Pemerintah Buka Suara Soal Alasan Prabowo Pilih TNI untuk Proyek Jembatan Garuda -->

Pemerintah Buka Suara Soal Alasan Prabowo Pilih TNI untuk Proyek Jembatan Garuda

29 Jul 2026, Rabu, Juli 29, 2026
Pemerintah Buka Suara Soal Alasan Prabowo Pilih TNI untuk Proyek Jembatan Garuda
Ringkasan Berita:
  • Bakom RI membuka alasan Presiden Prabowo Subianto menunjuk langsung TNI AD sebagai pelaksana program Jembatan Perintis atau Jembatan Garuda.
  • Pembentukan tim khusus untuk mempercepat pembangunan jembatan ini berawal dari kekhawatiran Prabowo terhadap infrastruktur di daerah yang terisolasi.
  • Instansi militer dipilih karena dianggap memiliki struktur organisasi yang paling siap.

NEWS.COM, JAKARTA -Pemerintah melalui Badan Komunikasi (Bakom) RI mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto menunjuk langsung TNI Angkatan Darat (TNI AD) sebagai pelaksana program Jembatan Perintis atau Jembatan Garuda.

Wakil Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, mengungkapkan bahwa pembentukan tim khusus untuk mempercepat pembangunan jembatan ini berawal dari kekhawatiran Prabowo terhadap infrastruktur di daerah yang terisolasi.

"Program jembatan perintis merupakan bagian dari satuan tugas darurat khusus atau percepatan pembangunan jembatan yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada 28 November 2025, setelah banyaknya laporan, temuan, dan video mengenai anak-anak sekolah di daerah terpencil yang mengambil risiko nyawa untuk menyeberangi sungai deras akibat tidak adanya jembatan yang memadai," kata Kurnia di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Untuk menghadapi situasi darurat tersebut, Presiden Prabowo segera menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai ketua tim tugas.

   

Instansi militer dipilih karena dianggap memiliki struktur institusional yang paling siap.

"Penunjukan TNI Angkatan Darat dalam menjalankan program ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Satuan Zeni TNI Angkatan Darat memiliki kemampuan teknis dalam pembangunan jembatan yang didukung oleh jaringan komando kewilayahan yang mencapai hingga tingkat desa," ujar Kurnia.

Selanjutnya, Kurnia menjelaskan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan pengalaman militer dalam berbagai operasi kemanusiaan serta pembangunan infrastruktur sipil di lokasi-lokasi yang sulit diakses oleh kontraktor biasa.

"TNI Angkatan Darat memiliki pengalaman panjang dalam membangun infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa serta berbagai operasi kemanusiaan, sehingga mampu bekerja dengan cepat, akurat, dan efisien, termasuk di daerah-daerah yang sebelumnya sulit diakses, didukung oleh kemampuan mobilisasi personel dan peralatan ke wilayah terpencil," tambahnya.

Sebagai informasi, pembentukan tim khusus Jembatan Garuda ini tidak hanya menargetkan wilayah terpencil, tetapi juga merespons kerusakan infrastruktur yang luas akibat bencana alam.

Beberapa daerah yang menjadi fokus penanganan darurat mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sebelumnya terkena dampak banjir bandang serta tanah longsor.

Sampai akhir Juli 2026, TNI AD dilaporkan telah menyelesaikan pembangunan 1.416 titik jembatan, yaitu sebesar 49,9 persen dari total target sebanyak 2.838 titik di 38 provinsi.

Proyek ini diharapkan mampu memulihkan kondisi ekonomi, mengurangi biaya logistik, serta memastikan layanan dasar seperti akses kesehatan dan pendidikan tetap berjalan lancar.

TerPopuler