Ringkasan Berita:
- Pentas Denny Caknan dalam soft launching SUBEC Surabaya dihiasi dengan keributan.
- Sebanyak 21 orang mengalami luka-luka, termasuk personel TNI dan petugas pemadam kebakaran.
- Keduanya mengalami patah tulang setelah terkena pagar besi yang ambruk.
- Keributan terjadi karena penonton yang memaksa masuk hingga gerbang rusak.
- Dinas Kesehatan Surabaya menanggung biaya pengobatan bagi korban yang mengalami patah tulang.
NEWS.COM- Acara peluncuran awal kawasan kreatif Surabaya Expo Center (SUBEC) di area bekas Hi-Tech Mall atau THR Surabaya, Jawa Timur berakhir dengan keributan, Minggu (5/7/2026).
Sebelum berubah menjadi pusat kreatif, Hi-Tech Mall pernah menjadi pusat perdagangan elektronik terbesar di Surabaya.
Pemerintah Kota Surabaya kembali mengatur ulang menjadi ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, komunitas lokal, serta industri kreatif.
SUBEC terletak di Jl. Kusuma Bangsa No.114, Tambaksari, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya, dengan jarak sekitar 1,9 kilometer dari pusat kota.
Sebagai tahap awal peluncuran, Pemkot Surabaya menyediakan panggung hiburan rakyat.
Namun, pertunjukan hiburan rakyat yang menghadirkan Denny Caknan dihiasi dengan tindakan saling dorong yang menyebabkan puluhan penonton cedera hingga pingsan.
Total terdapat 21 korban yang memerlukan perawatan medis di rumah sakit.
Dua orang di antaranya adalah anggota TNI dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya.
Keduanya menjadi korban setelah tertimpa pagar besi yang roboh karena didorong oleh penonton yang sangat banyak dari luar lokasi acara.
Mengutip dari Jatim.com, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr Billy Daniel Messakh menyebutkan, anggota TNI tersebut mengalami patah tulang pada kaki.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran mengalami patah tulang leher.
"Anggota TNI mengalami patah kaki, sedangkan petugas Damkar mengalami patah tulang leher. Penyebabnya adalah cedera akibat jatuh dan tertimpa pagar besi pembatas," katanya.
Pihak Dinas Kesehatan Surabaya akan menanggung seluruh biaya pengobatan terhadap kedua petugas tersebut.
Belasan Orang Dibawa ke Rumah Sakit
Terpisah, Kepala Bagian Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto menyampaikan, terdapat 21 korban yang memerlukan perawatan kesehatan.
"Rujuk RSUD Soewandi 12 orang, dipulangkan 1 orang, dan pulih di tempat setelah diperiksa oleh tim medis sebanyak 8 orang," kata AKP Hadi kepada Jatim.com.
Ia mengatakan, awalnya acara berjalan dengan baik sejak pukul 16.00 WIB ketika pintu masuk di gerbang utama dibuka.
Namun, pada pukul 19.27 WIB, ribuan penonton yang terjebak di luar lokasi mulai mendorong masuk hingga mengakibatkan gerbang utama rusak.
Lapangan langsung penuh sesak.
"Pukul 19.45 WIB, kerumunan orang tetap berusaha memaksa masuk meskipun terdapat pagar besi dari petugas pengamanan," ujar AKP Hadi.
Tidak lama kemudian, para peserta yang mengabaikan petunjuk petugas langsung memaksa masuk dan memenuhi seluruh area acara.
Meski sempat berlangsung tidak lancar, acara tetap berjalan ketika Denny Caknan naik ke panggung sekitar pukul 20.00 WIB.
Acara pertunjukan musik tersebut berakhir sekitar pukul 21.45 WIB dan para warga yang hadir perlahan mulai meninggalkan tempat tersebut.
Beberapa artikel ini telah tayang di Jatim.com dengan judul Dua Petugas Mengalami Patah Tulang Karena Keributan Konser Denny Caknan di Surabaya, Dinkes Menanggung Biaya
(news.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Jatim.com, Bobby Constantine Koloway)