
bengkalispos.com- Kegiatan pelayanan tidak berhenti ketika masa tugas selesai. Semangat inilah yang menjadi ciri dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Pemalang di Gedung Juang Kabupaten Pemalang, Jumat (11/7/2026).
Dengan mengusung tema "Satu Tekad Jiwa Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama", acara ini dihadiri oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Joko Ngatmo, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Khoeron, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Eko, para pejabat lingkup daerah, serta anggota PWRI Kabupaten Pemalang.
Perayaan HUT ke-64 juga diisi dengan pemberian bantuan kepada 70 anak yatim dan piatu, melalui penyerahan simbolis kepada 10 anak. Kegiatan ini menunjukkan komitmen PWRI dalam menjaga kepedulian sosial.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyatakan bahwa perjalanan PWRI selama 64 tahun merupakan bukti besar dari pengabdian para Wredatama kepada bangsa dan negara. Pengalaman para mantan pegawai ASN, menurutnya, tetap menjadi kekuatan yang mendukung pembangunan Kabupaten Pemalang.
"Perubahan zaman terus berlangsung. Pengalaman para Wredatama menjadi bekal yang sangat berharga dalam berkontribusi membangun daerah," ujar Anom.
Bupati Anom juga mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam memanfaatkan media sosial. Berkembangnya Teknologi Kecerdasan Buatan (AI), menurutnya, mengharuskan masyarakat semakin hati-hati dalam memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Ketua PWRI Kabupaten Pemalang Drs. Abdul Kadir menyatakan bahwa organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bagi para pensiunan Aparatur Sipil Negara, tetapi juga menjadi wadah untuk terus berkontribusi melalui ide-ide, pengalaman, serta perhatian terhadap isu sosial.
Selain memberikan bantuan sosial, PWRI secara rutin menyelenggarakan senam bersama setiap hari Selasa dan Jumat serta Khatmil Quran sebagai upaya menjaga kesehatan, memperkuat tali persaudaraan, dan meningkatkan pembinaan spiritual.
Abdul Kadir meminta seluruh anggota PWRI tetap bersemangat, dalam keadaan sehat, dan menghasilkan karya.
"Kegiatan pelayanan tidak berhenti hanya karena pensiun. Teruslah mencipta, menjaga hubungan baik, serta memberikan manfaat kepada masyarakat," tutupnya.(Slamet Febriansyah)