Daftar Menteri Prabowo Terbaik Berdasarkan Survei, Bahlil Masuk 3 Besar -->

Daftar Menteri Prabowo Terbaik Berdasarkan Survei, Bahlil Masuk 3 Besar

10 Agu 2026, Senin, Agustus 10, 2026
Daftar Menteri Prabowo Terbaik Berdasarkan Survei, Bahlil Masuk 3 Besar

-MEDAN.com - Persepsi masyarakat terhadap kinerja para menteri di dalam Kabinet Merah Putih kembali menjadi fokus pembicaraan.

Hasil penelitian Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilaksanakan dari akhir Juli hingga awal Agustus 2026 menunjukkan beberapa nama mendapatkan penilaian baik dari masyarakat.

Dalam penelitian tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduduki peringkat teratas sebagai menteri yang dinilai memiliki kinerja terbaik.

Di bawahnya terdapat Kepala Sekretariat Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Penelitian IPO dilakukan terhadap 1.200 peserta dari tanggal 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS), yaitu teknik pengumpulan data yang memilih peserta secara bertahap dengan memperhatikan pembagian kelompok atau strata tertentu agar sampel mampu mencerminkan populasi yang diteliti.

Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dan para menteri bersifat dinamis. Artinya, tingkat penilaian bisa berubah sesuai dengan perkembangan situasi, kebijakan, maupun tingkat ketenaran setiap pejabat.

Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri dengan Kinerja Terbaik

Berdasarkan data survei IPO, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduduki peringkat pertama dalam penilaian masyarakat terhadap kinerja para menteri.

Purbaya memperoleh penilaian positif tertinggi dibandingkan sejumlah menteri lainnya yang masuk dalam pengukuran tersebut.

Peringkat kedua diisi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan persentase penilaian positif sebesar 33,5 persen. Di posisi ketiga yaitu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan angka 32,0 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyatakan, pandangan masyarakat terhadap para menteri yang dinilai memiliki kinerja yang baik berkaitan dengan tingkat ketenaran mereka.

"Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketiga," kata Dedi dalam konferensi pers di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

Dengan hasil tersebut, Teddy tidak hanya berada di jajaran teratas dalam penilaian kinerja, tetapi juga termasuk figur menteri yang paling banyak dikenal oleh masyarakat.

Teddy Indra Wijaya Raih Penilaian Positif 33,5 Persen

Nama Teddy Indra Wijaya menjadi salah satu yang menonjol dalam hasil survei terbaru IPO.

Sekretaris Kabinet mendapat penilaian positif sebesar 33,5 persen, sehingga berada di posisi kedua dalam daftar menteri dengan kinerja terunggul.

Teddy berada langsung di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan di atas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Selain penilaian terhadap kinerja, survei IPO juga mengukur tingkat ketenaran para menteri. Hasilnya, sebanyak 41 persen responden menyatakan mengenal atau mengetahui nama Teddy Indra Wijaya.

Tingkat ketenarannya menjadikan Teddy berada di peringkat kedua setelah Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya mencatatkan tingkat popularitas sebesar 43,5 persen. Diikuti oleh Bahlil Lahadalia dengan 32,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono yang memiliki angka 30,4 persen, serta Zulkifli Hasan dengan 26,1 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa Teddy memiliki posisi yang cukup signifikan dalam dua kategori sekaligus, yaitu penilaian terhadap kinerja dan tingkat kesadaran publik.

Bahlil Lahadalia Masuk Tiga Besar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menduduki posisi ketiga dalam daftar menteri yang memiliki kinerja terbaik menurut survei IPO.

Bahlil mendapatkan penilaian yang baik sebesar 32,0 persen.

Berdasarkan angka tersebut, Bahlil berada di bawah Purbaya dan Teddy. Selain masuk tiga besar dalam penilaian kinerja, Bahlil juga tercatat sebagai salah satu menteri yang memiliki tingkat ketenaran yang cukup tinggi.

Dalam pengukuran tingkat ketenaran, nama Bahlil diketahui oleh 32,8 persen peserta survei.

Hasil tersebut menjadikan Bahlil berada di bawah Purbaya dengan perolehan 43,5 persen dan Teddy dengan 41 persen. Di bawah Bahlil, terdapat Agus Harimurti Yudhoyono dengan 30,4 persen serta Zulkifli Hasan dengan 26,1 persen.

