FIT Competition 2026 Melangkah Global, UKSW Dorong Inovasi AI Berdampak Dunia -->

FIT Competition 2026 Melangkah Global, UKSW Dorong Inovasi AI Berdampak Dunia

3 Agu 2026, Senin, Agustus 03, 2026

JATENG.COM, SALATIGA- Sebanyak 353 tim dari lima negara turut serta dalam Faculty of Information Technology (FIT) Competition 2026 yang baru saja diadakan di Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Dengan tema "Digital Impact for Humanitarian Response and Global Well-Being", lomba berskala internasional ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan inovasi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dalam mengatasi berbagai tantangan kemanusiaan dan kesejahteraan global.

Mewakili pimpinan UKSW, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan (WR RIK) Profesor Eko Sediyono menyatakan bahwa teknologi akan memiliki makna jika mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Kompetisi FIT bukan hanya sekadar pertandingan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para inovator muda untuk mewujudkan gagasan menjadi solusi yang memberikan dampak nyata, menciptakan kerja sama lintas budaya, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa digital," katanya.

Ketua Program Studi S1 Teknik Informatika FTI UKSW, Budhi Kristianto, S.Kom., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa beberapa perubahan, mulai dari seminar yang berskala internasional dengan menggunakan bahasa Inggris hingga peningkatan partisipasi peserta dari lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Taiwan, Filipina, dan Thailand.

Hasil tersebut diharapkan mampu memperluas jaringan internasional UKSW.

"Kami berharap nama FTI dan UKSW semakin dikenal, baik di kalangan akademis maupun industri, baik di dalam maupun luar negeri. Harapan saya, FIT Competition semakin mendunia, bukan hanya menghasilkan pemenang dan tokoh akademik dengan wawasan global, tetapi juga menjadi ciri khas bagi UKSW, khususnya Prodi S1 Teknik Informatika, di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Ketua Panitia FIT Competition 2026, Candrarini Trista Hari Dewati, menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini muncul sebagai tanggapan terhadap berbagai isu global, seperti kesehatan, keamanan data, perubahan iklim, hingga energi yang berkelanjutan.

Seluruh rangkaian lomba dirancang agar peserta mampu menciptakan solusi digital yang kreatif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagai dasar untuk menyelesaikan berbagai masalah nyata melalui inovasi digital, mulai dari isu energi, infrastruktur, perubahan iklim, hingga tantangan global lainnya," kata Candarani.

Inovasi AI Berdampak

Semangat tersebut diperkuat melalui seminar internasional yang mengundang Profesor Li-Hua Li, Professor & Mantan Dean, Chaoyang University of Technology, Taiwan, dengan tema "Menebak atau Menangkap: Memperkirakan Risiko, Mendeteksi Anomali, dan Menciptakan Dampak Digital melalui Ilmu Data."

Dalam presentasinya, Profesor Li memperlihatkan bagaimana teknologi AI dan Ilmu Data bisa digunakan untuk memprediksi risiko, mengidentifikasi ketidaknormalan, hingga menghasilkan keputusan yang lebih tepat.

Berbagai penelitian yang disajikan mencakup sistem deteksi kerusakan panel surya berbasis pembelajaran mendalam, analisis sentimen bahasa lokal, serta pengembangan teknologi yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat lansia.

"Inti dari seluruh proses data science adalah pengambilan keputusan," tegas Profesor Li.

Pandangan industri disampaikan oleh Handojo Goenadi, IT General Manager Alfamart, melalui materi "Penerapan AI dalam Industri: Otomasi Pekerjaan, Produktivitas, dan Efisiensi".

Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi AI dalam lingkungan Alfamart, seperti analisis persediaan barang, peningkatan efisiensi distribusi, layanan pelanggan menggunakan chatbot, serta pembuatan alat penerjemah bahasa berbasis AI.

Menurutnya, AI sebaiknya digunakan sebagai alat yang meningkatkan efisiensi kerja, bukan menggantikan peran manusia.

"Di perusahaan kami, fokus utama penggunaan AI adalah meningkatkan efisiensi, bukan mengurangi jumlah karyawan. AI hanya berperan dalam menulis kode, namun hasilnya tetap perlu diperiksa dan dipahami," tambahnya.

Selain seminar, FIT Competition 2026 menggelar empat cabang lomba, yaitu Data Science, Pengembangan Website, Aplikasi Mobile, dan Keamanan Siber.

Para peserta final mengikuti sesi coding langsung selama 12 jam sebelum menampilkan solusi yang telah dibuat di depan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi industri.

Selama rangkaian kompetisi, peserta yang berasal dari luar daerah maupun luar negeri diberikan fasilitas penginapan di Asrama Noto, Asrama Kartini, serta Wisma UKSW.

Penyelenggaraan acara juga melibatkan berbagai tenant UMKM Salatiga di sekitar kampus guna memenuhi kebutuhan makanan dan layanan peserta, sehingga kehadiran FIT Competition tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat digital, tetapi juga turut mendorong ekosistem serta aktivitas ekonomi di lingkungan UKSW.

Melalui Kompetisi FIT 2026, UKSW terus memperkuat komitmennya dalam menyajikan Penelitian dan Inovasi yang Berdampak sesuai dengan semangat UKSW Berdampak.

Selain itu, mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yang berupa pendidikan berkualitas, SDGs ke-9 yang mencakup industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs ke-17 yang menekankan kemitraan untuk mencapai tujuan.

Pencapaian ini juga selaras dengan Asta Cita poin ke-4, yaitu memperkuat sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, serta poin ke-6, yaitu menciptakan tata kelola ekonomi dan lembaga yang efisien, kreatif, dan berkelanjutan.

Sebagai sebuah perguruan tinggi swasta yang terakreditasi unggul, UKSW telah beroperasi sejak tahun 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi mulai dari jenjang D3 hingga S3, di mana 36 di antaranya memiliki akreditasi unggul dan A.

Berada di Salatiga, UKSW terkenal dengan sebutan Kampus Indonesia Mini, yang menunjukkan keragaman mahasiswanya yang datang dari berbagai wilayah.

Selain itu, UKSW juga terkenal sebagai "Creative Minority" yang bertindak sebagai agen perubahan dan sumber inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (***)

TerPopuler