AS Minta Bantuan Tiongkok untuk Mengisolasi Ekonomi Iran, Tiongkok Menolak -->

AS Minta Bantuan Tiongkok untuk Mengisolasi Ekonomi Iran, Tiongkok Menolak

21 Agu 2026, Jumat, Agustus 21, 2026

bengkalispos.com.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengingatkan kawan-kawan AS untuk melakukan isolasi ekonomi terhadap Iran. Ia menyatakan, negara atau mitra yang tidak mengambil tindakan serupa berarti memilih untuk bersaing dengan Washington.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan rencana untuk kembali memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengisolasi Iran secara ekonomi. Mengenai hal tersebut, Scott Bessent berharap agar sekutu melakukan sikap dan langkah yang sama seperti AS.

"Ini akan menjadi isolasi ekonomi yang terkoordinasi paling besar dalam sejarah dunia. Dan kami akan pergi kepada mereka (sekutu) dan berkata, Anda berada di sisi kami atau melawan kami," ujar Bessent saat diwawancarai.CNBC, Kamis (20/8/2026).

Saat ditanya apakah Amerika Serikat akan ikut mendorong Tiongkok untuk mengisolasi Iran secara ekonomi, Bessent menyatakan bahwa ada banyak diskusi yang sebaiknya dilakukan secara rahasia. Namun, Bessent mengakui bahwa AS juga telah meminta Tiongkok untuk mematuhi permintaan terkait isolasi Iran.

Ia menambahkan sanksi terbaru diharapkan makin memperparah kondisi ekonomi Iran. Tujuan utamanya adalah tumbangnya pemerintahan Iran.

"Ini akan berhasil di Iran dan kami akan menghancurkan pemerintahan ini. Ini akan menjadi isolasi ekonomi yang terkoordinasi paling besar dalam sejarah dunia," kata Bessent.

Menurut Bessent, dengan adanya sanksi ekonomi, Amerika Serikat tidak perlu lagi terlibat dalam operasi militer yang berat terhadap Iran. "Jika kita memberikan tekanan ekonomi maksimal, maka ini berarti bahwa kemungkinan tidak akan ada"restartenergi kinetik dalam skala besar, tetapi saya ingin menekankan bahwa ini untuk saat ini," katanya.

 
     

ChinaPada Kamis (20/8/2026), Beijing menentang penerapan sanksi ekonomi terbaru oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Beijing menyatakan bahwa diplomasi adalah jalan untuk mengakhiri perselisihan tersebut.

"Memberikan sanksi dan tekanan tidak akan membantu menyelesaikan masalah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian.

"China mengharapkan pihak-pihak yang terkait untuk bertindak dengan tanggung jawab dan menyelesaikan masalah melalui metode diplomatik dan politik," kata Lin.

Donald Trump pada hari Rabu mengumumkan apa yang ia sebut sebagai "operasi ekonomi paling merusak yang pernah dilakukan terhadap sebuah negara." Langkah penerapan sanksi terbaru bertujuan untuk mengisolasi Iran dan memberi peringatan kepada negara-negara serta perusahaan yang membantu Teheran akan menghadapi konsekuensi berat.

Menurut Trump, Amerika Serikat akan memutus saluran keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran. "Hari ini, saya juga mengumumkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintah yang menyediakan jenis jalur kehidupan apa pun bagi Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat berat," ujar Trump.

Meskipun menghadapi ancaman seperti itu, pemerintah Iran tidak merespons secara emosional. Mereka menyatakan bahwa terus mempertahankan kebijakan yang tidak efektif hanya akan mengakibatkan kekalahan dan meningkatnya ketidaksetiaan dari masyarakat Iran.

Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa tindakan terorisme ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat berpotensi membahayakan perekonomian dunia serta kedaulatan beberapa negara.

TerPopuler