Ringkasan Berita:
- Berikut beberapa nama perwira tinggi Polri yang disebut sebagai calon pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kasus pergantian kepemimpinan Korps Bhayangkara.
- Hanya saja hingga Jumat, 7 Agustus 2026, belum ada pengumuman resmi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan perubahan Kapolri kepada DPR
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan belum ada Surat Presiden (Surpres) mengenai pergantian Kapolri yang dikirimkan pemerintah kepada DPR
bengkalispos.comMunculnya isu perubahan Kapolri mendapat perhatian masyarakat sejak awal Agustus 2026.
Berikut beberapa nama perwira tinggi Polri yang disebut sebagai kandidat pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kasus pergantian kepemimpinan Korps Bhayangkara.
Hanya saja hingga Jumat, 7 Agustus 2026, belum ada pengumuman resmi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan perubahan Kapolri kepada DPR.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan belum ada Surat Presiden (Surpres) mengenai pergantian Kapolri yang dikirimkan pemerintah kepada DPR.
"Menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait dengan masalah Surpres pergantian Kapolri, kami dapat menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada atau tidak ada Surpres pergantian Kapolri," ujar Prasetyo di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026), dilaporkan Surya.co.id dari news.com.
Pernyataan itu juga memperkuat bahwa isu perubahan Kapolri yang beredar hingga kini belum sampai pada tahap keputusan resmi pemerintah.
DPR Belum Menerima Surat Perintah Pergantian Kapolri
Pernyataan Istana tersebut selaras dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Sahroni menyebutkan bahwa DPR hingga saat ini belum menerima surat dari Presiden mengenai pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Tidak ada. Jika kalian sudah tahu, maka kalian tunjukkan saja. Orang kami tidak ada, sama sekali belum ada," ujar Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Ia juga menyangkal adanya pembicaraan antara ketua DPR dan pemerintah terkait perubahan Kapolri.
"Jika isu dikirimkan, kita sudah mengetahuinya. Jika kalian bertanya, pasti saya akan menjawab. Masalahnya belum ada," katanya.
Menurut Sahroni, munculnya spekulasi pergantian Kapolri merupakan hal yang dapat dipahami mengingat Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah cukup lama menjabat sebagai orang nomor satu di institusi Polri.
"Karena lama, ada orang yang tidak suka. Ya sudah dimaklumi saja," katanya.
Daftar Nama Dianggap Memiliki Peluang Menjadi Kapolri
Sementara belum ada keputusan resmi, beberapa nama perwira tinggi Polri mulai muncul dalam diskusi publik.
Nama-nama tersebut terkait dengan kemungkinan penggantian jabatan Kapolri jika Presiden Prabowo Subianto kelak memutuskan untuk mengganti kepemimpinan Polri.
Berikut beberapa nama yang mulai sering disebut:
1. Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Widada
Komjen Pol Wahyu Widada menjadi salah satu tokoh yang paling sering dibicarakan.
Saat ini Wahyu Widada menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Posisi ini menjadikannya salah satu peran penting dalam struktur kepolisian.
Pengalaman Wahyu Widada di berbagai bidang penting Polri membuat namanya dianggap memiliki bekal pengalaman yang memadai untuk masuk dalam daftar calon Kapolri.
Namun demikian, penggunaan namanya sebagai kandidat Kapolri belum menjadi keputusan resmi dari pemerintah.
2. Komjen Pol Dedi Prasetyo
Nama lain yang turut muncul adalah Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Sebagai Wakapolri, Dedi berada di posisi strategis karena mendampingi Kapolri dalam menjalankan roda organisasi Polri.
Pengalaman di dalam lingkungan kepolisian membuat namanya turut muncul dalam diskusi mengenai kemungkinan kandidat pengganti Kapolri.
Namun, serupa dengan nama-nama lainnya, belum ada pengumuman resmi yang memastikan Dedi Prasetyo akan diangkat sebagai Kapolri.
3. Komjen Pol Karyoto
Kabaharkam Polri Jenderal Polisi Karyoto juga muncul dalam beberapa pembahasan terkait calon Kapolri.
Posisi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri merupakan salah satu jabatan penting yang berkaitan langsung dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pengalaman Karyoto di lingkungan kepolisian membuatnya menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan dalam spekulasi mengenai calon Kapolri.
4. Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto
Nama Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, juga tercantum dalam daftar perwira tinggi yang disebut-sebut memiliki peluang untuk menjabat sebagai Kapolri.
Suyudi adalah perwira tinggi Polri yang saat ini ditunjuk sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pengalaman di bidang kepolisian serta jabatan penting yang saat ini dipegang menjadi salah satu alasan nama dia muncul dalam perbincangan masyarakat.
5. Irjen Pol Asep Edi Suheri
Berikutnya adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.
Jabatan Kapolda Metro Jaya termasuk posisi penting karena wilayah tanggung jawabnya meliputi kawasan ibu kota dan sekitarnya.
Asep Edi Suheri juga muncul dalam spekulasi mengenai sejumlah perwira yang kemungkinan akan menjadi calon Kapolri.
Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai ia sebagai kandidat yang dipilih oleh Presiden.
Belum Ada Keputusan Resmi dari Presiden
Banyaknya nama-nama tersebut perlu ditempatkan dalam konteks yang sesuai.
Hingga 7 Agustus 2026, pemerintah belum menyerahkan Surpres perubahan Kapolri ke DPR. Artinya, belum ada prosedur resmi di lembaga legislatif mengenai pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Oleh karena itu, daftar nama yang beredar saat ini belum bisa dianggap sebagai daftar resmi calon Kapolri.
Pengambilan keputusan akhir mengenai pergantian Kapolri berada di tangan Presiden, sementara DPR memiliki prosedur khusus dalam memberikan persetujuan setelah menerima usulan resmi dari pihak pemerintah.
Banyaknya nama calon Kapolri yang muncul di ruang publik menunjukkan bahwa isu perubahan kepemimpinan Polri mulai mendapat perhatian serius, meskipun proses resmi belum dimulai.
Pada kondisi semacam ini, posisi strategis yang diemban, pengalaman kepemimpinan, catatan karier, serta kedudukan seorang perwira dalam struktur Polri sering menjadi pertimbangan masyarakat dalam menilai peluang.
Namun, faktor-faktor tersebut tidak secara otomatis menjamin seorang perwira akan terpilih menjadi Kapolri.
Pernyataan Istana dan DPR justru menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ada dasar resmi yang dapat menentukan siapa yang akan menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Oleh karena itu, nama Wahyu Widada, Dedi Prasetyo, Karyoto, Suyudi Ario Seto, dan Asep Edi Suheri sebaiknya dianggap sebagai nama-nama yang sedang beredar dalam perbincangan masyarakat, bukan sebagai calon Kapolri yang sudah ditentukan.
Perkembangan terpenting dalam menentukan arah pergantian Kapolri berikutnya adalah munculnya keputusan resmi dari Presiden atau pengiriman Surpres kepada DPR.
(news.com/Surya.co.id/Kompas.com/bengkalispos.com)