Pemimpin Distrik Aifat Timur Minta Pemerintah Tuntaskan Keterbelakangan di Maybrat -->

Pemimpin Distrik Aifat Timur Minta Pemerintah Tuntaskan Keterbelakangan di Maybrat

4 Jul 2026, Sabtu, Juli 04, 2026
Pemimpin Distrik Aifat Timur Minta Pemerintah Tuntaskan Keterbelakangan di Maybrat
Ringkasan Berita:
  • Kepala Distrik Aifat Timur Jauh, Bernadus Aikingging, meminta pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap percepatan pembangunan di wilayah Aifat Timur Raya, Kabupaten Maybrat.
  • Jumat (3/7/2026), ia menegaskan Daerah Otonomi Baru (DOB) Aifat Timur menjadi harapan terbesar masyarakat untuk memperpendek jangkauan pengelolaan pemerintahan dan mengatasi keterbatasan infrastruktur dasar.
  • Melalui Forum SHEK Misi Papua Polhukam, Bernadus berharap semua usulan segera diambil tindakan.

SORONG.COM, SORONG -Kepala Distrik Aifat Timur Jauh, Bernadus Aikingging, mengajak pemerintah pusat serta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian yang lebih mendalam terhadap percepatan pembangunan di kawasan Aifat Timur Raya, Kabupaten Maybrat.

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri Forum SHEK Misi Papua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) dengan tema Sinkronisasi dan Evaluasi Dinamika Sosial Kemasyarakatan serta Stabilitas Keamanan di Kabupaten Maybrat yang diadakan oleh Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat Daya di Kota Sorong, Jumat (3/7/2026).

Di forum tersebut, Bernadus menekankan bahwa masyarakat Aifat Timur masih menghadapi berbagai tantangan pokok, mulai dari keterbatasan fasilitas infrastruktur, akses layanan umum, hingga ketidakseimbangan dalam pembangunan.

Menurutnya, keinginan terbesar masyarakat saat ini adalah percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Aifat Timur sebagai cara untuk memperdekat pelayanan pemerintahan dan mempercepat proses pembangunan.

"Harapan terbesar masyarakat di Aifat Timur adalah hadirnya Daerah Otonomi Baru (DOB). Kami percaya DOB bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi berbagai tantangan yang selama ini dialami masyarakat, mulai dari pelayanan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan," kata Bernadus.

Ia menganggap, selama cakupan pemerintahan masih terlalu luas, berbagai program pembangunan akan kesulitan mencapai masyarakat di daerah terpencil secara optimal.

"Jika pelayanan pemerintahan lebih dekat kepada masyarakat, maka proses pembangunan akan berjalan lebih cepat. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah mempertimbangkan aspirasi masyarakat mengenai pembentukan DOB," katanya.

Bernadus juga menyampaikan bahwa hingga saat ini beberapa daerah di Aifat Timur masih mengalami keterbatasan akses jalan, listrik, dan fasilitas pemerintahan yang memadai.

"Masih terdapat berbagai kebutuhan pokok masyarakat yang belum tercukupi. Jalan raya, pasokan listrik, gedung pemerintahan, serta fasilitas kesehatan masih memerlukan perhatian mendalam agar warga dapat merasakan kehadiran negara secara nyata," katanya.

Ia berharap pertemuan yang mengumpulkan pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait tidak hanya berakhir pada pembicaraan, tetapi menghasilkan tindakan nyata yang dapat segera diwujudkan.

"Kami berharap, seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum ini benar-benar diambil tindak lanjutnya. Masyarakat sudah terlalu lama menantikan perubahan. Yang diperlukan saat ini bukan hanya diskusi, tetapi realisasi pembangunan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat," kata Bernadus.

Forum SHEK Misi Papua Polhukam yang diselenggarakan BP3OKP Papua Barat Daya menjadi tempat diskusi bagi berbagai komponen masyarakat untuk menyampaikan harapan serta merancang langkah bersama dalam memperkuat ketenangan, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan warga di Kabupaten Maybrat, khususnya wilayah Aifat Timur Raya. (sorong.com/taufik nuhuyanan)

TerPopuler