
Israel Melarang Pesawat Pengisian Bahan Bakar Amerika Serikat Mendarat di Bandara Ben Gurion
Ringkasan Berita:
- Menteri Perhubungan Israel, Miri Regev, melarang pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara Amerika Serikat mendarat di Bandara Ben Gurion.
- Keputusan tersebut muncul setelah tentara Amerika Serikat dilaporkan menunda rencana pemindahan pesawat-pesawat tersebut dari bandara.
- Otoritas Bandara Israel mengingatkan bahwa keterbatasan area parkir pesawat dapat mengganggu aktivitas penerbangan sipil serta menyebabkan pembatalan penerbangan.
NEWS.COM -Pemerintah Israel melarang pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara Amerika Serikat untuk mendarat di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.
Keputusan tersebut dilaporkan diumumkan oleh Menteri Transportasi Israel Miri Regev dalam tenggang waktu perselisihan mengenai kehadiran pesawat militer Amerika Serikat di bandara utama negara tersebut.
Media Israel melaporkan tindakan ini diambil setelah militer Amerika Serikat menghentikan rencana pemindahan pesawat pengisian bahan bakar yang sebelumnya berada di Bandara Ben Gurion.
Dikhawatirkan Ganggu Penerbangan Sipil
Berdasarkan pernyataan Otoritas Penyiaran Israel, perselisihan antara Otoritas Bandara Israel dengan pihak Amerika muncul karena kekhawatiran bahwa kehadiran pesawat militer AS dapat mengurangi kapasitas parkir pesawat sipil.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa saat ini terdapat 34 pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika Serikat di Israel, termasuk empat unit tambahan yang tiba mengikuti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Kepala Otoritas Bandara Israel, Sharon Kedmi, dalam surat yang dikirimkan ke Kementerian Perhubungan menyampaikan peringatan bahwa mulai tanggal 23 Juli, kapasitas parkir pesawat di Bandara Ben Gurion mungkin mengalami kekurangan jika pesawat-pesawat militer tidak dipindahkan.
Berpotensi Batalkan Penerbangan
Kedmi menyebutkan bahwa keterbatasan lahan parkir bisa memaksa pihak bandara membatalkan sekitar 10 penerbangan setiap hari, yang menurutnya berpotensi memengaruhi puluhan ribu penumpang selama musim liburan.
Media Israel mengatakan situasi tersebut dapat memengaruhi sekitar 50.000 tiket penerbangan jika gangguan operasional berlanjut.
Ia meminta agar rencana pemindahan pesawat militer Amerika Serikat segera dilaksanakan sesuai perjanjian sebelumnya untuk mencegah gangguan terhadap penerbangan sipil serta dampak ekonomi yang lebih luas.
Kedmi juga memberi peringatan bahwa jika area parkir tidak segera dikosongkan, otoritas bandara perlu mengambil tindakan operasional, termasuk membatalkan beberapa penerbangan.
Rencana Pemindahan Dibekukan
Sebelumnya, Channel 12 Israel melaporkan bahwa militer Amerika Serikat memutuskan untuk menunda rencana pemindahan pesawat pengisian bahan bakar yang berada di Bandara Ben Gurion.
Keputusan itu diambil meskipun sebelumnya beredar laporan bahwa ratusan pesawat militer Amerika Serikat akan dipindahkan setelah tercapainya perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran bulan lalu.
Timbulkan Masalah Baru
Beberapa minggu terakhir, pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara Amerika Serikat memanfaatkan Bandara Ben Gurion sebagai salah satu pangkalan operasional.
Kehadiran armada ini dianggap oleh beberapa pengamat sebagai bagian dari penguatan kesiapan militer Amerika Serikat di wilayah setelah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Sekarang, masalah kapasitas bandara menimbulkan tantangan baru karena berkaitan dengan operasional penerbangan sipil Israel.