
bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA -- Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo meminta Kementerian Sosial agar memberikan perhatian serius terhadap risiko terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hashim kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat memberikan pidato pada Acara Pelantikan dan Pengukuhan DPP, DPD, serta DPC Srikandi Jaga Desa di Jakarta, malam Jumat.
"Yang harus kita waspadai, Pak Wamen, adalah penyimpangan-penyimpangan. Saya sudah mendengar, sudah banyak menerima laporan, dan sudah ada indikasi adanya penyimpangan, Pak Wamen, jadi saya sampaikan, ya, Pak Wamen. Pengawasan harus sangat ketat," katanya.
Hashim mengakui menerima laporan terkait indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut dugaan penyimpangan tersebut.
Menurut Hashim, dua program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo memiliki tujuan yang mulia. MBG bertujuan memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup, sedangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bertujuan menciptakan kemandirian masyarakat desa.
Oleh karena itu, Hashim menekankan bahwa pelaksanaan program-program tersebut perlu diiringi dengan pengawasan yang sangat ketat.
"Jangan sampai tujuan yang mulia dan program yang sangat baik itu dihancurkan oleh setan dan hamba iblis di seluruh Indonesia. Di mana ada tujuan mulia dan program yang bagus, setan-setan akan datang," katanya.
Selain MBG dan koperasi desa, Hashim juga mengajukan permintaan kepada Kemensos untuk memantau pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
"Saya dengar, Pak Wamen, ada juga yang mulai bergerak dan mencoba memancing perhatian para pengurus dari Sekolah Rakyat ini," katanya.
Ia menegaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kondisi anak-anak dari keluarga kurang mampu.