
Ringkasan Berita:
- IWIP bekerja sama dengan ITB dalam membangun sumber daya manusia melalui program pendidikan berbasis pengalaman di kawasan industri Weda Bay.
- Sebanyak 16 mahasiswa dari ITB mengikuti program pembelajaran yang mencakup proses hilirisasi, operasional industri, serta penerapan K3 selama periode dua bulan.
- IWIP terus memperluas kerja sama dengan universitas guna mendukung pembangunan sumber daya manusia nasional.
BERITA.COM, JAKARTA - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) membentuk kemitraan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk mendukung kebutuhan industri yang semakin berkembang di Indonesia.
Kolaborasi ini menciptakan ruang belajar yang menghubungkan dunia pendidikan dengan penerapan industri, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai proses pengolahan nikel, teknologi yang digunakan, serta perkembangan hilirisasi di lokasi operasional di kawasan industri Weda Bay.
Manajer Umum Sumber Daya Manusia dan Pengembangan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Roslina Sangaji, menyatakan bahwa kemitraan antara lembaga pendidikan tinggi dan dunia industri berperan sangat penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan sektor industri.
"IWIP berharap dapat berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia dan menciptakan generasi yang profesional, mampu mengikuti perkembangan teknologi, memahami seluruh proses industri, serta siap berkontribusi dalam mendukung daya saing industri nasional," kata Roslina dilansir Senin (3/7/2026).
Sebagai langkah awal dari kerja sama tersebut, sebanyak 16 mahasiswa ITB dari berbagai bidang teknik mengikuti program pembelajaran yang berbasis praktik di Kawasan Industri Weda Bay.
Peserta terdiri dari mahasiswa Program Studi Teknik Metalurgi, Teknik Material, Teknik Elektro, Teknik Pertambangan, Teknik Kimia, dan bidang-bidang lain yang relevan.
Selama periode dua bulan, mahasiswa mengikuti proses pembelajaran yang meliputi pemahaman tentang ekosistem wilayah industri, standar operasional, budaya kerja, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung di berbagai fasilitas produksi dan unit pendukung dengan bimbingan para ahli industri, sehingga mampu memahami proses bisnis dan operasional secara menyeluruh.
Seorang peserta, Firza Alfarisi Nasution, merasa pengalaman tersebut memberikan gambaran jelas tentang penerapan ilmu yang dipelajari saat di kampus.
"Pengalaman ini memperluas wawasan saya mengenai cara industri nikel berjalan serta bagaimana hilirisasi mampu menciptakan nilai tambah. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi perkembangan diri dan karier saya di masa depan," kata Firza.
Sampai saat ini, IWIP telah bermitra dengan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Poltekkes Kemenkes Ternate, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan beberapa institusi pendidikan tinggi lainnya.
Selain memperluas kerja sama dengan universitas, IWIP juga melaksanakan berbagai program pengembangan sumber daya manusia secara terus-menerus, mulai dari program beasiswa, pelatihan, hingga peningkatan keterampilan tenaga kerja muda.
IWIP percaya bahwa keberhasilan hilirisasi nasional tidak hanya ditentukan oleh investasi dan perkembangan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan industri.