Habib Edrus Bawakan Sambutan Wisuda ke-77 Universitas Semarang -->

Habib Edrus Bawakan Sambutan Wisuda ke-77 Universitas Semarang

27 Agu 2026, Kamis, Agustus 27, 2026
Habib Edrus Bawakan Sambutan Wisuda ke-77 Universitas Semarang

JATENG.COM, SEMARANG- Muhammad Edrus Mutahar, yang lebih dikenal sebagai Habib Edrus, ditunjuk mewakili para lulusan dan lulusan Universitas Semarang (USM) dalam menyampaikan pidato pada acara wisuda yang diadakan pada 27 Agustus 2026 di Auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang.

Dalam pidatonya, Habib Edrus mengatakan bahwa momen wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk terus belajar dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

"Ini bukan akhir bagi kita, gelar yang kami peroleh ini adalah amanat dari Tuhan yang kami jaga dengan kejujuran, kesetiaan, dan kontribusi nyata," kata Habib Edrus.

Ia juga menyampaikan sebuah peribahasa tentang usaha dalam mewujudkan harapan.

Menurutnya, memiliki harapan saja tidak cukup tanpa tekad untuk berjuang hingga mencapainya.

"Banyak orang memiliki mimpi, namun sedikit yang konsisten hingga akhirnya memperoleh apa yang mereka inginkan atau impikan," katanya.

Pada kesempatan itu, Habib Edrus juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang hadir serta memberikan dukungan sehingga para lulusan mampu menyelesaikan pendidikannya.

Untuk Habib Edrus, proses menyelesaikan pendidikannya di Universitas Semarang tidak bisa dipisahkan dari dukungan dan dorongan Rektor Universitas Semarang yang terus mendorongnya untuk terus mencari ilmu.

Pertemuan dengan Rektor dimulai melalui pertemuan dalam kegiatan majelis.

Dari pertemuan itu, Habib Edrus merasa termotivasi untuk melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi.

"Beliau memang penuh semangat dalam memotivasi generasi muda. Pak Rektor juga memiliki semangat yang tinggi. Saya termasuk salah satu yang terinspirasi oleh beliau, Habib kuliah, Habib kuliah, Habib cari ilmu kuliah di Universitas Semarang, ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Semarang, sekaligus menambah wawasan bagi Habib," katanya.

Semangat tersebut selanjutnya dipertimbangkan oleh Habib Edrus melalui proses istikharah sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti petunjuk Rektor dan melanjutkan studinya di Universitas Semarang.

"Prosesnya memang lama, saya melakukan istikharah, saya merasa Pak Rektor benar-benar antusias menawarkan. Akhirnya saya bersyukur karena semangat Pak Rektor juga, akhirnya saya mengikuti petunjuk beliau," katanya.

Mengikuti pendidikan di Universitas Semarang, Habib Edrus kemudian mengetahui bahwa biaya pendidikannya ditanggung oleh Rektor.

Ia mengakui tidak menyangka akan mendapatkan dukungan seperti itu, terlebih karena sejak awal ia tidak sedang mencari beasiswa.

"Masya Allah, saya tidak menyangka, saya kira saya hanya membayar begitu saja, ternyata awalnya tidak mencari beasiswa. Lalu mengapa Pak Rektor memberitahu Mas Saiful, sahabat saya, bahwa semuanya ditanggung oleh Pak Rektor," katanya.

Dukungan tersebut juga memberikan kesempatan bagi Habib Edrus untuk melanjutkan studinya ke tingkat yang lebih tinggi.

Ia menyampaikan bahwa Rektor telah menawarkan kesempatan untuk melanjutkan studi S2 sebelum ia menyelesaikan pendidikan yang sedang dijalani saat ini.

"Padahal ini sudah ditawarkan untuk S2 oleh beliau, belum selesai sudah ditawarkan S2. Masya Allah, luar biasa. Sangat bahagia, terlebih lagi mendapat kehormatan tadi sebagai perwakilan wisudawan-wisudawati, Masya Allah," katanya.

Pengalaman itu menjadi pemicu bagi Habib Edrus untuk terus belajar dan berkembang.

Ia mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti mencari ilmu setelah meraih gelar akademik.

"Jangan berhenti, seperti saya yang sudah memiliki tiga anak masih terus belajar, jadi jangan berhenti, seperti yang tadi saya sampaikan, teruslah belajar, belajar, dan terus belajar," katanya.

Menurutnya, ilmu yang didapat selama menjalani pendidikan seharusnya mampu memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat.

"Dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa, ilmu tersebut juga harus berguna, jangan berhenti pada dirinya sendiri, melainkan kepada orang lain, masyarakat yang lebih luas," tambahnya.(***)

TerPopuler