Timur Tengah Kembali Membara, Gencatan Senjata Runtuh Usai Serangan AS ke Iran -->

Timur Tengah Kembali Membara, Gencatan Senjata Runtuh Usai Serangan AS ke Iran

11 Jun 2026, Kamis, Juni 11, 2026
Timur Tengah Kembali Membara, Gencatan Senjata Runtuh Usai Serangan AS ke Iran
Ringkasan Berita:
  • Daerah Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terbaru di wilayah Iran.
  • Serangan itu segera mendapat tanggapan dari Iran dengan melemparkan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania dan beberapa negara Teluk.
  • Pihak Amerika Serikat mengklaim bahwa operasi militer tersebut harus dilakukan untuk melemahkan fasilitas militer Iran.

NEWS.COM -Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap wilayah Iran.

Serangan yang dilakukan oleh Washington direspons oleh Iran dengan meluncurkan rangkaian rudal yang menyerang pangkalan militer AS di Yordania dan beberapa negara Teluk.

Kejelasan mengenai serangan udara ini diungkapkan langsung oleh pihak Washington.

Pihak Amerika Serikat mengklaim operasi militer tersebut harus dilakukan untuk menetralisir fasilitas militer Iran, setelah mendeteksi adanya ancaman serius yang mengancam aset-aset penting Amerika di wilayah tersebut.

"AS kembali melancarkan serangan terhadap target-target di dalam wilayah Iran seiring dengan meningkatnya ketegangan," demikian laporan dariAP News.

Hanya berselang beberapa saat setelah bom AS mengguncang wilayahnya, Teheran langsung mengambil tindakan balasan yang ekstrem.

Pasukan khusus Iran melakukan serangan roket besar-besaran terhadap instalasi militer dan fasilitas pertahanan Amerika Serikat di Yordania, serta beberapa lokasi penting di negara-negara Teluk.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan saling menyerang ini adalah hak sah mereka dalam melindungi kedaulatan negara dari ancaman luar negeri.

AS akan terus melakukan serangan terhadap Iran

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan terus melanjutkan serangan di wilayah Iran.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat ganas," tegas Trump, Rabu (10/6/2026), dilaporkan dariPOLITICO.

Komentar Trump itu muncul hanya beberapa jam setelah ia mengancam Iran akan "menanggung akibatnya".

Ancaman tersebut ditujukan terhadap Iran karena menolak untuk menerima perjanjian.

Di sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan bahwa militer Iran adalah "kacau total" dan sebagian besar dari mereka "sudah tidak ada lagi".

"Mereka telah kalah total," tulis Trump melalui Truth Social.

"Iran hanya menghabiskan banyak waktu untuk berbicara tanpa melakukan tindakan. Sang Pengganggu Timur Tengah telah mati!!! Mereka terlalu lama berunding untuk kesepakatan yang akan sangat menguntungkan mereka, sekarang mereka harus menanggung konsekuensinya!!!" lanjutnya.

Trump tidak memberikan informasi tambahan dalam unggahannya, namun ia menyampaikan kepada Fox News bahwa ia "hampir" memerintahkan serangan baru terhadap fasilitas listrik dan jembatan Iran.

Kantor Putih tidak langsung merespons permintaan komentar.

Namun, seorang pejabat tinggi Gedung Putih menyatakan bahwa "diskusi masih berlangsung" dan Presiden "akan terus memberikan tekanan penuh untuk mencapai kesepakatan".

"Mereka perlu mempercayai setiap ucapan yang dia sampaikan," kata pejabat tersebut.

"Mereka memahami apa yang akan terjadi bila tidak ada kesepakatan," tambahnya.

Beberapa hari terakhir ini, Trump dan Wakil Presiden JD Vance keduanya menegaskan bahwa kesepakatan perdamaian sudah mendekati kepastian.

Serangan Balasan Iran

Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggelar serangan balasan yang besar.

Teheran mengklaim telah menyerang dan merusak paling sedikit 18 target penting milik militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Tindakan agresif ini dilakukan Iran sebagai tanggapan langsung terhadap serangkaian serangan udara beruntun yang sebelumnya dilancarkan oleh armada militer Washington ke wilayah kedaulatan Iran.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh kantor berita semi-pemerintah Iran,Mehr News Agency, salah satu serangan paling mematikan ditujukan langsung ke markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berada di Bahrain.

IRGC mengirimkan sejumlah pesawat drone jenis kamikaze guna melampaui sistem pertahanan udara basis tersebut.

"Dalam serangan drone militer ini, fasilitas radar kritis serta antena komunikasi yang mendukung sistem pertahanan rudal Patriot milik Armada Kelima AS berhasil dihancurkan," demikian isi laporan resmi IRGC yang dilaporkan oleh media setempat.

Tegangan geopolitik antara dua kekuatan ini sebenarnya telah mencapai puncaknya sejak awal minggu.

Trump secara terang-terangan memberikan izin kepada pasukannya untuk melanjutkan operasi ofensif terhadap Iran.

Perintah perang Trump diambil setelah terjadinya kecelakaan helikopter militer Angkatan Darat Amerika Serikat.

Washington menyalahkan penembakan yang menyebabkan helikopter jatuh dilakukan secara langsung oleh militer Iran.

Tidak memerlukan waktu lama bagi Iran untuk merespons ancaman Trump.

Selain menyerang pangkalan militer di Bahrain, pasukan bersenjata Iran dilaporkan melepaskan serangan dengan kombinasi rudal balistik dan drone terhadap kapal perang Amerika Serikat yang sedang berpatroli di dekat Selat Hormuz.

(news.com/Whiesa)

TerPopuler