Amran hingga AHY Juga Terdaftar Di Atas

Selain tiga nama teratas, survei IPO juga mencatat beberapa menteri lain yang mendapatkan penilaian positif yang cukup tinggi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berada di urutan berikutnya dengan persentase penilaian positif sebesar 30,9 persen.

Setelah Amran, terdapat Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan persentase 26,5. Sementara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono mendapatkan penilaian positif sebesar 25,3 persen.

Oleh karena itu, posisi teratas dalam penilaian publik terhadap kinerja menteri dalam survei tersebut menunjukkan persaingan yang cukup beragam.

Purbaya menduduki posisi pertama, diikuti oleh Teddy Indra Wijaya, Bahlil Lahadalia, Andi Amran Sulaiman, Zulkifli Hasan, serta Agus Harimurti Yudhoyono.

Survei Juga Mengukur Menteri yang Kinerjanya Dinilai Tidak Memadai

IPO tidak hanya mencerminkan pandangan masyarakat terhadap menteri yang dianggap memiliki kinerja yang baik. Lembaga survei tersebut juga mengajukan pertanyaan kepada responden mengenai menteri yang dinilai memiliki kinerja yang buruk.

Di kategori ini, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menduduki peringkat pertama dengan persentase 51,8 persen.

Kemudian Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meraih angka 48,5 persen.

Sementara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memiliki tingkat kepercayaan sebesar 4,5 persen berdasarkan data yang disampaikan IPO.

Dedi Kurnia Syah menyampaikan data tersebut ketika menjelaskan pandangan masyarakat terhadap kinerja anggota kabinet.

"Yang pertama adalah Menteri HAM Natalius Pigai dengan 51,8 persen, Menteri PU Dody Hanggodo sebesar 48,5 persen, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni hanya 4,5 persen," kata Dedi.

Menurut Dedi, hasil tersebut tidak boleh dianggap sebagai penilaian yang bersifat tetap. Pandangan masyarakat bisa berubah seiring dengan perubahan politik, kebijakan pemerintah, serta perkembangan kondisi sosial dan ekonomi.

"Maka, kondisi masyarakat menurut saya selalu berubah-ubah dalam memberikan penilaian," katanya.

Penelitian IPO Melibatkan 1.200 Peserta

Survei yang menjadi dasar penilaian tersebut dilakukan oleh IPO dari tanggal 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Sebanyak 1.200 peserta terlibat dalam penelitian tersebut. Teknik yang digunakan adalah stratified multistage random sampling atau SMRS.

Metode ini merupakan cara pengambilan sampel yang dilakukan secara bertahap dengan membagi populasi menjadi kelompok-kelompok tertentu sebelum menentukan subjek penelitian. Dengan pendekatan ini, peneliti berusaha mendapatkan sampel yang mewakili kelompok masyarakat yang menjadi target penelitian.

Survei ini memiliki kesalahan margin sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Selisih yang mungkin terjadi antara hasil penelitian dengan keadaan sebenarnya di populasi disebut sebagai margin of error. Sementara itu, tingkat akurasi atau tingkat kepercayaan 95 persen menggambarkan tingkat keyakinan statistik yang digunakan dalam memahami hasil survei.

Berdasarkan hasil tersebut, Teddy Indra Wijaya tercatat sebagai salah satu tokoh yang cukup menonjol karena mendapatkan penilaian positif sebesar 33,5 persen serta memiliki tingkat ketenaran sebesar 41 persen.

Penilaian masyarakat terhadap pemerintah bersifat berubah-ubah Persepsi publik terhadap pemerintah bersifat dinamis Evaluasi masyarakat terhadap pemerintah bersifat fleksibel Opini rakyat terhadap pemerintah bisa berubah seiring waktu Penilaian masyarakat terhadap pemerintah tidak tetap Tanggapan publik terhadap pemerintah bersifat variatif Persepsi masyarakat terhadap pemerintah bersifat dinamis Ekspektasi publik terhadap pemerintah bisa berubah Pandangan masyarakat terhadap pemerintah bersifat fluktuatif Kepuasan publik terhadap pemerintah bersifat tidak stabil

Laporan survei IPO juga menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah bersifat sementara.

Penilaian terhadap seorang menteri bisa berubah seiring dengan kebijakan yang diterapkan, program yang dirasakan oleh masyarakat, laporan media tentang kementerian tersebut, serta perubahan situasi nasional.

Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa hasil survei dalam periode tertentu tidak bisa secara langsung dianggap sebagai gambaran tetap mengenai kinerja seorang pejabat.

