900 Hektare Karhutla Jadi Syarat, Prabowo Siapkan Kenaikan Jabatan untuk Dua Jenderal Riau -->

900 Hektare Karhutla Jadi Syarat, Prabowo Siapkan Kenaikan Jabatan untuk Dua Jenderal Riau

25 Agu 2026, Selasa, Agustus 25, 2026
900 Hektare Karhutla Jadi Syarat, Prabowo Siapkan Kenaikan Jabatan untuk Dua Jenderal Riau
Ringkasan Berita:
  • Prabowo mengapresiasi kinerja Komandan Kodim Riau Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Herry Heryawan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
  • Presiden meminta penyelesaian pengelolaan sekitar 900 hektare kebakaran hutan dan lahan di Riau sebelum rencana kenaikan jabatan.
  • Prabowo meminta Kepala Staf Angkatan Bersenjata dan Kepala Polisi Republik Indonesia untuk menemukan posisi yang cocok bagi kedua jenderal tersebut agar dapat naik jabatan.
  • Langkah pencegahan yang dilakukan Riau dinilai efektif dan memiliki potensi menjadi teladan bagi daerah lain dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
 

bengkalispos.com– Presiden Prabowo Subianto mengucapkan apresiasi kepada para pejabat pemerintah dan aparat keamanan yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Penghargaan tersebut disampaikan setelah Prabowo mendengarkan laporan mengenai perkembangan penanggulangan kebakaran hutan dari Pangdam Riau Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

Pada rapat yang diadakan di Posko Aju, Riau, Senin (24/8/2026), Prabowo menganggap tindakan pencegahan yang dilakukan oleh petugas di lapangan sudah berjalan dengan baik.

Namun, di balik pujian tersebut, terdapat satu tujuan yang masih perlu diperhatikan.

Prabowo meminta penanganan sekitar 900 hektare karhutla di Riau diselesaikan terlebih dahulu sebelum rencana kenaikan jabatan bagi dua jenderal tersebut dibicarakan lebih lanjut.

"Saya pikir ini hal yang positif, mungkin kita catat sebagai contoh untuk disampaikan ke daerah-daerah lain dalam menghadapi situasi ini. Langkah-langkah pencegahan yang kalian lakukan juga cukup baik," ujar Prabowo, dalam rapat di Posko Aju, Riau, Senin (24/8/2026), dilansir bengkalispos.com dari YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo Menyoroti Target 900 Hektare Kebakaran Hutan

Pernyataan Prabowo menggambarkan bahwa pemerintah tidak hanya memandang penanganan kebakaran hutan dari segi pemadaman api.

Tindakan pencegahan serta tanggap darurat di lapangan juga menjadi fokus perhatian.

Dalam penanggulangan kebakaran hutan, tindakan pencegahan perlu dilakukan agar api tidak menyebar dan menyebabkan dampak yang lebih parah.

Pengawasan daerah berisiko, patroli, pengenalan dini, serta kerja sama antar lembaga merupakan komponen krusial dalam pencegahan kebakaran.

Oleh karena itu, luas 900 hektare dalam pernyataan Prabowo menjadi target yang perlu mendapatkan perhatian.

Kepala negara meminta isu tersebut diselesaikan terlebih dahulu sebelum rencana kenaikan pangkat bagi Pangdam Riau dan Kapolda Riau dilanjutkan.

"Coba carilah posisi agar mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Ya, jika demikian 900 (hektar kebakaran hutan) selesai, Panglima TNI, Kapolri," kata Prabowo.

Pernyataan itu juga menunjukkan bahwa penghargaan terhadap kinerja petugas tidak berarti pekerjaan di lapangan telah selesai sepenuhnya.

Masa Jabatan Pangdam dan Kapolda Riau Ditanyakan Prabowo

Sebelum membahas kemungkinan kenaikan jabatan, Prabowo terlebih dahulu bertanya tentang lamanya masa tugas Pangdam Riau dan Kapolda Riau di wilayah tersebut.

"Kapolda sudah berapa lama berada di sini?" tanya Prabowo.

"Siap, 1 tahun," jawab Jenderal Agus.

"Kapolda?" tanya Prabowo.

"Siap, baru 17 bulan, eh baru 1 tahun lebih, Pak," jawab Kapolda Riau.

Setelah mendengar jawaban tersebut, Prabowo selanjutnya meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencari posisi yang cocok agar keduanya dapat naik jabatan.

