
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kedatangan dua evaluator UNESCO Global Geopark (UGG), yaitu Han Jinfang dan Kana Furusawa, di Rumah Adat Belitung pada hari Senin (3/8). Kedatangan tim evaluasi ini menjadi tanda dimulainya proses revalidasi status UNESCO Global Geopark Belitung yang sebelumnya mendapat peringatan berupa kartu kuning (yellow card).
Kepala Daerah Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyatakan bahwa tim penilai akan melakukan pemantauan langsung terhadap tindak lanjut dari rekomendasi dan temuan yang diberikan dalam evaluasi sebelumnya. "Alhamdulillah, hari ini mereka kemungkinan sudah mulai bergerak untuk melihat langsung tindak lanjut atas rekomendasi dan temuan pada evaluasi sebelumnya," ujar Djoni Alamsyah.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Belitung telah mempersiapkan seluruh tindak lanjut terkait rekomendasi yang menjadi catatan dari UNESCO dan berharap hasil evaluasi kali ini sesuai dengan ekspektasi. Berdasarkan persiapan yang telah dilakukan, ia menilai kondisi destinasi Geopark Belitung kini jauh lebih baik dibandingkan saat evaluasi sebelumnya.
"Jika melihat gambaran yang kami lihat, kondisi destinasi Geopark Belitung saat ini jauh lebih baik dan kami merasa jauh lebih siap dibanding sebelumnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, tim evaluasi dijadwalkan berada di Belitung selama sekitar lima hari untuk melakukan pemeriksaan lapangan di beberapa geosite. Setelah itu, semua hasil penilaian akan dibahas dalam sidang UNESCO sebagai dasar penetapan status Geopark Belitung.
"Sebelumnya mereka hanya melihat dokumen berupa video, kali ini mereka ingin melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi, termasuk ke Pulau Lima," katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani berharap positif bahwa UNESCO Global Geopark (UGG) Belitung dapat kembali memperoleh Green Card setelah proses revalidasi yang dilakukan dua evaluator UNESCO, Han Jinfang dan Kana Furusawa.
Menurut Vina, status Green Card sangat berarti bagi masa depan sektor pariwisata Belitung yang saat ini sedang dalam proses pemulihan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. "Kami tentu sangat yakin. Tadi saya sampaikan kepada asesor bahwa proses penilaian ini sangat penting bagi masa depan Belitung," ujar Vina.
Ia menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, DPRD Belitung menyampaikan harapan agar UNESCO kembali memberikan Green Card kepada Belitung. Hal ini karena status tersebut akan berdampak signifikan terhadap perkembangan pariwisata daerah.
Vina menganggap bahwa tim evaluator memberikan tanggapan yang positif terhadap berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung bersama seluruh pihak terkait sejak menerima kartu kuning dalam evaluasi sebelumnya.
"Dari pertemuan sebelumnya, kami melihat tim asesor sangat terbuka. Kami juga telah menyampaikan berbagai poin perbaikan atau peningkatan yang telah dilakukan sebagai tindak lanjut dari rekomendasi sebelumnya," katanya.
Selanjutnya, sebagai bentuk dukungan terhadap proses revalidasi tersebut, DPRD Belitung sedang menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Perlindungan Batu Satam. Menurut Vina, peraturan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari rekomendasi UNESCO terkait perlindungan warisan geologi, khususnya Batu Satam yang selama ini masih dijual bebas.
"Salah satu saran yang perlu kami tindak lanjuti adalah perlindungan warisan geologi, khususnya Batu Satam yang selama ini masih dijual bebas," ujarnya. (dol)