Di tengah survei IPO terbaru, Purbaya Yudhi Sadewa, Teddy Indra Wijaya, dan Bahlil Lahadalia menduduki posisi teratas berdasarkan evaluasi para peserta.

Ketiganya juga memiliki tingkat ketenaran yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan beberapa menteri lain yang diukur melalui survei.

Contohnya, Teddy meraih penilaian positif sebesar 33,5 persen dan tingkat popularitas 41 persen. Angka popularitas ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan Purbaya yang mencapai 43,5 persen.

Hasil Penelitian Bulan April 2026 Sebagai Perbandingan

Sebelum survei IPO pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026, hasil survei mengenai kinerja kabinet juga pernah dipublikasikan pada April 2026.

Saat itu, Cyrus Network melakukan survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kementerian dan lembaga.

Peneliti Utama Cyrus Network Syahril Ilhami menyampaikan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja menteri dalam Kabinet Merah Putih mencapai 70 persen.

Dalam survei tersebut, terdapat dua kementerian atau lembaga yang disebut konsisten berada dalam lima besar, baik dalam kategori popularitas maupun kinerja.

Kedua institusi tersebut adalah Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet.

Survei yang dilakukan oleh Cyrus Network melibatkan sebanyak 1.260 responden. Wawancara dilaksanakan secara langsung di 126 desa atau kelurahan yang berada di 38 provinsi di Indonesia.

Pelaksanaan pengambilan data dilakukan dari tanggal 1 hingga 5 April 2026.

Jika dibandingkan dengan hasil survei IPO terbaru, Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet kembali menunjukkan posisi yang cukup kuat. Dalam survei IPO, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berada di puncak dalam penilaian kinerja, sementara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berada di peringkat kedua.

Posisi Menteri Prabowo di Mata Masyarakat

Laporan survei terkini IPO menunjukkan bagaimana masyarakat menilai kinerja beberapa anggota Kabinet Merah Putih.

Yudhi Sadewa Purbaya menjadi nama yang menduduki peringkat terdepan dalam penilaian kinerja. Teddy Indra Wijaya berada di posisi kedua dengan raihan 33,5 persen, sedangkan Bahlil Lahadalia menempati urutan ketiga dengan angka 32,0 persen.

Di bawah mereka, Andi Amran Sulaiman mendapatkan 30,9 persen, Zulkifli Hasan dengan 26,5 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono dengan 25,3 persen.

Di sisi lain, IPO juga mencerminkan persepsi terhadap menteri yang dinilai memiliki kinerja kurang memuaskan. Natalius Pigai berada di posisi pertama dengan 51,8 persen, diikuti Dody Hanggodo dengan 48,5 persen dan Raja Juli Antoni dengan 4,5 persen sesuai data dari survei tersebut.

Penilaian tersebut juga menggambarkan perbedaan pandangan masyarakat terhadap setiap anggota kabinet.

Prabowo Pernah Mengatakan Laporan Pemerintahannya "Bagus"

Laporan survei mengenai kinerja para menteri muncul tidak lama setelah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahannya sendiri.

Prabowo sebelumnya pernah memberikan penilaian 6 dari 10 pada awal masa kepemimpinannya. Namun, setelah hampir dua tahun memimpin, Prabowo menyatakan bahwa hasil kinerja pemerintahannya saat ini sudah dalam kondisi yang menurutnya cukup baik.

Prabowo bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 20 Oktober 2024.

Pada peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026), Prabowo memberikan pendapatnya mengenai perkembangan pemerintahannya.

"Jujur saja, selama dua tahun ini kita baru mencapai prestasi, tapi saya rasa dua tahun itu cukup, nilai kita bagus menurut saya," ujar Prabowo.

Ia kemudian menyatakan bahwa pemerintah kini merasa lebih percaya diri dalam menghadapi masyarakat karena menilai beberapa hasil telah berhasil dicapai.

"Kini kita berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, serta menghadapi bangsa Indonesia, kita penuh dengan keyakinan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil secara nyata," lanjut Prabowo.

Pernyataan itu kemudian dijelaskan oleh Partai Gerindra melalui Wakil Sekretaris Jenderal Sugiat Santoso.

Menurut Sugiat, penilaian "oke" yang disampaikan Prabowo bukan hanya pernyataan sendiri. Ia menghubungkannya dengan beberapa indikator kinerja pemerintah serta hasil penelitian mengenai tingkat kepuasan masyarakat.

Artikel ini sudah tayang di news

(*/ -medan.com)

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita terkini lainnya di Medan

TerPopuler