Kemendagri Perkenalkan Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah -->

Kemendagri Perkenalkan Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah

15 Agu 2026, Sabtu, Agustus 15, 2026

bengkalispos.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menyatakan dukungan penuh Kemendagri terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan tindakan nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat pendidikan pengelolaan sampah dari tingkat masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Tomsi mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat membuka kegiatan Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah di lingkungan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Jumat (14/8).

Menurutnya, masalah sampah tidak dapat diatasi hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat.

"Usaha untuk menyelesaikan masalah ini telah diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkannya hingga ke tingkat masyarakat, bahkan sampai ke lingkungan rumah tangga," kata Tomsi.

Tomsi menyampaikan, sesuai petunjuk Menteri Dalam Negeri, salah satu tindakan penting yang harus dilakukan adalah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.

Pemisahan limbah perlu dimulai dari sumbernya, khususnya dari rumah dan area tempat tinggal.

Ia menganggap sampah juga perlu diperhatikan sebagai sesuatu yang memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan benar. Sampah, menurutnya, dapat diolah menjadi listrik, pelet, serta berbagai produk lainnya.

"Maka, apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya sekadar aktivitas formal. Ini merupakan bagian dari usaha bersama kita dalam mengubah kebiasaan dan budaya dalam mengelola limbah," tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri Restuardy Daud menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI serta tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri agar upaya menjaga kebersihan dimulai dari lingkungan masing-masing.

"Kita akan memulai dengan kegiatan pembersihan lingkungan. Secara umum, ini merupakan semangat perayaan HUT RI ke-81, sekaligus untuk mendorong atau mendukung program Gerakan Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Bersih, dan Indah yang diinisiasi oleh Bapak Presiden dan ditugaskan oleh Bapak Menteri kepada kita semua," kata Restuardy.

Menurut Restuardy, Kementerian Dalam Negeri tidak hanya melakukan perbaikan di lingkungan internal, tetapi juga memberikan dukungan kepada pemerintah daerah agar mampu meningkatkan pengelolaan sampah.

Salah satu caranya adalah melalui Proyek Pengiriman Layanan Lokal (LSDP) yang melibatkan 30 pemerintah daerah.

"Selain di lingkungan kita, kami juga ditugaskan untuk mendukung Pemerintah Daerah," katanya.

Seri aktivitas Indonesia ASRI disajikan melalui berbagai kegiatan. Pertama, Gerakan Bersih Lingkungan yang diadakan dengan melibatkan karyawan Ditjen Bina Bangda dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini menjadi tanda bahwa perhatian terhadap kebersihan harus dimulai dari lingkungan sekitar.

Kedua, diadakan pameran inovasi teknologi pengelolaan sampah yang mengundang pemerintah daerah serta pelaku bisnis.

Berdasarkan rangkaian kegiatan, terdapat stan pemerintah daerah yang memperkenalkan inovasi dalam pengelolaan limbah serta stan perusahaan swasta yang menampilkan teknologi dan pendekatan pengelolaan sampah, termasuk penyedia alat dan pihak yang membeli limbah.

Ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Proyek Penyediaan Layanan Lokal (LSDP) sebagai pembuka bersama 30 wilayah peserta.

Program ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga hilir, termasuk pendukung pembangunan TPA dengan kapasitas 100–150 ton per hari, penyediaan kendaraan pengangkut sampah, serta perubahan sikap masyarakat.

Keempat, diadakan edukasi Gerakan Bersih Lingkungan yang ditujukan kepada masyarakat dan para siswa. Anak-anak Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar mendapatkan pembelajaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah di tempatnya, serta mengajarkan kebiasaan pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Kelima, kegiatan diisi dengan acara talkshow mengenai gerakan menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan limbah dengan menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, akademisi/aktivis inovasi, serta masyarakat.

Acara talkshow berfungsi sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan metode terbaik dalam menciptakan budaya pengelolaan limbah.

Selain itu, diadakan berbagai perlombaan dengan tema sampah, seperti lomba mewarnai, pembacaan puisi, dan komedi tunggal.

Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi bercerita sebagai cara pendidikan lingkungan yang lebih menarik bagi anak-anak.

Secara keseluruhan, kegiatan Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah dihadiri sekitar 700–800 peserta, termasuk karyawan Kemendagri, 157 perwakilan dari 30 daerah peserta LSDP, vendor teknologi dan offtaker, masyarakat, peserta lomba, serta pelajar.

Sebanyak 58 anak, yang terdiri dari 30 siswa Sekolah Dasar dan 28 siswa Taman Kanak-Kanak, ikut berpartisipasi dalam kegiatan edukasi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian Dalam Negeri menekankan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya sekadar gerakan kebersihan, tetapi merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan kesadaran dan budaya baru dalam mengelola lingkungan.

Perubahan ini diharapkan dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, pemerintah setempat, hingga berkembang menjadi suatu gerakan bersama di tingkat nasional. (dil/jpnn)

TerPopuler