Namun, Presiden kembali menekankan bahwa penyelesaian kebakaran hutan dan lahan harus menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan.

Bukan Hanya Masalah Memadamkan Api

Kebakaran hutan memiliki ciri khas yang berbeda dari kebakaran umum karena proses penanganannya bisa melibatkan area yang sangat luas, kondisi tanah yang rentan terbakar, serta pengaruh cuaca dan lingkungan.

Oleh karena itu, keberhasilan dalam mengatasi kebakaran hutan tidak hanya bisa diukur dari seberapa cepat api berhasil dipadamkan.

Pencegahan agar api tidak kembali menyebar juga merupakan bagian penting dalam strategi penanganganan.

Pemerintah umumnya memerlukan kerja sama antar sektor dalam menghadapi kebakaran hutan, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, tim pemadam kebakaran, hingga masyarakat yang tinggal di wilayah rentan terjadi kebakaran.

Lingkungan tersebut menjadikan pujian Prabowo terhadap tindakan pencegahan yang dilakukan oleh jajaran Riau sebagai bagian krusial dari pernyataannya.

"Saya pikir ini hal yang baik, mungkin kita catat sebagai contoh yang bisa disampaikan ke daerah-daerah lain dalam menangani situasi ini. Langkah-langkah pencegahan yang kalian lakukan juga cukup baik," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa cara mengatasi masalah yang dianggap efektif di suatu wilayah bisa menjadi bahan penilaian untuk diterapkan di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Prabowo Tegaskan Gaya Penilaiannya

Prabowo selanjutnya menjelaskan bahwa dirinya akan merespons berdasarkan hasil kerja dari tim di lapangan.

Presiden menyatakan bahwa dirinya tidak ragu untuk memberikan kritik jika pekerjaan yang dilakukan tidak berjalan dengan baik. Sebaliknya, pujian juga diberikan ketika kinerja yang ditunjukkan dinilai baik.

"Saya bukan siapa-siapa, saya kalau, Anda tahu saya... Jika tidak baik, saya juga akan berbicara dengan kasar. Tapi, jika baik, saya akan berbicara dengan baik," katanya.

Pernyataan itu menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan kepada Pangdam Riau dan Kapolda Riau terkait dengan penilaian terhadap kinerja mereka dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Peningkatan Jabatan Tidak Menjamin Keuntungan Otomatis

Meski Prabowo mengharapkan Panglima TNI dan Kapolri mencari posisi yang sesuai sehingga kedua jenderal tersebut bisa naik, pernyataan tersebut belum menandakan bahwa keputusan promosi telah ditentukan.

Presiden justru menyampaikan persyaratan yang tegas dalam pernyataannya, yaitu isu terkait sekitar 900 hektare kebakaran hutan dan lahan harus diselesaikan lebih dahulu.

Oleh karena itu, terdapat dua pesan yang muncul dari pertemuan tersebut.

Pertama, pemerintah mengapresiasi tindakan pencegahan dan penangangan kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh jajaran Riau.

Kedua, apresiasi tersebut tetap diiringi permintaan agar pekerjaan di lapangan benar-benar selesai.

Untuk penanganan kebakaran hutan, pendekatan semacam ini penting karena keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh penghargaan terhadap petugas, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengendalikan api dan mencegah risiko kebakaran kembali meluas.

Pernyataan Prabowo menarik karena menggabungkan apresiasi dan tujuan dalam satu kesempatan.

Dua perwira militer di Riau menerima sinyal yang baik terkait kinerja mereka, namun Presiden belum langsung menganggap tugas selesai.

900 hektare menjadi tanda bahwa hasil akhir tetap menjadi faktor yang sangat penting. Di sisi lain, pujian terhadap tindakan pencegahan menunjukkan adanya perhatian terhadap strategi yang diambil sebelum kebakaran menyebar.

Jika pola tersebut diterapkan secara konsisten, penanggulangan kebakaran hutan tidak hanya fokus pada tindakan setelah api muncul, tetapi juga pada pencegahan serta persiapan menghadapi kejadian tersebut.

Bagi wilayah lain yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan, evaluasi terhadap strategi pencegahan Riau juga bisa menjadi salah satu pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kondisi setempat.

Buat bengkalispos.com sebagai situs berita favoritmu dengan mengklik tautan ini

TerPopuler