Belasungkawa atas Kematian Pilot Nicholas Gosselin, AMA Pastikan Tidak Angkut TNI-Polri atau KKB -->

Belasungkawa atas Kematian Pilot Nicholas Gosselin, AMA Pastikan Tidak Angkut TNI-Polri atau KKB

4 Jul 2026, Sabtu, Juli 04, 2026
Belasungkawa atas Kematian Pilot Nicholas Gosselin, AMA Pastikan Tidak Angkut TNI-Polri atau KKB
Ringkasan Berita:
  • Kondisi sedih mengelilingi kedatangan jenazah pilot pesawat AMA Air PK-RCY, Nicholas Francis Gosselin di Kabupaten Jayapura, Jumat (3/7/2026).
  • Pihak AMA menyatakan bahwa maskapai mereka memiliki misi kemanusiaan.
  • Maskapai juga menegaskan bahwa pesawat mereka tidak pernah membawa anggota TNI-Polri maupun KKB.

Liputan Jurnalis -Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

-PAPUA.COM, SENTANI - Rasa sedih menghiasi kedatangan jenazah pilot pesawat AMA Air PK-RCY, Nicholas Francis Gosselin ketika tiba di Komando Operasi Udara III Pangkalan TNI Angakatan Udara Silas Papare, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/7/2026).

Nicholas Francis Gosselin menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Desa Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (2/7/2026).

Selain menembak pilot, kelompok KKB juga melakukan pembakaran terhadap pesawat Cessna milik AMA di lapangan terbang Ipdeheik, Kampung Balinggama.

Kedatangan peti jenazah seorang pilot asal Amerika Serikat yang lahir pada tahun 1996 disambut langsung oleh Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, Direktur AMA Bob Kayudi, serta rekan-rekan sejawatnya sesama pekerja penerbangan.

Matahari senja yang memerah sebagian gelap pada sore hari tampaknya turut menyertai pesawat yang masuk ke bandara milik TNI AU. Setelah upacara penyerahan dari TNI AU kepada pihak Associated Mission Aviation (AMA), jenazah dibawa ke kantor AMA di Jalan Bandara Sentani.

Peti jenazah diangkat oleh rekan-rekan pilot almarhum Nicholas Francis Gosselin, salah satu dari mereka juga memberikan penghormatan terakhir dengan memainkan alat musik Bigpipe khas negara Skotlandia.

Di tengah sebuah hangar, terdapat foto almarhum yang tersimpan dengan senyuman cerah mengenakan pakaian pilot berwarna biru.

Di tengah ruangan terdapat empat batang lilin yang menyala serta bunga segar. Upacara pelepasan jenazah pada malam itu dipimpin langsung oleh Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius.

Ketidakpuasan Pihak Gereja dan Pengelola AMA

Uskup Jayapura, Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You yang juga menjabat Komisaris Utama PT AMA mengecam tindakan pembakaran pesawat AMA dan penembakan pilot Nicholas Francis Gosselin.

Menurutnya, tindakan itu dianggap tidak manusiawi.

Yanuarius menegaskan, maskapai AMA mempunyai misi untuk kemanusiaan dan pewartaan Injil, bukan untuk kepentingan lain.

"APA yang salah dengan AMA hingga harus dibalas dengan tindakan kejahatan seperti ini? Ini seperti air susu yang dibalas dengan air tuba," kata Uskup Yanuarius di hanggar AMA di Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, AMA hadir agar para misionaris dapat memberikan pelayanan kepada umat di wilayah pedalaman dalam rangka membangun berbagai aspek seperti kerohanian, pendidikan, ekonomi, sosial, transportasi, dan kesehatan.

"Pesawat ini sangat bermanfaat bagi manusia di daerah terpencil. Mereka dapat dibawa keluar untuk mengenal dunia luar dan mengetahui perkembangan di luar sana. Maskapai ini berguna dalam memajukan dan mendorong peradaban masyarakat Papua," katanya.

Ia juga menekankan bahwa AMA berkomitmen untuk tidak membawa anggota TNI-Polri maupun KKB.

Maka ia meminta seluruh pihak agar tidak mengaitkan politik dalam penerbangan AMA di Tanah Papua, karena misi AMA murni bertujuan untuk kesejahteraan manusia.

"Kami memahami dan setia pada misi kami sejak awal, yaitu penyebaran firman, kemanusiaan, dan pengembangan," katanya.

Jika itu merupakan kepentingan yang berbeda, kami tidak mungkin bisa bertahan.

Yanuarius memberikan peringatan tegas agar kejadian penembakan pilot maupun pembakaran pesawat tidak terulang lagi, baik terhadap AMA maupun maskapai penerbangan lain.

Jangan terulang lagi, jika terulang lagi maka maskapai misi penyelamatan lain pasti akan berhenti karena mereka juga terbang dalam keadaan trauma.

AMA Menegaskan Tidak Pernah Membawa Anggota TNI-Polri Maupun KKB

Di sisi lain, Direktur AMA Bob Kayadu juga menyampaikan rasa prihatin terhadap kejadian penembakan dan pembakaran pesawat.

"Kami berharap roh Allah yang kudus membimbing mereka agar mereka menyesali perbuatan mereka," kata Bob Kayadu.

Sejalan dengan Uskup Yanuarius, Bob menegaskan bahwa AMA tidak pernah membawa TNI, Polri, amunisi, atau KKB.

"Kami berusaha melayani dengan netralitas tanpa memihak siapa pun karena kami melayani warga hingga ke pelosok-pelosok," kata Bob.

Bob mengungkapkan bahwa penerbangan menuju Kampung Balingga baru dimulai pada tahun 2023.

Pesawat AMA beroperasi ke Kampung Balinggama setiap seminggu sekali.

Almarhum Nicholas Francis Gosselin baru saja tiga tahun menjadi pilot AMA.

Bob Kayudi menjelaskan bahwa AMA memiliki 16 pilot, termasuk Almarhum Nicholas.(*)

TerPopuler