5 Kebijakan Populer Internasional: Hamas Bubar di Gaza - Isu Keamanan Pangeran Harry -->

5 Kebijakan Populer Internasional: Hamas Bubar di Gaza - Isu Keamanan Pangeran Harry

7 Jul 2026, Selasa, Juli 07, 2026
Ringkasan Berita:
  • Hamas membubarkan pemerintahnya di wilayah Gaza dan menyerahkan wewenang kepada komite teknis PBB sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
  • Pangeran Harry akan datang ke London tanpa anggota keluarganya akibat ancaman keamanan yang serius.
  • Di sisi lain, ribuan warga Iran berkumpul di pemakaman Ali Khamenei dengan tuntutan balas dendam terhadap Amerika Serikat dan Israel.

NEWS.COM - Berbagai kejadian penting menghiasi berita dunia dalam 24 jam terakhir.

Hamas siap menyerahkan wewenang kepada komite teknis yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hamas menyebut keputusan mereka sebagai bukti kesetiaan mereka terhadap pemulihan Gaza setelah bertahun-tahun konflik.

Di sisi lain, Pangeran Harry akan melakukan perjalanan ke London pekan depan tanpa Meghan Markle dan kedua putranya karena alasan keamanan.

Berikut informasi terkini mengenai berita internasional.

1. Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Berencana Pelucutan Senjata?

Kelompok militer Palestina, Hamas, menyatakan bahwa mereka telah membubarkan pemerintahannya di Gaza, Senin (6/7/2026).

Hamas kini sedang bersiap untuk mentransfer kekuasaan kepada komite teknis yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS).

Lantas, apakah Hamas akan pelucutan senjata?

Dilaporkan oleh AP News, Hamas belum menyatakan apakah mereka bermaksud mengambil tindakan penting berupa penurunan senjata atau menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan internasional.

Namun, Hamas menggambarkan keputusan mereka sebagai bukti komitmen terhadap rekonstruksi Gaza setelah bertahun-tahun perang.

Tidak jelas apakah langkah tersebut, yang diumumkan oleh pejabat tingkat rendah, akan menghasilkan perubahan berarti di lapangan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Langit Cerah, Pria 24 Tahun di Singapura Tewas Tersambar Petir

Seorang laki-laki meninggal dunia akibat terkena petir saat sedang bermain paddleboard di laut dekat Pantai Pasir Ris, Singapura, pada hari Minggu (5 Juli 2026).

Paddleboard merupakan papan besar yang digunakan dalam aktivitas air, bentuknya mirip dengan papan selancar tetapi lebih lebar dan lebih stabil, sehingga memungkinkan pengguna untuk berdiri, duduk, atau berlutut sambil mengayuh menggunakan dayung yang panjang.

Tujuh orang lainnya yang berusia antara 13 hingga 54 tahun dalam keadaan sadar ketika dibawa ke rumah sakit, menurut polisi pada hari Senin (6/7/2026) pagi.

Petugas kepolisian menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 16.50 waktu setempat pada tanggal 5 Juli.

"Seorang pria berusia 24 tahun dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar dan kemudian dinyatakan meninggal," menurut pernyataan polisi yang dikutip oleh Straits Times.

Berdasarkan pemeriksaan awal, aparat tidak menduga adanya tindakan kriminal.

"Investigasi polisi masih berlangsung."

Berdasarkan laporan harian Mandarin Lianhe Zaobao, delapan orang tersebut, yang terdiri dari lima pria dan tiga wanita, sedang melakukan aktivitas bermain kayak dan paddleboard di tepi pantai.

Di dalam video kejadian yang direkam sekitar pukul 17.10, tampak sekelompok orang berdiri di area rumput dekat pantai, sementara seorang petugas dari Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) sedang melakukan pemijatan dada terhadap korban.

Sebuah kendaraan pemadam kebakaran ringan (Red Rhino) dan sebuah ambulans juga terlihat berada di tepi jalan di belakang lokasi tersebut.

Gambar-gambar yang diambil oleh Lianhe Zaobao menunjukkan sebuah kendaraan polisi berada di tepi pantai dekat Area Parkir D, Taman Pasir Ris, sekitar pukul 18.30.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Netanyahu: Kami Juga Memiliki Teman Lain Selain Amerika Serikat, Yaitu Negara Kecil yang Dinamakan India

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa India merupakan salah satu mitra dan pendukung utama Israel.

Hal tersebut merupakan bukti bahwa negaranya juga mendapatkan dukungan internasional yang kuat di luar Amerika Serikat (AS).

Dalam wawancara dengan Fox News pada hari Minggu (6/7/2026), Netanyahu menyatakan bahwa Israel tidak hanya mengandalkan Washington, tetapi juga memiliki koneksi kuat dengan beberapa negara lain, termasuk India.

