Kebakaran Hutan Berau Ancam Habitat Orangutan, Pemerintah Siapkan Patroli dan Koridor Perlindungan -->

Kebakaran Hutan Berau Ancam Habitat Orangutan, Pemerintah Siapkan Patroli dan Koridor Perlindungan

27 Agu 2026, Kamis, Agustus 27, 2026
Kebakaran Hutan Berau Ancam Habitat Orangutan, Pemerintah Siapkan Patroli dan Koridor Perlindungan

KALTIM.CO, TANJUNG REDEB- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sempat mendekati area tempat tinggal orangutan, namun pemerintah memastikan api tidak masuk dan membahayai habitat satwa yang dilindungi.

Tempat tinggal orang utan Berau terletak di kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan, Kecamatan Kelay, yang memiliki luas sekitar 13.565 hektar.

Untuk menghindari kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di sekitar area tersebut, patroli dan pengawasan dilakukan dengan ketat oleh pihak yang berwenang.

Menteri Kehutanan Raja Antoni menyatakan bahwa perlindungan habitat orangutan merupakan bagian penting dalam penanggulangan kebakaran hutan di Berau.

Pemerintah juga menyediakan kawasan konservasi jalur orangutan di Lanskap Keraitan, Kutai Timur, yang mencakup luas sekitar 560.000 hektar dan menjadi tempat tinggal bagi sekitar 2.000 individu orangutan.

"Kita juga perlu memantau wilayah ini dari kebakaran hutan dengan patroli rutin," ujar Menteri Kehutanan Raja Antoni saat melakukan inspeksi penanganan karhutla di Berau, Kalimantan Timur pada Rabu (26/8/2026).

Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus memaksimalkan tindakan pencegahan, pengawasan dini, serta penanggulangan di lokasi-lokasi kebakaran.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan tahun ini mendapat perhatian khusus karena adanya fenomena cuaca yang tidak biasa, di mana El Nino dilaporkan muncul lebih awal dengan tingkat kekuatan yang cukup besar.

"Kita memahami bahwa kebakaran hutan yang terjadi tahun ini disebabkan oleh perubahan iklim yang sangat signifikan. Biasanya, El Nino datang setiap empat tahun sekali, yang paling kita ingat adalah 2015, lompat empat tahun menjadi 2019, lalu 2023. Seharusnya El Nino ini baru akan muncul tahun depan, namun perubahan iklim ini nyata," ujar Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.

Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap keselamatan warga dan pelestarian satwa liar harus dilakukan secara bersamaan dalam setiap operasi pemadaman.

Selain mengurangi risiko gangguan pernapasan dan kesehatan masyarakat akibat asap, kawasan habitat satwa liar harus dibersihkan dari api.

"Hari ini saya datang ke Berau agar memastikan bahwa karhutla tidak hanya memberikan dampak negatif kepada masyarakat, tetapi juga jangan sampai berdampak buruk terhadap satwa liar kita, khususnya orangutan yang menjadi kebanggaan Kalimantan Timur, Berau, bahkan dunia," ujar lulusan S3 University of Queensland, Australia itu.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur hingga akhir Agustus 2026, terdapat sekitar 470 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas area yang terkena dampak mencapai 1.393,78 hektar.

Sebagian besar wilayah yang terbakar adalah lahan kosong atau milik perusahaan, yang disebabkan oleh kondisi cuaca dan meningkatnya titik panas (hotspot) di daerah Kalimantan Timur.

Wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan terbesar di Kalimantan Timur, antara lain Kabupaten Paser yang mencakup 268 hektare dengan 105 kejadian. Kutai Barat tercatat memiliki 71 kejadian dengan luasan terbakar sebesar 337 hektare.

Samarinda tercatat sebanyak 69 kejadian. Kutai Kertanegara memiliki 47 lokasi kejadian dengan luas total mencapai 369 hektar yang terbakar.

Sementara kebakaran hutan dan lahan di Berau tercatat sebanyak 5.096 titik panas dengan luas area yang terkena dampak mencapai 435 hektar, serta jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan mencapai 208 kasus.

Tiga daerah yang tercatat memiliki tingkat kebakaran hutan dan lahan yang cukup tinggi yaitu Sambaliung, Pulau Derawan, dan Teluk Bayur.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, Pemerintah Kabupaten Berau terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi cuaca yang kering menyebabkan perlunya peningkatan kewaspadaan.

"Kami terus mengambil langkah-langkah penanganan dan pencegahan. Dukungan dari pemerintah pusat tentu sangat kami harapkan, agar penanganan kebakaran hutan di Berau bisa semakin maksimal dan kawasan hutan serta lingkungan tetap terjaga," kata Sri Juniarsih. (*)

Artikel ini telah tayang di news.com dengan judul Pemerintah Memastikan Kebakaran Hutan di Berau Tidak Mengancam Habitat Orang utan, Terdapat Tim Khusus yang Melakukan Patroli.

TerPopuler