Jawaban Kapolda Mantan Kapolrestabes Medan Ditegur Prabowo Soal Kebakaran Hutan -->

Jawaban Kapolda Mantan Kapolrestabes Medan Ditegur Prabowo Soal Kebakaran Hutan

25 Agu 2026, Selasa, Agustus 25, 2026

-MEDAN.com- Berikut jawaban Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho saat diwawancarai Presiden Prabowo Subianto mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan.

Sandi Nugroho, mantan Kapolrestabes Medan, lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1995.

Mengenai kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, Presiden Prabowo secara sengaja memanggil para pejabat.

Prabowo menghadiri pertemuan penangangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada hari Senin, 24 Agustus 2026.

Pada rapat tersebut, Presiden bertanya mengenai jumlah tersangka yang telah ditangkap terkait dugaan tindakan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala negara juga menanyakan motif dari para pelaku pembakaran tersebut.

Awalnya, Presiden menerima laporan dari Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho mengenai proses hukum yang telah dilakukan oleh Kepolisian terkait kebakaran hutan dan lahan.

Mereka menyebutkan bahwa Sandi telah menangani 15 laporan polisi (LP) terkait kebakaran hutan dan lahan serta menetapkan 17 orang sebagai tersangka.

"Sejumlah 15 LP sedang kami tangani dalam kegiatan yang saat ini kami laksanakan dan pantau selama terjadinya karhutla, serta telah kami tahan 17 tersangka. Pada awal tahun kami melaksanakan apel kesiapsiagaan, dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi ke desa dengan melibatkan para kades yang mengoptimalkan peran babinkamtibmas dan babinsa dalam memberikan pemahaman tentang larangan pembakaran lahan untuk keperluan pertanian," katanya.

Saat melakukan tindakan, Polisi menyebut Sandi memiliki pedoman yang jelas.

Di antaranya adalah perintah Menteri Dalam Negeri yang melarang dengan tegas pembakaran hutan dan lahan.

"Ada peraturan menteri yang jelas sudah dibuat dalam inpres, jadi kami semakin kuat untuk melanjutkan tindakan," katanya.

Setelah mendengar laporan tersebut, Prabowo kemudian memverifikasi kembali jumlah tersangka yang ditangkap oleh Polda Sumsel.

"Berapa orang yang telah ditangkap?" tanya Prabowo.

"17, bapak," jawab Sandi.

Selain itu, Kepala Negara juga menanyakan tentang alasan pelaku melakukan pembakaran.

"Apa motivasi mereka?" kata Prabowo.

Prabowo menginginkan pelaku pembakaran hutan dan lahan dihukum dengan tegas. Presiden meminta aparat untuk menangkap para tersangkanya.

"Perlu diambil tindakan tegas, bahkan ditangkap jika diperlukan," kata Prabowo.

Kapolda kemudian menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka melakukan pembakaran guna membuka lahan.

"Motivasi yang sudah kami periksa rata-rata karena untuk membuka lahan, memudahkan membuka lahan," kata Sandi.

Meskipun demikian, Sandi mengatakan bahwa ada motif lain yang dikakukan para tersangka selain untuk membuka lahan.

Salah satu contohnya adalah di perkebunan tebu yang bertujuan agar rasanya semakin manis.

"Seperti tadi malam, ada yang ditangkap ada 2 tempat, 1 membuka lahan yang satu lagi karena ada kebun tebu punya PTPN ada anomali tebu itu kalau sudah waktunya mau dipanen apabila dibakar, rendemen akan semakin banyak dan rasanya semakin manis. Tapi itu sudah kami ingatkan sejak awal itu tidak boleh karena berdampak pada wilayah lainnya," katanya.

Sandi menyampaikan bahwa pihaknya telah menahan dua individu terkait kasus pembakaran kebun tebu tersebut.

"Kemarin malam kita menangkap dua orang dari masyarakat yang membakar kebun tebu tersebut dan akan diperiksa sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya.

Profil Irjen Sandi Nugroho

Sandi Nugroho lahir di kota Salatiga, Jawa Tengah pada tanggal 1 Juli tahun 1973.

Di kehidupan pribadinya, mantan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri ini telah menikah dengan Eka Leny Sidik.

Mereka dianugerahi empat orang anak dengan nama Satrio Akbar Nugroho, Khaira Putri Maulida, Fajar Wicaksono Prabu Nugroho, dan Fajria Khairunisa Nugroho.

 

Sandi Nugroho adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan tahun 1995.

Ia juga berhasil memperoleh Adhi Makayasa, penghargaan tahunan yang diberikan kepada lulusan terbaik dari masing-masing cabang TNI dan Polri.

Di Akademi Kepolisian, Irjen Sandi Nugroho seangkatan dengan mantan Karopaminal Divpropam Polri, Hendra Kurniawan.

Pada tahun 2002, Sandi lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).

Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Sespim Pol pada tahun 2009 dan Sespimti pada tahun 2018.

Berbagai posisi penting di Polri pernah dijabat oleh Irjen Sandi Nugroho.

Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Medan Labuhan Poltabes Medan (2002), Kapolsek Medan Baru Poltabes Medan (2003), Kanit II Sat II Ditreskrim Polda Sumut (2004), Kasat Reskrim Polres Asahan, serta Kasat Reskrim Polresta Medan.

Selain itu, Sandi Nugroho pernah menjabat sebagai Wakapolres KPPP Belawan (2007), Pamen Polda Metro Jaya (2009), dan Ka Siaga C Pusdalops Ro Ops Polda Metro Jaya (2009).

Lelaki berusia 52 tahun tersebut pernah menjabat sebagai Kasat I/Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada tahun 2011.

Pada tahun yang sama, jenderal bintang dua ini kemudian ditunjuk sebagai Kapolres Bandung Polda Jabar pada 2011.

Berikutnya, Sandi diangkat sebagai Koorspri Wakapolri (2012), Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya (2013), serta Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri (2015).

Karier Sandi Nugroho semakin menanjak setelah ia ditunjuk sebagai Kepala Subdit I Dit Tipideksus Bareskrim Polri pada tahun 2016.

Pada tahun yang sama, ia juga ditunjuk sebagai Kapolrestabes Medan.

Setahun kemudian, Sandi dipindahkan sebagai Analis Kebijakan Tingkat Lanjut di Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Pada tahun 2019, Sandi Nugroho ditunjuk untuk mengisi posisi jabatan sebagai Kapolrestabes Surabaya.

Kemudian, ia dipindahkan menjadi Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri pada tahun 2020.

Tidak lama kemudian, Sandi diangkat sebagai Karojianstra SSDM Polri.

Pada tahun 2023, Irjen Sandi Nugroho menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri.

Hanya pada tahun 2026, Sandi ditunjuk sebagai Kapolda Sumsel oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

 

(medan.com/news.com)

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita yang menyebar di Medan

TerPopuler