
Ringkasan Berita:
- Dua jembatan yang terletak di Desa Bintang Permata dan Desa Bale Musara merupakan jalur penting yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.
- Kapten Inf Jan Suhardi, Danramil 05/Permata, mengungkapkan bahwa kemajuan pembangunan Jembatan Bailey di Desa Bintang Permata saat ini telah mencapai 95 persen.
Liputan Jurnalis Gayo Bustami | Bener Meriah
Gayo.com, REDELONG -Anggota TNI Koramil 05 Permata terus meningkatkan kecepatan pembangunan Jembatan Bailey di dua tempat berbeda sepanjang jalur Lintas KKA, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Dua jembatan yang terletak di Desa Bintang Permata dan Desa Bale Musara merupakan jalur penting yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.
Kapten Inf Jan Suhardi, Danramil 05/Permata, menyampaikan bahwa perkembangan pembangunan Jembatan Bailey di Desa Bintang Permata saat ini telah mencapai 95 persen.
"Saat ini anggota TNI bersama dengan tim gabungan terus mempercepat penyelesaian pekerjaan agar jembatan tersebut segera dapat beroperasi untuk mendukung perpindahan masyarakat antar-kabupaten," kata Danramil saat dimintai konfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Menurut Kapten Inf Jan Suhardi, pembangunan Jembatan Bailey ini adalah langkah pemerintah pusat untuk memperbaiki koneksi wilayah yang sempat terganggu akibat bencana hidrometeorologi pada tahun 2025.
"Kemudahan ini sangat penting. Insya Allah dalam waktu dekat keseluruhan pekerjaan dapat kita selesaikan sehingga koneksi antar wilayah kembali normal," tegasnya.
Sementara itu, perkembangan pembangunan Jembatan Bailey di lokasi kedua, yaitu Desa Bale Musara, juga menunjukkan kemajuan yang mencolok.
Pelaksanaan di lokasi ini diawasi langsung oleh Babinsa Koramil 05/Permata, Serka Zakaria.
Serka Zakaria mengungkapkan bahwa proyek Jembatan Bailey di Desa Bale Musara saat ini telah mencapai 79 persen.
"Keberadaan jembatan ini di masa depan akan mempermudah pergerakan penduduk serta penyebaran logistik, khususnya dari Aceh Utara menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah," kata Zakaria.
Ia menyampaikan, pembangunan jembatan ini tidak hanya memperbaiki jaringan transportasi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pendorong dalam meningkatkan perkembangan ekonomi warga sekitar.
"Pengerjaannya terus kita percepat dan diharapkan dalam waktu dekat seluruh tahapan dapat selesai sesuai rencana," tuturnya.
Diketahui bahwa pembangunan dua unit Jembatan Bailey di jalan eks Kertas Kraft Aceh (KKA), Kecamatan Permata, Meriah merupakan bentuk kerja sama dalam penanganan infrastruktur sekaligus tindak lanjut dari instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), untuk mempercepat pemulihan koneksi di jalur penting yang menghubungkan Aceh Utara, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Pembangunan Jembatan Bailey Disokong oleh Pemerintah Aceh Pembangunan Jembatan Bailey Dibiayai Oleh Pemerintah Aceh Jembatan Bailey Dibangun dengan Pendanaan dari Pemerintah Aceh Pemerintah Aceh Menyediakan Dana untuk Pembangunan Jembatan Bailey Pembangunan Jembatan Bailey Dianggarkan oleh Pemerintah Aceh Jembatan Bailey Dibangun Berkat Dukungan Finansial Pemerintah Aceh Pemerintah Aceh Memberikan Pendanaan untuk Membangun Jembatan Bailey Dana Pembangunan Jembatan Bailey Berasal dari Pemerintah Aceh
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Mawardi, sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh dana yang digunakan untuk pembangunan dan pemasangan Jembatan Bailey berasal dari anggaran Pemerintah Aceh melalui mekanisme Transfer ke Daerah (TKD).
Proyek pembangunan dua jembatan Bailey sepenuhnya ditanggung biayanya oleh Pemerintah Aceh melalui mekanisme TKD.
Pelaksanaannya merupakan tindak lanjut dari petunjuk Bapak Gubernur Aceh melalui kerja sama dengan Kodam Iskandar Muda agar keterhubungan masyarakat dapat segera pulih," kata Mawardi.
Mawardi menambahkan, Pemerintah Aceh bertanggung jawab dalam menyediakan dana, sedangkan Kodam Iskandar Muda berperan sebagai mitra pelaksana dalam pemasangan di lapangan.
Skema kerja sama ini diambil agar pengerjaan dapat selesai secara cepat dan sesuai dengan standar teknis pasca-bencana hidrometeorologi yang sempat mengganggu akses ke kawasan tersebut.(*)