Viral COD Mobil di Medan, Dua Pria Diduga TNI Dikeroyok -->

Viral COD Mobil di Medan, Dua Pria Diduga TNI Dikeroyok

29 Jul 2026, Rabu, Juli 29, 2026
COD Mobil Viral di Medan Menimbulkan Kekacauan, Dua Pria Diduga Anggota TNI Diarak

COD Mobil di Medan Viral, Menimbulkan Kekacauan, Dua Pria Diduga Anggota TNI Diusik

Dua personel TNI menjadi korban pengeroyokan saat sedang melakukan COD mobil di Medan. Polisi dan TNI langsung turun tangan untuk menyelidiki kejadian tersebut.

bengkalispos.com/ Peristiwa

Ferdian 29 Juli, 21:45 29 Juli, 21:45

bengkalispos.com- Dua pria diduga merupakan anggota TNI menjadi korban pengeroyokan saat transaksi mobil dengan sistem tunai di Medan, Sumatera Utara.

Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, pada malam Minggu (26/7/2026).

Berdasarkan informasi awal, kedua korban datang ke lokasi guna bertemu dengan calon pembeli mobil yang sebelumnya telah berkomunikasi dengan mereka.

Pertemuan tersebut diduga merupakan bagian dari kegiatan pertukaran kendaraan dengan sistem pembayaran tunai saat penerimaan.

Namun, keadaan berubah ketika kedua pria itu bertemu dengan calon pembeli di tempat yang telah disepakati.

Keduanya tiba-tiba dihakimi pencuri hingga menarik perhatian warga sekitar tempat kejadian.

Warga yang mendengar teriakan itu kemudian berbondong-bondong datang dan diduga langsung menyerang kedua korban.

Akibat kejadian tersebut, seorang korban yang memiliki rambut pendek dan tubuh gemuk mengalami luka di bagian tubuhnya.

Para korban terlihat mengalami luka memar dan mengeluarkan darah setelah menerima pukulan berulang.

Kepala Sektor Polisi Medan Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutar, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan mengenai dugaan tindakan penganiayaan tersebut.

Laporan diajukan oleh pihak yang menjadi korban setelah kejadian pemukulan terjadi.

Meski demikian, pihak kepolisian belum mengungkapkan secara rinci rangkaian peristiwa yang menyebabkan dua pria tersebut dikejar oleh massa dan kemudian dipukuli.

Penyidik masih melakukan penyelidikan apakah penganiayaan tersebut terkait dengan dugaan bahwa kendaraan yang akan dijual adalah mobil hasil curian atau ada masalah lain antara korban dan pembeli potensial.

Kemungkinan terkait tindakan yang dilakukan oleh calon pembeli untuk menangkap korban belum bisa dipastikan.

Petugas masih belum memutuskan apakah kejadian tersebut murni merupakan tindakan penganiayaan yang dipicu oleh teriakan "maling" dari seseorang di lokasi.

Mengutip dari Medan, Nelson memastikan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap peristiwa sebenarnya serta pihak-pihak yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.

“Kami telah menerima laporan, dan informasi yang kami peroleh menyebutkan bahwa korban masih dirawat di Rumah Sakit Putri Hijau,” ujar Kapolsek Medan Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar, Selasa (28/7/2026).

Keterangan tersebut mengindikasikan bahwa korban masih dalam proses pengobatan setelah menderita luka akibat pemukulan.

Namun, pihak kepolisian belum memberikan informasi mengenai kondisi terkini kedua korban serta jenis luka yang mereka alami secara rinci.

Identitas korban serta pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan belum diungkapkan kepada masyarakat.

Kemungkinan bahwa kedua korban adalah anggota TNI mendapat perhatian dari Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan.

Kapendam I/Bukit Barisan Letnan Kolonel Infanteri Sandy menyampaikan bahwa kasus ini kini juga ditangani oleh Detasemen Polisi Militer I/5 Medan.

Denpom I/5 Medan masih melakukan penyelidikan guna memverifikasi fakta dan status pihak-pihak yang terlibat.

"Peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Denpom I/5 Medan," ujar Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy.

Sandy belum memberikan penjelasan rinci mengenai alur kejadian pengeroyokan maupun identitas dua pria yang disebut-sebut sebagai anggota TNI.

Ia juga belum memberikan penjelasan terkait kendaraan yang menjadi objek transaksi COD dalam kejadian tersebut.

Sampai saat ini, informasi awal mengungkapkan bahwa penganiayaan dimulai ketika kedua korban datang untuk melakukan transaksi jual beli mobil secara tunai.

Kemudian suasana memanas setelah korban disebut pencuri oleh seseorang di tempat pertemuan.

Teriakan itu membuat warga berkerumun sebelum akhirnya kedua korban menderita kekerasan.

Belum diketahui siapa yang pertama kali mengucapkan kata pencuri dan alasan tuduhan itu diarahkan kepada kedua korban.

Petugas kepolisian belum memberikan informasi apakah kendaraan yang akan dijual telah disita sebagai barang bukti dalam penyelidikan. Informasi dari calon pembeli, warga sekitar, maupun saksi yang menyaksikan kejadian tersebut juga belum dirilis.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Medan Helvetia dan Denpom I/5 Medan diharapkan mampu mengungkap penyebab transaksi mobil COD yang berakhir dengan pengeroyokan.

Hasil penyelidikan juga penting untuk menentukan peran masing-masing pihak serta mengenali individu yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap kedua korban.

Copyright bengkalispos.com2026

Related Article

TerPopuler