Aipda Yudhie Gugur Saat Penggerebekan Dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa oleh Kapolri -->

Aipda Yudhie Gugur Saat Penggerebekan Dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa oleh Kapolri

4 Jul 2026, Sabtu, Juli 04, 2026
Aipda Yudhie Gugur Saat Penggerebekan Dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa oleh Kapolri

-MEDAN.com - Aipda Yudhie Perdana Putra menerima promosi jabatan luar biasa dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Aipda Yudhie, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan yang gugur saat melakukan penggerebekan, menangkap seorang bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Kepala Polisi Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Aipda Yudhie sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum.

"Instansi memberikan penghormatan tertinggi kepada Almarhum dan memberikan kenaikan pangkat istimewa," kata Sigit dalam pernyataannya, Jumat (3/7/2026).

Ia mewakili Korps Bhayangkara serta menyampaikan rasa belasungkawa atas kematian Aipda Yudhie dalam kejadian tersebut.

"Menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya anggota dalam menjalankan tugasnya serta kepada seluruh keluarga Almarhum," katanya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri turun tangan untuk menyelidiki kasus tewasnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur dalam operasi melawan bandar narkotika.

Petugas kepolisian tersebut meninggal dalam insiden penggerebekan yang dihadapi oleh warga setempat di Desa Tumbang Kalemei,

Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hilang tidak diketahui keberadaaanya pasca kejadian.

Peristiwa perlawanan terhadap petugas juga terjadi di Deli Serdang, Sumut.

Pada hari Minggu tanggal 28 Juni 2026, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Deli Serdang menghadapi perlawanan saat melakukan penggerebekan terhadap kafe gelap yang disebut sebagai 'sarang narkoba' di Patumbak.

Beberapa pria menghalangi hingga melemparkan kendaraan yang dinaiki petugas BNN.

Dari hasil penggerebekan, 6 orang ditangkap, 4 dijadikan tersangka, dan 25 pengunjung dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Bareskrim Turun Tangan

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri turun tangan untuk menyelidiki kasus tewasnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur dalam operasi melawan bandar narkotika.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pihaknya turut berduka cita atas gugurnya Yudhie saat sedang bertugas.

"Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur dalam menjalankan tugasnya melawan peredaran narkoba," katanya dalam keterangan resmi yang dilaporkan Jumat (2/7/2026).

Di sisi lain, Eko menyatakan pihaknya juga akan berupaya mencari dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang saat ini masih hilang.

"Kami akan melakukan pemutakhiran lengkap terhadap pasukan di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang belum ditemukan, pengamanan area, maupun pengungkapan seluruh jaringan narkoba dan pelaku serangan terhadap anggota Polri," katanya.

12 Personel Diterjunkan

Eko menyampaikan kejadian tersebut berlangsung pada hari Rabu (1/7/2026) malam saat Satresnarkoba Polres Katingan melakukan pengembangan informasi masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei.

Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan seorang target operasi dengan inisial BIO yang diketahui pernah terlibat dalam kasus narkotika.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Sebanyak 12 anggota personel turut diberdayakan dalam operasi tersebut. 2. Dalam operasi tersebut, sejumlah 12 personel diturunkan. 3. 12 personel diberangkatkan untuk terlibat dalam operasi tersebut. 4. Ada 12 personel yang terlibat dalam pelaksanaan operasi tersebut. 5. Dalam rangka operasi tersebut, sebanyak 12 personel diterjunkan. 6. Personel yang terlibat dalam operasi ini berjumlah 12 orang. 7. Sebanyak 12 anggota petugas dikerahkan dalam operasi tersebut. 8. Operasi tersebut melibatkan penurunan 12 personel. 9. Dari jumlah personel yang terlibat, sebanyak 12 orang diterjunkan dalam operasi ini. 10. Dalam operasi tersebut, 12 personel ditugaskan untuk bertugas.

Saat tiba di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok, dengan kelompok pertama melakukan tindakan di rumah target, sementara tim kedua siap di tempat lain sebagai dukungan.

"Saat proses penangkapan sedang berlangsung, tersangka berhasil ditangkap. Namun kondisi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melawan dengan menggunakan senjata tajam seperti parang," ujarnya.

Kondisi semakin memburuk karena jumlah massa terus meningkat dan melakukan serangan dengan menggunakan senjata tajam serta senjata api buatan sendiri.

Akibat kondisi yang semakin sulit dikendalikan, petugas berusaha melindungi diri sambil meminta tambahan personel.

Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

"Pada kejadian tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia akibat luka yang diderita dari senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan," katanya.

Selanjutnya, Eko menyampaikan bahwa seluruh kegiatan penanggulangan narkoba akan dievaluasi agar seluruh anggota memiliki kesiapan terbaik dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi di lapangan.

Setiap pelaksanaan tindakan perlu disiapkan dengan matang, mulai dari perencanaan operasi, identifikasi ancaman potensial, hingga kesiapan personel dan peralatan. Keselamatan anggota menjadi prioritas utama tanpa mengurangi kekuatan dalam menangani narkoba," katanya.

Kebijakan Penangkapan di Deli Serdang Menghadapi Perlawanan

Peristiwa perlawanan juga terjadi pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Deli Serdang saat melakukan penggerebekan di sebuah kafe gelap di Cafe Kita, Jalan Patumbak - Talun Kenas, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, pada hari Minggu 28 Juni 2026.

Puluhan orang menutup jalan.

Seorang pria tampak marah kepada petugas sambil mempertanyakan surat perintah razia.

Kepala BNN wilayah Sumatera Utara, Brigjen Tatar Nugraha menyampaikan, setelah mengalami penghadangan dan serangan, mereka melaporkan ke Polrestabes Medan.

Selanjutnya, petugas Polrestabes tiba di lokasi untuk menangkap enam orang yang diduga melakukan perusakan.

Namun, dari enam orang yang ditangkap hanya empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan.

Brigjen Tatar mengatakan, keempat orang tersebut adalah MS (19 tahun) dan AIS (21 tahun), putra dari pemilik kafe gelap, warga Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Selanjutnya, MAS (33), mantan tahanan kasus narkoba, dan SM SH (38), penduduk Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Awalnya enam orang dibawa ke Polrestabes setelah kami melaporkan kejadian kerusakan tersebut. Kemudian kemarin, diberitahukan bahwa empat orang ditahan," ujar Kepala BNN Sumut, Brigjen Tatar Nugraha, Rabu (1/7/2026) saat diwawancara medan.com di Polda Sumut.

Tatar mengungkapkan, perlawanan, kerusakan, dan serangan yang mereka alami dimulai pada hari Minggu, 28 Juni 2026 kemarin, sekitar pukul 13.30 WIB hingga 14.30 WIB.

Pada saat itu, BNN Deli Serdang yang diketuai oleh Kombes Josua Tampubolon bersama dengan Satpol PP, TNI, dan dinas Pariwisata melakukan penggerebekan di Cafe Kita, Jalan Patumbak - Talun Kenas, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Saat petugas tiba, sekitar 100 pengunjung yang sedang menari berusaha kabur. Namun, beberapa di antara mereka berhasil ditahan dan diperiksa urinnya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, terdapat 25 pengunjung yang positif menggunakan narkoba.

Setelah diperiksa, 25 orang tersebut dimasukkan ke dalam kendaraan dan dibawa.

Namun, ratusan orang ternyata telah menghadang.

Mereka bertanya mengenai surat tugas, menghalangi, memicu, hingga akhirnya diduga merusak.

(*/medan.com)

Sumber: -medan.com/ kalteng.com

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita yang menyebar di Medan

TerPopuler