Kemendiktisaintek Bongkar Penulis Paper Nobel MBG, Nama Prabowo Disalahgunakan -->

Kemendiktisaintek Bongkar Penulis Paper Nobel MBG, Nama Prabowo Disalahgunakan

7 Agu 2026, Jumat, Agustus 07, 2026
Kemendiktisaintek Bongkar Penulis Paper Nobel MBG, Nama Prabowo Disalahgunakan

WOW.COM- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengungkapkan hasil awal dari penyelidikan terkait artikel yang dipublikasikan di platform Social Science Research Network (SSRN) yang menawarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kandidat penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2026.

Hasil sementara dari pencarian menunjukkan bahwa penulis utama dengan inisial DD belum memiliki gelar akademik profesor dan tidak terkait sebagai dosen di universitas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, DD belum memiliki gelar akademik Guru Besar dan tidak terdaftar sebagai dosen di sebuah universitas. Menurut data yang didapat oleh tim, orang tersebut baru saja mengikuti ujian promosi doktornya beberapa waktu lalu," demikian pernyataan Kemendiktisaintek dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Temuan tersebut dihasilkan oleh tim investigasi yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sejak Selasa (4/8/2026).

Tim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mengumpulkan berkas, serta meminta penjelasan dari pihak-pihak yang namanya tercantum dalam artikel tersebut.

Berdasarkan hasil klarifikasi, beberapa nama yang tercantum menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui, tidak pernah diminta persetujuannya, dan tidak terlibat dalam penyusunan maupun pengunggahan makalah tersebut.

Keterangan tersebut diperkuat oleh universitas tempat penulis utama berkuliah, yang menyatakan bahwa DD telah memberikan pernyataan dan mengucapkan permintaan maaf terkait kejadian tersebut.

Kemendiktisaintek juga memberikan klarifikasi terkait SSRN. Kementerian menegaskan bahwa SSRN bukan lembaga yang berhak dalam proses penjaringan penerima Nobel, tetapi merupakan repositori preprint di mana para peneliti memuat naskah ilmiah mereka.

"Keberadaan sebuah makalah di SSRN tidak berarti isi maupun pernyataan yang tercantum di dalamnya telah diverifikasi atau diterima oleh Komite Nobel," tulis Kemendiktisaintek.

Kementerian menjelaskan bahwa memasukkan nama seseorang dalam artikel di SSRN tidak secara otomatis berarti orang tersebut mengetahui atau menyetujui dirinya sebagai penulis. Jika nama dimasukkan tanpa izin, hal ini menjadi masalah etika publikasi ilmiah yang perlu diklarifikasi sesuai aturan yang berlaku.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi juga menegaskan bahwa penggunaan istilah "nomination" dalam judul artikel tidak boleh diartikan sebagai penunjukan resmi Penghargaan Nobel.

Sebabnya, proses penjajaran Nobel memiliki sistem khusus dan identitas para penjuluk serta pihak yang dijuluk oleh Komite Nobel tetap dirahasiakan selama 50 tahun.

Sampai saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyatakan bahwa tim akan bekerja dengan objektif, profesional, serta berdasarkan fakta. Jika ditemukan pelanggaran etika akademik atau aturan lain yang berlaku, kementerian akan mengambil tindakan sesuai wewenangnya dan mengumumkan hasil penyelidikan kepada masyarakat setelah proses pemeriksaan selesai.

Sebelumnya, muncul perdebatan setelah beredar draf penelitian di SSRN yang menghubungkan Program Makan Bergizi Gratis dengan usulan Piala Nobel Perdamaian 2026.

Berkas tersebut bukanlah hasil resmi pemerintah Indonesia atau dokumen pengajuan nominasi Nobel.

Dalam naskah tersebut juga terdapat nama Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai penulis. Namun, sejumlah pihak yang namanya tercantum menyatakan bahwa mereka tidak pernah memberikan persetujuan atau terlibat dalam penyusunan dokumen tersebut.

(*)

Artikel ini telah tayang di news.com dengan judul Kementerian Pendidikan dan Sains: Penulis Utama Artikel Nobel MBG Menggunakan Nama Prabowo Bukan Guru Besar dan Bukan Dosen

Editor Video: Magang VP/Dian Rahmawati

TerPopuler