BPS Blora Mengatakan Data Sensus Ekonomi 2026 Akan Digunakan Sebagai Dasar Pemerintah Membuat Kebijakan Ekonomi
JATENG.COM, BLORA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora mengatakan data yang diperoleh dari sensus ekonomi 2026 akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi berikutnya.
Oleh karena itu, petugas sensus yang telah ditempatkan mencari data mengenai kegiatan perekonomian masyarakat secara menyeluruh.
Kepala BPS Kabupaten Blora, Rukhedi, menyampaikan bahwa dalam Sensus Ekonomi 2026, petugas tidak hanya mencatat keberadaan usaha masyarakat, tetapi juga mengumpulkan data terkait aktivitas ekonomi yang dilakukan dalam jangka satu tahun.
Beberapa hal yang menjadi pertanyaan meliputi omset bisnis, biaya yang dikeluarkan, sumber dana, serta penghasilan dari aktivitas usaha.
Menurutnya, data tersebut kelak digunakan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian masyarakat serta menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan.
"Karena sensus ekonomi, maka yang dibicarakan adalah sejauh mana usaha yang dilakukan oleh masyarakat. Sumber penghasilannya, omzetnya berapa, lalu biaya-biaya yang dikeluarkan apa saja, sumber modal yang digunakan dari mana dan lain sebagainya," katanya, Senin (10/8/2026).
Rukhedi menjelaskan bahwa pendataan juga meliputi masyarakat yang memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.
Sebagai contoh, dalam satu keluarga terdapat usaha perdagangan serta kegiatan pertanian, kedua jenis aktivitas ekonomi tersebut tetap dicatat oleh petugas.
"Jika dalam satu rumah terdapat dua usaha, seperti perdagangan dan pertanian misalnya, kita juga mencatat keduanya. Jadi kegiatan selama setahun, berapa omzetnya, berapa margin keuntungannya, serta biaya-biaya yang dikeluarkan," katanya.
Khusus untuk masyarakat yang memiliki penghasilan tidak stabil, seperti petani, perhitungan dilakukan dengan menggabungkan pendapatan dari seluruh aktivitas ekonomi dalam satu tahun.
"Penghasilan yang kita hitung adalah selama satu tahun. Misalnya, petani menanam padi selama tiga bulan pertama, lalu jagung selama tiga bulan berikutnya, dan di bulan-bulan lain mungkin menanam tanaman lainnya. Nanti kita kumpulkan totalnya dalam jangka setahun," jelasnya.(Iqs)