Iran Ejek Trump, Tersembunyi di Truk Makanan Saat Kabur dari Rudal -->

Iran Ejek Trump, Tersembunyi di Truk Makanan Saat Kabur dari Rudal

18 Agu 2026, Selasa, Agustus 18, 2026

bengkalispos.com- Iran mengolok-olok operasi pengamanan rahasia Donald Trump saat ia meninggalkan Turki tidak lama yang lalu.

Presiden Amerika Serikat harus disembunyikan dalam truk makanan saat dipindahkan dari Air Force One ke pesawat yang lebih kecil setelah muncul ancaman serangan rudal dari Teheran.

Media pemerintah Iran menyebut peristiwa tersebut sebagai 'skandal' terbaru bagi Trump serta tanda ketakutan Washington terhadap kekuatan militer Iran.

Kejadian tersebut berlangsung pada 8 Juli lalu, saat Trump meninggalkan Ankara setelah menghadiri rapat NATO.

Berdasarkan laporan yang beredar, pihak keamanan Amerika Serikat menerima informasi mengenai ancaman yang dapat dipercaya bahwa pesawat presiden bisa menjadi sasaran rudal yang ditembakkan dari bahu.

Keadaan tersebut memicu tindakan tak biasa dari pihak keamanan. Trump secara diam-diam dipindahkan dari Air Force One ke pesawat pemerintah C-32A yang lebih kecil.

Sementara itu, Air Force One tetap meninggalkan lokasi secara terpisah, membawa beberapa pejabat pemerintah, staf, serta jurnalis.

Iran Mengungkapkan Trump yang Dipindahkan Secara Rahasia

Media pemerintah Iran selanjutnya memanfaatkan operasi tersebut untuk menyerang citra Trump.

Seorang pembawa acara televisi pemerintah Iran menyebut peristiwa tersebut sebagai skandal terbaru yang memalukan bagi presiden Amerika Serikat.

Untuk Tehran, pemindahan Trump secara rahasia menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan presiden Amerika Serikat cukup mengkhawatirkan hingga memerlukan tindakan khusus.

Kritikan terhadap Iran semakin tajam setelah Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan membagikan meme yang menampilkan Trump berada dalam kotak makanan.

Unggahan tersebut dilengkapi dengan peringatan bahwa Trump 'akan dibuang ke tempat sampah'.

Di unggahan berikutnya, Iran kembali mengkritik Trump dengan menghubungkan kejadian tersebut dengan perang dan kemampuan militer Amerika Serikat.

"Mereka yang mereka klaim bersembunyi di bunker itu menjadi korban di kantornya. Namun, orang yang sering membicarakan kapal perang besar dan pesawat B-2 canggihnya akhirnya kabur menggunakan truk makanan," demikian tulis akun X Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Afrika.

Jika diterjemahkan secara bebas, Iran mengisyaratkan bahwa orang yang sebelumnya dikatakan bersembunyi di bunker justru meninggal di kantornya.

Sementara orang yang membanggakan kapal perang besar dan pesawat pengebom B-2 canggih justru harus melarikan diri dengan menggunakan truk makanan.

Kendaraan Catering Menjadi Bagian dari Operasi Keamanan Trump

Penggunaan kendaraan makanan tersebut menjadi salah satu aspek paling menarik dari operasi keamanan Trump.

Kendaraan tersebut dilaporkan digunakan untuk menutupi perpindahan Trump bersama sejumlah kecil stafnya dari pesawat presiden menuju C-32A.

Tindakan tersebut diambil agar kehadiran Trump sulit diketahui selama proses perpindahan.

Kekhawatiran akan keamanan Amerika Serikat juga dikatakan tidak hanya muncul dari ancaman terhadap pesawat.

Surat kabar New York Times sebelumnya melaporkan bahwa intelijen Amerika menemukan bukti bahwa operator Iran mengetahui posisi Trump saat berada di Ankara, termasuk lantai hotel tempat dia menginap.

Teheran hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut maupun operasi pemindahan pesawat Trump.

Iran sebelumnya menolak tuduhan Amerika Serikat terkait keterlibatannya dalam berbagai rencana serangan terhadap Trump.

Namun demikian, bagi media pemerintah Iran, kejadian tersebut bukan hanya masalah keamanan.

Kejadian tersebut digunakan untuk membentuk narasi bahwa kemampuan militer dan jaringan Iran mampu memicu peningkatan perlindungan terhadap presiden Amerika Serikat.

Seorang pembawa acara televisi Iran menganggap tindakan luar biasa itu menunjukkan luasnya pengaruh kekuatan militer Iran.

Sebaliknya, dari sudut pandang Washington, perpindahan Trump merupakan bagian dari prosedur keamanan dalam menghadapi ancaman yang dianggap sah.

Oleh karena itu, kejadian tersebut tidak secara otomatis membuktikan bahwa Iran bertanggung jawab atas ancaman terhadap pesawat Trump.

Namun, bagi Tehran, gambaran seorang presiden Amerika Serikat yang harus dipindahkan secara rahasia dan disembunyikan dengan menggunakan kendaraan catering menjadi bahan propaganda yang sulit untuk diabaikan.

Kejadian tersebut akhirnya menunjukkan bagaimana operasi keamanan yang seharusnya dilakukan secara rahasia justru berubah menjadi alat perang informasi antara Washington dan Tehran.

TerPopuler