1.926 hektare terbakar, Prabowo siapkan bantuan tambahan karhutla Sumsel -->

1.926 hektare terbakar, Prabowo siapkan bantuan tambahan karhutla Sumsel

25 Agu 2026, Selasa, Agustus 25, 2026
1.926 hektare terbakar, Prabowo siapkan bantuan tambahan karhutla Sumsel
Ringkasan Berita:
  • Prabowo meminta 1.926 hektare lahan mineral dan gambut yang terbakar di Sumsel segera dipadamkan, serta memastikan bantuan tambahan akan diberikan jika diperlukan
  • Ketersediaan air menjadi hambatan utama di beberapa daerah, sehingga pemerintah mengambil langkah seperti penggalian sumber air untuk membantu pencegahan kebakaran hutan.
  • Perusahaan berupaya meningkatkan kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan, termasuk dengan memiliki Regu Pemadam Kebakaran (RPK) yang telah dilatih serta peralatan yang memadai.

bengkalispos.com, PALEMBANG— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dilakukan dengan cepat dan optimal.

Prabowo meminta seluruh area yang masih terbakar segera diatasi agar api tidak menyebar dan menyebabkan dampak lebih parah terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Hal ini diungkapkan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan di Palembang, Senin (24/8/2026).

Prabowo menyampaikan, berdasarkan pengamatan citra satelit, luas area mineral dan gambut yang terbakar di Sumatera Selatan antara bulan Januari hingga Juli 2026 mencapai 1.926 hektar.

"Saya menekankan agar kebakaran lahan seluas 1.926 hektare segera dipadamkan. Jika diperlukan tambahan (bantuan) dari pihak atas, kita usahakan secepat mungkin," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, secara umum situasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan masih bisa dikendalikan. Namun, masalah kelangkaan air menjadi hambatan dalam upaya pemadaman di beberapa daerah.

"Sumsel menurut saya dalam kondisi terkendali. Yang sulit adalah air akan dibor, yang akan dikirim dalam waktu dekat," katanya.

Sumsel Memiliki 1,27 Juta Hektare Lahan Gambut

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan pemerintah daerah terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan serta lahan dengan melibatkan berbagai pihak.

Selain pemerintah dan aparat, perusahaan yang memiliki perkebunan atau kawasan konsesi juga turut serta dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Deru, Sumatera Selatan memiliki sekitar 1,27 juta hektare lahan gambut yang berisiko terbakar. Oleh karena itu, pencegahan menjadi komponen penting selain upaya pemadaman.

"Tidak semua titik panas merupakan titik api. Kami terus-menerus melakukan ini untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar," kata Deru.

Kepala Satuan Tugas Operasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel Brigjen TNI Khabib Mahfud menyatakan bahwa kesiapan perusahaan merupakan salah satu aspek penting dalam mempercepat penanggulangan kebakaran, terutama di area konsesi.

Ia memberikan contoh beberapa mitra pemasok dari APP Group, seperti PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Sebangun Bumi Andalas (SBA), dan PT Bumi Andalas Permai (BAP), yang ikut berkontribusi dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Khabib, perusahaan tersebut tidak hanya melakukan pemadaman di area konsesi, tetapi juga turut berpartisipasi dalam penanggulangan kebakaran di luar wilayah perusahaan.

"Jika yang lain seperti Sinar Mas (APP Group), saya melihat mereka sudah cukup aktif. Bahkan mereka memiliki pesawat atau helikopter sendiri yang digunakan untuk pemadam kebakaran hutan," katanya.

Khabib berharap persiapan ini dapat menjadi teladan bagi perusahaan lain dalam memperkuat sarana mitigasi dan penanggulangan kebakaran hutan.

Setiap perusahaan, menurutnya, diharuskan memiliki Tim Penanggulangan Kebakaran (TPK) yang terlatih, dilengkapi alat yang memadai, dan siap dikerahkan segera ketika terjadi kebakaran.

"Saya berharap setiap perusahaan memiliki RPK. Dan RPK tersebut sebaiknya merupakan tim pemadam kebakaran yang selalu dilengkapi, baik perlengkapannya maupun pelatihannya, serta mudah dalam pengoperasiannya," tutupnya.

TerPopuler