Wisata Bali Dorong Ekonomi Jatiluwih, Putar Uang Rp2 Miliar -->

Wisata Bali Dorong Ekonomi Jatiluwih, Putar Uang Rp2 Miliar

22 Jun 2026, Senin, Juni 22, 2026

bali.bengkalispos.com, TABANAN -

Kegiatan olahraga yang berbasis wisata (sport tourism)Bali Tourism Runtelah terbukti berhasil memberikan dampak langsung terhadap perekonomian setempat.

Sebagai pembuka rangkaian Perayaan 100 Tahun Pariwisata Bali, acara ini diperkirakan akan mencatatkan perputaran uang yang sangat besar, mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.

Ketua Asosiasi Perusahaan Tour dan Travel Indonesia (Asita) Bali, I Putu Winastra, menyampaikan bahwa dampak ekonomi dari kegiatan ini secara langsung dirasakan oleh warga sekitar Desa Wisata Jatiluwih.

Bukan hanya sebagai tempat berolahraga, Bali Tourism Run menghasilkan dampak positif yang berantai terhadap ekosistem pariwisata setempat.

Akomodasi dan penginapan milik penduduk setempat di sekitar area tersebut ramai dikunjungi oleh peserta serta tamu.

Sektor usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM) daerah tersebut dihiasi oleh keuntungan dari aktivitas berbelanja para pelari.

Selain peredaran uang, acara ini menjadi tempat untuk menunjukkan komitmen Bali dalam menjaga Jatiluwih sebagai destinasi yang memiliki status warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Ini komitmen kami dalam menjaga Bali sebagai destinasi kelas dunia yang menghargai alam dan budaya yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan semacam ini, kami berhasil menarik para wisatawan yang tinggal lebih lama (longer stay) dan menghabiskan lebih banyak uang (higher spending), sehingga dampak ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas," kata Putu Winastra dilansir dari Antara.

Acara perayaan ini secara resmi dimulai dengan penyelenggaraan Bali Tourism Run, sebuah lomba lari santai sejauh 5 km yang berhasil menarik perhatian lebih dari 1.700 peserta di Desa Wisata Jatiluwih, Tabanan.

Kepala Sekretariat Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, menyatakan bahwa pemilihan Jatiluwih sebagai tempat pembuka sangat sesuai.

Jatiluwih dianggap mampu mencerminkan inti utama dari pariwisata berkualitas yang ingin ditawarkan Bali kepada dunia.

Jatiluwih merupakan lambang keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan.

Melalui kegiatan kreatif seperti lari yang sedang populer saat ini, kami ingin menyampaikan pesan yang jelas: pariwisata Bali bukan hanya tentang mencari keuntungan ekonomi, tetapi harus menjadikan budaya dan pelestarian lingkungan sebagai prioritas utama," kata Dewa Indra.

Tuhan Indra menekankan perlunya penyeimbangan promosi agar daya tarik wisata yang belum terkenal dapat lebih dikenal oleh para pengunjung lokal maupun internasional.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Di masa depan, lomba lari di luar ruangan ini akan diselenggarakan secara bergantian di berbagai destinasi wisata andalan Bali lainnya. 2. Kedepannya, acara lari di alam terbuka ini direncanakan akan diadakan secara bergilir di berbagai tempat wisata unggulan Bali yang lain. 3. Masa depannya, even lari di luar ruangan ini akan digelar secara berputar di berbagai DTW pilihan Bali lainnya. 4. Dalam rencana ke depan, lomba lari di alam terbuka ini akan diadakan secara bergantian di berbagai destinasi wisata unggulan Bali yang lain. 5. Ajang lari di luar ruangan ini pada masa mendatang akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai DTW Bali yang menjadi prioritas.

Berdasarkan gagasan dari Ketua Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia), lokasi berikutnya yang dipertimbangkan sebagai tempat penyelenggaraan acara adalah kawasan suci Besakih.(lia/JPNN)

TerPopuler