"Kami memiliki beberapa teman lain, seperti negara kecil bernama India. Anda tahu, negara tersebut memiliki 1,4 miliar penduduk, dan kami mendapatkan dukungan yang luar biasa di sana," kata Netanyahu dalam wawancaranya.

Pernyataan itu menunjukkan hubungan diplomatik dan strategis yang semakin kuat antara Israel dan India dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, Netanyahu menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi sekutu terpenting bagi Israel.

Ia menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai "sahabat terdekat Israel di Gedung Putih."

Pernyataan tersebut muncul setelah Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyebut Amerika Serikat sebagai sekutu terkuat Israel di dunia dan menilai bahwa Trump memiliki dukungan terbesar terhadap Israel dibandingkan para pemimpin negara lainnya.

Bekas Perdana Menteri Israel, Netanyahu, menyatakan bahwa ia menghargai pendapat Vance, tetapi mengakui bahwa Israel dan Amerika Serikat tidak selalu sepakat dalam setiap isu.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Pangeran Harry Tidak Mengundang Keluarga ke London Karena Alasan Keamanan, Siapa yang Akan Menyerangnya?

Pangeran Harry, Duke of Sussex, tidak akan ditemani istrinya, Meghan Markle, beserta dua anak mereka saat berkunjung ke London dalam rangka perjalanan ke Inggris minggu depan.

Hal tersebut disampaikan oleh sumber yang dekat dengannya kepada AFP pada Sabtu (4/7/2026).

Harry yang kini berusia 41 tahun akan mengunjungi tempat tersebut untuk merayakan perhitungan mundur satu tahun menuju penyelenggaraan Invictus Games 2027, kompetisi olahraga untuk veteran perang yang terluka yang ia dirikan pada 2014. Acara ini akan diadakan pada 10–17 Juli 2027.

Selama kunjungan selama beberapa hari tersebut, Harry juga memiliki jadwal untuk menghadiri berbagai kegiatan yang terkait dengan organisasi amal lain yang didukungnya.

Agenda selama sisa perjalanan masih dalam pertimbangan, sehingga belum jelas apakah seluruh anggota keluarganya tetap tidak akan datang ke Inggris, atau justru memutuskan untuk tinggal di luar ibu kota.

Tahun lalu, Harry menyampaikan kekhawatirannya tentang keselamatan anggota keluarganya di Inggris setelah kalah dalam persidangan untuk mendapatkan perlindungan penuh dari polisi saat berada di negara tersebut.

"Saya tidak mampu membawa keluarga saya kembali ke Inggris dengan aman," ujar Harry kepada BBC pada saat itu.

Namun, apa yang membuat Pangeran Harry sangat cemas untuk kembali ke Inggris?

Mengutip GB News, Pangeran Harry menghadapi enam ancaman teror terhadap dirinya, lima di antaranya berasal dari Inggris, demikian disebutkan dalam dokumen rahasia yang dibuat oleh perusahaan keamanan pribadi Duke of Sussex.

Laporan rahasia ini, yang pertama kali dilaporkan oleh ITV dan dikonfirmasi oleh GB News, disampaikan kepada Ravec menjelang kunjungan Harry ke Inggris minggu depan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Ribuan orang hadir di pemakaman Ali Khamenei, menyerukan balas dendam dan pembunuhan terhadap Trump

Ratusan warga Iran berbaris di jalanan Teheran dalam upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi yang gugur, Ayatollah Ali Khamenei, pada Senin (6/7/2026).

Rekaman drone yang ditayangkan di televisi pemerintah menunjukkan puluhan ribu orang berkerumun di sebuah jalan utama di pusat kota Teheran.

Peti mati seorang pemimpin yang tewas bersama empat anggota keluarganya dibawa menggunakan truk besar melewati jalanan Teheran.

Di sisi lain, selang pemadam kebakaran menyemprotkan air dari atas agar peserta pawai tetap merasa nyaman.

Saat mereka melewati bawah jembatan, para pengikut melemparkan batu ke papan iklan yang tergantung di atas, yang menampilkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan senjata yang mengarah ke kepalanya.

Saat prosesi pemakaman berlangsung, semakin banyak permintaan dari para hadirin agar membunuh Ali Khamenei.

Para pengunjung kuburan dan spanduk yang mereka bawa menuntut pembunuhan Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Bendera-bendera itu kembali terlihat pada hari Senin sepanjang jalur prosesi, dengan satu patung replika Trump yang digantung.

“Kami di sini untuk menunjukkan bahwa perjalanan akan terus berlanjut, dan setiap orang di sini akan tetap melanjutkan perjalanannya dengan tangan terkepal, dan segera kami pasti akan membalaskan dendam atas kematian itu terhadap Amerika Serikat dan Israel,” kata pengunjung yang bernama Sahar Zaraatgar, seperti dilaporkan AP News.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(news.com)

TerPopuler