:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Warga-Desa-Talang-Banan-Pagar-Alam-sedang-gotong-royong-memperbaiki-jalan-Jumat-1022023.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga yang tinggal di perbatasan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah mengeluarkan uang pribadi guna memperbaiki jalan penghubung yang dalam kondisi sangat rusak.
- Tindakan mandiri ini dilakukan karena usulan perbaikan kepada pemerintah daerah tidak kunjung terealisasi selama bertahun-tahun.
- Ini adalah kali ketiga kami melakukan kegiatan gotong royong perbaikan jalan secara mandiri tanpa menerima bantuan dana dari pihak pemerintah.
Ini adalah kali ketiga kami melakukan kegiatan gotong royong perbaikan jalan secara mandiri tanpa menerima bantuan dana dari pihak pemerintah.ALI, Warga Sbukit Pepanyi
bengkalispos.com, REDELONG- Warga yang tinggal di perbatasan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, mengeluarkan uang pribadi untuk memperbaiki jalan penghubung yang dalam kondisi sangat rusak. Masyarakat bekerja sama untuk memperbaiki jalan antar kabupaten tersebut agar dapat digunakan kembali oleh penduduk setempat.
Tindakan ini diambil karena usulan perbaikan yang diajukan kepada pemerintah daerah tidak kunjung terealisasi selama bertahun-tahun.
Pemeliharaan jalan menggunakan metode rabat beton ini berada di perbatasan Kampung Bukit Pepanyi, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah dan Kampung Telege Atu, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah. Pekerjaan yang dilaksanakan pada hari Minggu (5/7/2026) merupakan tahap ketiga dari pembangunan tersebut.
Ali, warga setempat mengungkapkan, seluruh biaya pembangunan berasal dari donasi sukarela masyarakat di dua daerah tersebut, terutama mereka yang sering melewati jalur perkebunan dan permukiman tersebut.
Ini adalah kali ketiga kami melakukan kegiatan gotong royong perbaikan jalan secara mandiri tanpa menerima bantuan dana dari pemerintah," katanya dalam keterangan yang diterima Gayo.com, Senin (6/7/2026).
Menurut Ali, jalur tersebut merupakan akses penting bagi kebutuhan harian dan pergerakan ekonomi petani. Ia menyatakan, masyarakat sebenarnya telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan secara resmi kepada pihak daerah, tetapi hingga saat ini belum ada tindakan nyata yang dilakukan.
Dengan tindakan ini, masyarakat dari dua kabupaten berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah dan menyadari keluhan mengenai infrastruktur di wilayah perbatasan.mi)