letaknya yang tinggi menyajikan pemandangan luas ke sebagian besar wilayah Nabatiyeh serta jalur-jalur utama antar desa.

Sebagai catatan sejarah, tentara Israel sebelumnya menguasai Bukit Ali Taher selama 18 tahun sebelum akhirnya mundur dari wilayah Lebanon pada Mei 2000.

Tindakan ini melengkapi operasi militer Israel sebelumnya pada akhir Mei tahun ini, ketika mereka berhasil memperoleh kawasan pegunungan strategis di dekat lokasi situs Kastil Beaufort.

Operasi ini dianggap sebagai serangan paling dalam yang dilakukan Israel terhadap wilayah Lebanon sejak tahun 2000.

Sinyal Gencatan Senjata

Meskipun peningkatan operasi darat terus berlangsung, agresi Israel terhadap Lebanon disebut akan segera berakhir karena upaya diplomasi global.

Hal ini terjadi setelah Perdana Menteri Pakistan mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepahaman awal untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk di Lebanon.

Saat ini, para penengah sedang berupaya keras bersama kedua belah pihak untuk menyelesaikan draf perjanjian tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataannya kepada stasiun televisi pemerintah pada hari Jumat (12/6/2026) menyatakan bahwa kedua belah pihak terus berupaya mencapai kesepakatan awal guna mengakhiri konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon.

Pernyataan ini selaras dengan pernyataan Pejabat Senior Hizbullah, Hussein Haj Hassan, kepada stasiun televisi Al Jazeera.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima kepastian dari pejabat Iran bahwa Lebanon akan dimasukkan dalam kerangka perjanjian gencatan senjata di masa depan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sejauh ini, Iran diakui secara luas sebagai pendukung utama kelompok Hizbullah.

Selama empat puluh tahun terakhir, Teheran telah menyediakan berbagai jenis senjata dan menyalurkan dana dalam jumlah besar yang mencapai miliaran dolar AS.

Angka Korban Jiwa di Lebanon

Meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 17 April dan telah diperpanjang beberapa kali, kondisi ini kini hampir hanya menjadi formalitas di kertas.

Pertempuran antara pasukan militer Israel dan kelompok Hizbullah terus berlangsung.

Putaran terbaru konflik antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret lalu.

Pada masa itu, Hizbullah melepaskan roket ke wilayah utara Israel hanya dua hari setelah pasukan Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan bersama terhadap Iran.

Deretan peristiwa konflik ini menyebabkan kerugian jiwa yang sangat besar.

Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 3.700 jiwa meninggal di wilayah tersebut akibat konflik terbaru.

Di sisi lain, berdasarkan laporan resmi dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tercatat 30 prajurit Israel dan satu kontraktor pertahanan meninggal di wilayah selatan Lebanon serta sekitarnya, ditambah dua penduduk sipil yang tewas di daerah utara Israel.

(news.com/Bobby)

TerPopuler