Kolaborasi TP PKK, DWP, INKLUSI dan Densus 88, Pelajar Sorong Dibekali Wawasan Kebangsaan -->

Kolaborasi TP PKK, DWP, INKLUSI dan Densus 88, Pelajar Sorong Dibekali Wawasan Kebangsaan

21 Agu 2026, Jumat, Agustus 21, 2026
Kolaborasi TP PKK, DWP, INKLUSI dan Densus 88, Pelajar Sorong Dibekali Wawasan Kebangsaan
Ringkasan Berita:
  • TP PKK Kabupaten Sorong bekerja sama dengan DWP, INKLUSI, dan Densus 88 menyelenggarakan sosialisasi di SMK Negeri 2 Kabupaten Sorong pada hari Jumat (21/8/2026).
  • Kegiatan ini memberikan bekal kepada siswa mengenai pencegahan pernikahan dini, wawasan kebangsaan, pencegahan paham radikal, serta edukasi dalam menggunakan media sosial secara bijak.
  • Ketua TP PKK Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, menekankan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat karakter generasi muda agar siap menghadapi Indonesia Emas 2045.

SORONG.COM, AIMAS - Komite Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sorong bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sorong, INKLUSI serta Densus 88 Satgaswil Papua Barat menyelenggarakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini, wawasan kebangsaan serta pencegahan radikalisme di kalangan pelajar.

Kegiatan yang bertujuan memberikan bekal serta melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial diadakan di SMK Negeri 2 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Jumat (21/8/2026).

Peluncuran dilakukan secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru.

Siswa dan siswi menerima pembelajaran langsung dari beberapa pembicara tentang kepentingan mempersiapkan masa depan, membentuk kepribadian serta menghindari tindakan yang bisa merusak masa depan generasi muda.

Pada kegiatan tersebut, Densus 88 Satgaswil Papua Barat menyampaikan materi tentang ancaman radikalisasi, cara mengidentifikasi tanda-tanda paham radikal, serta langkah-langkah pencegahannya di kalangan siswa.

Di sisi lain, perwakilan INKLUSI memberikan pemahaman tentang pencegahan pernikahan dini, termasuk pentingnya mengenali dampak pernikahan pada usia anak terhadap pendidikan, kesehatan, perkembangan psikologis, serta masa depan generasi muda.

Ketua TP PKK Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam melindungi para pelajar dari berbagai tantangan yang dapat mengganggu masa depan mereka.

Menurutnya, generasi muda pada masa kini menghadapi tantangan yang semakin rumit, terutama di tengah kemajuan teknologi dan penggunaan media sosial yang sangat pesat.

"Anak-anak kita merupakan generasi emas yang diharapkan mampu mempersiapkan masa depan dengan luar biasa. Yang pertama adalah belajar membentuk karakter sebagai generasi Indonesia Emas yang siap menuju Indonesia Emas 2045," kata Junita.

Ia memberi peringatan kepada para siswa untuk menggunakan media sosial dengan bijak.

Menurutnya, media sosial memiliki aspek positif yang bisa dimanfaatkan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan diri, tetapi juga terdapat berbagai materi negatif yang harus diwaspadai.

"Pada era digital saat ini, kita memahami bahwa media sosial memiliki sisi-sisi yang baik, tetapi juga terdapat aspek-aspek yang tidak baik, yaitu hal-hal yang bersifat negatif maupun positif. Oleh karena itu, anak-anak perlu mampu memilih dan menggunakan media sosial secara bijaksana," ujarnya.

Junita juga menekankan peran lingkungan dalam membentuk kepribadian dan masa depan seorang anak.

Lingkungan rumah tangga, sekolah, serta lingkungan pertemanan bisa memengaruhi pendidikan, kesehatan, dan perkembangan kepribadian siswa.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh siswa SMK Negeri 2 Kabupaten Sorong untuk mengikuti sosialisasi secara sungguh-sungguh dan memanfaatkan materi yang disampaikan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan dampak yang baik bagi anak-anak. Persiapkan masa depan melalui belajar karena pendidikan merupakan salah satu bekal penting dalam menghadapi masa depan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Junita memperkenalkan keberadaan Densus 88 kepada para siswa sambil menjelaskan betapa pentingnya memahami ancaman radikalisasi sejak dini.

Menurutnya, pendidikan tentang wawasan kebangsaan dan pencegahan paham ekstrem perlu diberikan kepada generasi muda agar mereka memiliki pemahaman yang mendalam mengenai nilai kebangsaan serta tidak mudah terjebak dalam ide-ide yang bertentangan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia berharap kerja sama antara TP PKK, DWP, INKLUSI dan Densus 88 dapat terus dilanjutkan guna memberikan pendidikan yang berkelanjutan kepada siswa di Kabupaten Sorong.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menjaga diri sendiri, menolak pernikahan dini, menggunakan media sosial dengan bijak, serta memiliki kepribadian dan pemahaman nasional yang kuat sebagai bagian dari generasi yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (sorong.com/taufik nuhuyanan)

TerPopuler