Ringkasan Berita:
- Menteri PKP Maruarar Sirait mengunjungi program bedah rumah BSPS di Sumedang
- Maruarar menekankan kepentingan kejelasan tugas kepada jajaran BP3KP Jawa II.
- Program BSPS mengadopsi sistem Tender Rakyat guna memastikan transparansi bahan bangunan.
- Menteri Ara memberikan bantuan tambahan serta mengingatkan masyarakat untuk menjauhi perjudian online.
Laporan Kontributor Kiki Andriana
PRIANGAN.COM, SUMEDANG – Menteri Perumahan dan Wilayah Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengunjungi pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau perbaikan rumah di Lingkungan Burujul, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, hari Minggu (5/7/2026).
Pada kunjungan kerjanya, Maruarar yang akrab dipanggil Ara didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.
Ara berharap program pembangunan rumah berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, serta memberikan manfaat kepada masyarakat yang menerima bantuan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menekankan kepada Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II, Mulya Permana serta seluruh pihak untuk bekerja dengan kepastian, bukan hanya memberikan janji.
"Jangan ada bahasa yang tidak jelas seperti 'diusahakan'. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kejelasan, apakah bisa selesai atau pasti selesai," kata Maruarar kepada Mulya Permana.
Ara juga menegaskan bahwa masih banyak masyarakat di Jawa Barat yang memerlukan perhatian dari pemerintah, sehingga seluruh jajaran diminta untuk bekerja dengan cepat dalam memberikan solusi.
"Banyak penduduk Jawa Barat yang masih hidup dalam kemiskinan. Semoga pemimpin mereka dapat bekerja dengan cepat dan memberikan solusi," katanya.
Program BSPS yang ditinjau oleh Maruarar menggunakan sistem Pemilihan Terbuka Toko (PTT) atau dikenal juga sebagai Tender Rakyat.
Dengan sistem ini, masyarakat yang menerima bantuan diberikan kebebasan untuk memilih toko bangunan setempat yang menawarkan material dengan harga dan kualitas terbaik. Pendekatan ini dijalankan guna meningkatkan kejelasan serta memberikan wewenang kepada masyarakat dalam pemilihan bahan konstruksi.
Saat berjumpa dengan salah seorang penerima bantuan, Ara memberikan uang tambahan yang ia sebutkan sebagai dana untuk membeli susu.
Namun, ia juga menyampaikan pesan kepada penerima bantuan untuk memanfaatkan bantuan secara tepat dan menjauhi tindakan yang merugikan.
"Waspadalah kamu, jangan bermain judi online. Hormati orang tua," katanya. (*)
Baca artikel-artikel Priangan.com lainnya di Google News