BPJT Siap Uji Coba MLFF, Lokasi dan Jadwal Masih Dikaji -->

BPJT Siap Uji Coba MLFF, Lokasi dan Jadwal Masih Dikaji

5 Jul 2026, Minggu, Juli 05, 2026

bengkalispos.com.CO.ID - JAKARTA. Persiapan pelaksanaan sistem pembayaran tol tanpa berhenti atauMulti Lane Free Flow (MLFF) memasuki tahap berikutnya. 

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bekerja sama dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) saat ini sedang menitikberatkan pembahasan pada penyusunan skenario teknis sebagai dasar pelaksanaan uji coba awal sebelum sistem diterapkan secara lebih luas.

Tahap ini dianggap sebagai penentu karena akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menilai kesiapan teknologi, infrastruktur, serta sistem operasional MLFF di lapangan.

Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati menyatakan bahwa koordinasi dengan RITS sebagai lembaga pelaksana terus dilakukan guna mempersiapkan berbagai skenario yang akan diuji.

"Kami sedang melakukan persiapan teknis terhadap berbagai skenario yang akan diuji," katanya dalam pernyataannya yang dilansir, Minggu (3/7/2026).

Meskipun proses persiapan terus berlangsung, BPJT belum menentukan jadwal maupun tempat pelaksanaan uji coba awal. Menurut Komang, keputusan ini akan diambil setelah seluruh aspek teknis dinilai siap.

Lokasi uji masih bersifat fleksibel. Penentuannya akan disesuaikan dengan kebutuhan skenario yang sedang disusun oleh pihak pelaksana proyek.

Dari segi pelaksanaan, Direktur PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) Renaldi Utomo menyatakan perusahaan masih terlibat dalam penyusunan berbagai skenario pengujian yang mencakup berbagai kemungkinan situasi operasional di lapangan.

Ia mengatakan koordinasi antara pemerintah dan para investor berjalan dengan baik, sementara pemerintah tetap menunjukkan komitmen untuk melanjutkan proyek MLFF.

Sebagai mitra pemerintah, RITS masih menantikan keputusan terkait lokasi dan jadwal pelaksanaan uji coba. Bali, yang sejak awal dijadikan sebagai proyek percontohan, tetap menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan, meskipun pengujian juga bisa dilakukan di jalur tol lainnya.

Renaldi menjelaskan bahwa perjanjian kerja sama yang berlaku sejak surat perintah kerja diterbitkan pada 15 Maret 2022 tetap berpedoman pada pelaksanaan penuh MLFF.

Namun, selama masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang masih bisa dimanfaatkan sebelum beralih sepenuhnya ke sistem tanpa sentuh.

Menurutnya, pengujian merupakan tahap yang sangat penting guna memastikan sistem berfungsi sesuai rencana sebelum pemerintah mengambil keputusan untuk menerapkannya secara lebih luas di jaringan jalan tol nasional.

Penggunaan MLFF dianggap semakin penting seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol. Sistem pembayaran tanpa sentuh diharapkan mampu mempercepat proses transaksi kendaraan, mengurangi antrian di gerbang tol, serta meningkatkan efisiensi dalam operasional.

Ahli transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan, Anton Budiharjo, menganggap MLFF sebagai bagian dari perubahan pengelolaan jalan tol yang tidak dapat dihindari.

Selain mempercepat pergerakan kendaraan, semua transaksi yang tercatat secara digital juga dianggap mampu meningkatkan kualitas pengawasan dan pengelolaan data.

Anton menyarankan pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan jalan tol yang memiliki kesiapan infrastruktur terbaik, misalnya di Jakarta.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya memulai penerapan pada satu gerbang tol terlebih dahulu, lalu mengembangkannya ke gerbang lain setelah sistem terbukti berjalan dengan baik.

Pendekatan bertahap ini dianggap mampu menurunkan risiko gangguan operasional sambil memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan sistem pembayaran baru yang memungkinkan kendaraan melewati gerbang tol tanpa harus berhenti.

Secara bertahap, penerapan MLFF diharapkan mampu mencakup seluruh gerbang tol di Indonesia dalam jangka panjang.

TerPopuler