Jutaan Pelayat Padati Teheran, AS Beri Iran Seminggu Berkabung: Ke Mana Mojtaba? -->

Jutaan Pelayat Padati Teheran, AS Beri Iran Seminggu Berkabung: Ke Mana Mojtaba?

5 Jul 2026, Minggu, Juli 05, 2026
Jutaan Pelayat Padati Teheran, AS Beri Iran Seminggu Berkabung: Ke Mana Mojtaba?

Jutaan orang datang ke Teheran, AS Beri Iran Kesempatan Seminggu untuk Berduka: Ke Mana Mojtaba?

Ringkasan Berita:
  • Teheran menyelenggarakan upacara pemakaman Ali Khamenei yang diikuti oleh jutaan orang yang datang untuk melayat serta perwakilan dari lebih dari 70 negara.
  • Donald Trump menyatakan Amerika Serikat memberikan waktu kepada Iran untuk melaksanakan upacara pemakaman dan kembali menegaskan bahwa Iran berkeinginan mencapai kesepakatan dengan Washington.
  • Kehadiran Pemimpin Tertinggi baru Mojtaba Khamenei memicu berbagai spekulasi mengenai ancaman keamanan dan perubahan politik di Iran setelah pergantian kepemimpinan.
 

NEWS.COM -Teheran, ibu kota Iran, dipenuhi oleh jutaan orang yang hadir dalam prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta empat anggota keluarganya.

Pesta menjadi salah satu peristiwa politik dan agama terpenting di Iran dalam beberapa dekade terakhir, dengan kehadiran utusan resmi dan tokoh agama dari lebih dari 70 negara.

Salat jenazah diadakan pada hari Minggu (5/7/2026) pagi di Masjid Imam Khomeini, Teheran, untuk Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya, yaitu Mesbah Al-Hoda Bagheri Kani, Bushra Al-Hosseini, Zahra Haddad Adel, serta cucunya Mohammadi Golpayegani yang masih berusia 14 bulan.

Sejak pagi hari, ribuan penduduk berkumpul di sekitar masjid sambil mengibarkan bendera hitam dan menyuarakan yel-yel yang meminta balas dendam.

Personel keamanan, tim kesehatan, dan panitia dikerahkan dalam jumlah besar untuk mengatur aliran jutaan jemaah.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan kehadiran delegasi internasional merupakan tanda kuatnya hubungan Iran dengan berbagai negara.

Menurut pemerintah Iran, proses berkabung akan berlangsung hingga 9 Juli, kemudian dilanjutkan ke beberapa kota di Iran serta singgah di Najaf dan Karbala, Irak, sebelum akhirnya dimakamkan di kota kelahiran Khamenei, yaitu Mashhad.

Trump Kembali Singgung Iran

Saat Iran mengadakan upacara pemakaman, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pidato Perayaan Kemerdekaan AS di Mount Rushmore, South Dakota.

Trump menyatakan bahwa Washington memberi waktu satu minggu kepada Iran untuk menghentikan operasi militer sehingga negara tersebut dapat melakukan pemakaman Ali Khamenei.

Ia juga menyampaikan kembali bahwa Iran sangat menginginkan penyelesaian politik dengan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa pemerintahnya telah memberikan tekanan besar terhadap Teheran.

Pada pidatinya, Trump menegaskan kembali bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Ia juga mengapresiasi yang ia sebut sebagai "masa keemasan Amerika", sambil mengkritik Partai Demokrat dan memperingatkan ancaman ideologi komunis terhadap masa depan Amerika Serikat.

Pernyataan Trump muncul dalam tengah-tengah proses diplomasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Sebelumnya, kedua negara telah menandatangani perjanjian kerja sama yang terdiri dari 14 poin dan melakukan diskusi teknis di Swiss serta Doha.

Namun beberapa isu penting, seperti pengelolaan Selat Hormuz, dikatakan belum mencapai kesepakatan.

Mojtaba Khamenei Absen

Poin lain dalam prosesi pemakaman adalah ketidakhadiran Mojtaba Khamenei, yang dijuluki sebagai Pemimpin Tertinggi Iran saat ini dalam naskah sumber.

Beberapa laporan mengatakan bahwa ketidakhadiran Mojtaba terkait dengan kekhawatiran akan keselamatan di tengah perang yang masih berlangsung.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat yang diberikan: 1. Beredar juga laporan mengenai ancaman tindakan pembunuhan terhadap beberapa pejabat tinggi Iran. 2. Muncul pula isu tentang adanya ancaman operasi pembunuhan terhadap sejumlah tokoh penting di Iran. 3. Terdengar kabar mengenai ancaman serangan pembunuhan terhadap beberapa pejabat senior Iran. 4. Ada pula informasi yang menyebutkan adanya ancaman tindakan pembunuhan terhadap beberapa pejabat tinggi Iran. 5. Beredarnya klaim bahwa ada ancaman operasi pembunuhan terhadap sejumlah pejabat pemerintahan Iran.

Media juga memberitakan dugaan bocoran yang menyebutkan bahwa Israel pernah berencana menyerang Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi selama proses negosiasi berlangsung.

Ahmadian, seorang analis politik Iran, menganggap kemungkinan kecil bahwa Mojtaba akan muncul di depan umum dalam kondisi keamanan saat ini.

Sementara mantan diplomat Amerika Serikat, Joey Hood, berpendapat bahwa kebocoran tersebut bisa dianggap sebagai pesan politik kepada Israel maupun Iran.

Di sisi lain, ahli konflik internasional Ibrahim Freihat menganggap isu tentang "pemenggalan kepemimpinan" Iran terlalu diberi perhatian berlebihan.

Menurutnya, pengalaman konflik sebelumnya menunjukkan bahwa kehilangan tokoh-tokoh kunci tidak selalu mampu melemahkan keseluruhan sistem politik Iran.

TerPopuler