Israel Berkonflik dengan Turki, Apakah Arab Saudi dan Pakistan Akan Mendukung Ankara? -->

Israel Berkonflik dengan Turki, Apakah Arab Saudi dan Pakistan Akan Mendukung Ankara?

20 Agu 2026, Kamis, Agustus 20, 2026

bengkalispos.com.CO.ID, ANKARA -- Persaingan antara Turki dan Israel kembali memuncak. Perpecahan terjadi setelah Israel menyerang basis militer Suriah di Idlib. Tel Aviv mengatakan serangan tersebut sebagai peringatan agar Turki tidak membangun kekuatan militer di Suriah.

"Kami tidak akan membiarkan peningkatan posisi militer Turki di Suriah yang membahayakan Israel," ujar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, (20/8/2028).

Serangan terjadi tidak lama setelah Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani perjanjian aliansi pertahanan. Dalam Pakta Makkah, ketiga negara sepakat untuk saling membela jika salah satu dari mereka diserang.

Dua sumber internal di Ankara yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah Turki percaya bahwa serangan Zionis tersebut tidak hanya bertujuan sebagai langkah politik menjelang pemilu di Israel, tetapi juga untuk mengurangi kredibilitas dukungan Turki terhadap Suriah.

"Perjanjian Makkah yang melibatkan Pakistan dan Arab Saudi—yang dianggap oleh Israel sebagai poros Sunni baru—menyulitkan Netanyahu di dalam negeri," kata sumber tersebut.

Maka, secara umum Israel mengatakan: Kami tidak memperhatikan arsitektur keamanan baru yang sedang dibuat oleh Turki, dan kami akan terus melakukan serangan di mana saja dan kapan saja yang kami inginkan.

Sumber internal menyebutkan bahwa Israel juga sedang menguji pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang telah mendukung pemerintahan Sharaa. Trump menyambut baik Perjanjian Mekah yang dirilis awal pekan ini.

Sumber kedua menyatakan bahwa Israel kini secara resmi mengungkapkan pendiriannya yang memandang kehadiran Turki di Suriah sebagai ancaman.

"Israel mungkin akan menghadapi pemilihan umum, tetapi Turki juga akan menyelenggarakan pemilu pada tahun 2028. Ketegangan ini bisa memburuk dan memicu terulangnya kejadian tahun 2015, ketika Ankara menembak jatuh pesawat tempur Rusia," demikian peringatan sumber tersebut.

Ia menyampaikan bahwa serangan tersebut mungkin juga merupakan upaya untuk menyampaikan pesan langsung kepada Erdogan.

Selama liburan akhir pekan, Erdogan mengungkapkan rencananya untuk berkunjung ke Damaskus pada akhir tahun ini—kunjungan pertamanya sejak jatuhnya pemerintahan Assad. “Ini adalah cara untuk memberi tahu Erdogan bahwa mereka tidak akan membiarkannya merasa nyaman di Suriah,” kata sumber tersebut.

Belum ada pernyataan resmi dari Pakistan maupun Arab Saudi terkait ketegangan antara Turki dan Israel.

Sementara Pemerintah Suriah mengecam serangan tersebut, dengan menyatakan bahwa delapan serangan mengenai landasan pacu pangkalan udara yang tidak lagi beroperasi pada pagi hari.

Beberapa pejabat Israel yang tidak diungkap identitasnya awalnya memberikan penjelasan yang bertolak belakang. Mereka sempat menyatakan bahwa Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mendukung pasukan proksi sebelum akhirnya mengubah pernyataan resmi mereka.

 

Kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan bahwa Israel dan Suriah telah sepakat untuk menjaga kemitraan yang adastatus quokeamanan yang hampir dilanggar oleh Suriah dengan memberikan izin kepada pasukan Turki untuk berada di sebuah pangkalan udara dekat Aleppo.

Laporan mengungkapkan bahwa serangan terjadi saat Turki sedang bersiap mengambil alih pangkalan tersebut dan dilakukan tidak lama setelah rombongan resmi Turki meninggalkan tempat tersebut.

Namun, pejabat Suriah menyampaikan kepadaMiddle East Eyebahwa tim teknis Turki ditunjuk untuk memperbaiki landasan pacu dan menara pengendali, serta menyatakan bahwa tidak ada kehadiran militer di pangkalan tersebut.

"Tim terakhir yang diberi tugas untuk memperbaiki basis tersebut berada di lokasi itu dua hari sebelumnya," kata seorang pejabat.

Pejabat-pejabat tersebut menyatakan bahwa Turki telah memberikan bantuan militer kepada Suriah dalam membangun basis di berbagai wilayah negara tersebut, tanpa adanya rencana spesifik yang ditujukan terhadap Israel. Mereka menilai bahwa Ankara berkeinginan untuk memperkuat militer Suriah agar mampu menjaga keamanan negara.

"Turki tidak menguasai semua pangkalan," tambah seorang pejabat.

TerPopuler