Evakuasi Jenazah Berujung Tembak, TNI Lumpuhkan 2 Anggota OPM di Yahukimo -->

Evakuasi Jenazah Berujung Tembak, TNI Lumpuhkan 2 Anggota OPM di Yahukimo

2 Agu 2026, Minggu, Agustus 02, 2026
Evakuasi Jenazah Berujung Tembak, TNI Lumpuhkan 2 Anggota OPM di Yahukimo
Ringkasan Berita:
  • Pertemuan tembak terjadi setelah pasukan Habema berhasil membawa kabur jenazah warga yang gugur akibat serangan OPM.
  • Pasukan Koops Habema mendapat serangan tembakan dari anggota OPM
  • 2 anggota kelompok OPM dilaporkan meninggal dunia

NEWS.COM, JAKARTA - Komandan Operasi Khusus TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, memastikan dua dari sepuluh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam pertemuan senjata saat mereka sedang akan ditangkap di wilayah Kali Fis, Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Peristiwa pertemuan tembak terjadi setelah pasukan Habema berhasil membawa jenazah warga Papua bernama Teina Alya, yang meninggal dengan kondisi menyedihkan setelah ditembak dengan kejam oleh OPM.

Para korban diketahui dilemparkan ke dalam lembah curam yang memiliki kedalaman 50 meter di kawasan Kali Fis, oleh OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Kopi Tua Heluka.

"Satuan Koops TNI Habema ditembak dengan peluru tajam oleh 10 anggota OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Kopi Tua Heluka, saat sedang berusaha menangkap mereka di kawasan Kali Fis Komplek Kabupaten Yahukimo Papua Pegunungan," ujar Yudha dalam pernyataannya, Sabtu (1/8/2026).

Beberapa anggota OPM yang mengenakan rompi anti peluru dan membawa senjata api otomatis, menyerang pasukan Koops Habema.

Menghadapi serangan, pasukan Koops Habema terpaksa mengambil tindakan keras dan berhasil menembak dua dari sepuluh anggota OPM.

Baju pelindung dan senjata api otomatis yang dimiliki anggota OPM yang meninggal berhasil diambil oleh rekan-rekannya.

"Sementara 1 jasad rekan mereka dari OPM, ditinggalkan begitu saja oleh kelompok pemberontak yang dipimpin Kopi Tua Heluka," kata Yudha.

Setelah situasi berada dalam kendali, pasukan Koops Habema melakukan evakuasi jasad Teina Alya dengan metode rappelling atau turun dari tempat tinggi menggunakan tali, sehingga memungkinkan personel bergerak cepat dari dalam lembah yang curam, sekaligus mengawasi area lokasi untuk mencegah serangan mendadak OPM, seperti yang terjadi saat Koops Habema sebelumnya mengevakuasi dua jasad korban.

Jenazah Teina Alya kini sedang berada di Rumah Sakit Dekai Yahukimo, Papua Pegunungan, dan direncanakan akan dikuburkan dengan upacara adat oleh keluarganya.

"Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi tertinggi atas dedikasi luar biasa Pasukan Habema yang tidak pernah lelah, maju lebih jauh ke dalam hutan belantara, menyeberangi sungai serta melalui medan yang curam dan berat, dalam operasi evakuasi dan pengejaran OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin oleh Kopi Tua Heluka," kata Yudha.

Tindakan Keji OPM

Yudha menganggap berbagai peristiwa menyedihkan, mulai dari intimidasi, pembakaran gereja dan sekolah, pengambilalihan harta benda, pemerkosaan terhadap perempuan Papua dan tenaga kesehatan wanita, pembunuhan warga asing yang membantu kebutuhan umat Kristen di pelosok Papua, hingga pembantaian yang sangat kejam terhadap tiga penduduk asli Papua di Yahukimo, secara langsung menunjukkan sifat dan wajah asli OPM.

Ia menyatakan TNI serta seluruh masyarakat Papua perlu menentang kekejaman OPM agar tidak terulang lagi tragedi kemanusiaan akibat berbagai tindak kejahatan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua.

Berikut ini adalah beberapa variasi dari kalimat yang diberikan, dengan makna yang sama tetapi struktur dan pilihan kata yang berbeda: 1. "Dengan rakyat Papua, masyarakat serta umat manusia di seluruh dunia, TNI akan melawan dan mengakhiri kelompok separatis yang telah merendahkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, agama, budaya, dan adat kita, agar perdamaian, kemakmuran, serta kesejahteraan dapat terwujud dan dirasakan oleh seluruh bangsa di Bumi Cendrawasih, tanah suci di ufuk timur NKRI," tutup Yudha. 2. "Bersama rakyat Papua, masyarakat, dan umat manusia dunia, TNI akan bertindak melawan dan menuntaskan kelompok separatis yang telah menghina nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, agama, budaya, dan adat kita, agar kedamaian, kemakmuran, serta kesejahteraan bisa tercapai dan dirasakan oleh seluruh bangsa di Bumi Cendrawasih, tanah suci di ufuk timur NKRI," ujar Yudha. 3. "Dalam perjuangan bersama rakyat Papua, masyarakat, dan umat manusia dunia, TNI akan menghadapi dan mengakhiri kelompok separatis yang telah menghancurkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, agama, budaya, dan adat kita, agar perdamaian, kemakmuran, serta kesejahteraan dapat terwujud dan dirasakan oleh seluruh bangsa di Bumi Cendrawasih, tanah suci di ufuk timur NKRI," tambah Yudha.

TerPopuler