
bengkalispos.com, JOMBANG - Anggota Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan perhatian mendalam terhadap kestabilan informasi sebelum pelaksanaan acara besar organisasi.
PBNU mengajak seluruh anggota dan utusan wilayah yang hadir dalam Muktamar ke-35 NU untuk bersama-sama menjaga suasana politik organisasi tetap tenang.
Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf dalam pernyataannya di Jombang, Jawa Timur, Jumat, menyebutkan bahwa banyak informasi dan potongan berita yang terdapat di media sosial dinilai tidak sesuai dengan fakta serta berisiko memicu keributan dalam lingkungan NU.
"Saya berharap kita bisa bersama-sama menjaga ketenangan dan kesejukan. Di media sosial terdapat banyak komentar dan potongan berita yang tidak sesuai dengan kenyataan," ujarnya.Ia yakin peserta Muktamar ke-35 NU tidak mudah terjebak oleh informasi yang belum diverifikasi, termasuk berita palsu dan data yang dianggap merugikan organisasi.
Menurutnya, persiapan Muktamar ke-35 NU, baik dari segi teknis maupun konsep, sudah selesai, sehingga seluruh pihak diharapkan dapat fokus pada pelaksanaan muktamar.
"Persiapan di segala aspek teknis dan konseptual telah selesai sepenuhnya. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan bahwa banyak berita yang tidak benar beredar di media sosial menjelang muktamar ini, berita-berita yang merusak persatuan Nahdlatul Ulama," kata Saifullah yang juga Menko Sosial.
Ia juga menekankan perlunya menjaga tradisi NU dalam menghormati ulama, kiai, dan guru.Menurutnya, perbedaan pendapat menjelang muktamar seharusnya tidak disampaikan dengan cara yang bisa merendahkan atau menyerang para ulama.
"Dari awal kita diajarkan untuk menghormati ulama, menghormati kiai, serta menghormati guru-guru kita. Kini kita melihat sebagian dari kalangan kita, di lingkungan ulama, yang mulai kehilangan kendali diri dan membuat pernyataan-pernyataan yang tidak semestinya," ujarnya.
Saifullah tidak merinci isu yang beredar di media sosial, namun mengingatkan semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.Ia menganggap usaha menjaga suasana yang kondusif sebagai bagian dari penghormatan terhadap tradisi dan warisan para pendiri NU.
"Saya tidak tahu apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Isu-isu yang sedang ramai itu saya jujur saja tidak ingin menyebutkan satu per satu. Tapi banyak di antaranya adalah hoaks, banyak yang palsu, dan banyak yang fitnah," katanya.
PBNU berharap seluruh peserta dan anggota NU dapat menjaga persaudaraan sepanjang rangkaian Muktamar ke-35 NU sehingga acara tersebut berjalan dengan tertib, damai, dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi organisasi Nahdlatul Ulama.
Muktamar NU yang ke-35 akan diadakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026 dengan tema semangat kegembiraan, persatuan, dan kesejahteraan.
Pertemuan tertinggi NU akan dihadiri oleh peserta dari berbagai wilayah.
PBNU juga telah mengundang Presiden Prabowo Subianto hadir dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU dan berharap Presiden dapat menerima undangan tersebut.(antara/jpnn)