bengkalispos.com–Kekhawatiran menyebar di Korea Selatan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk mengurangi secara besar-besaran latihan militer bersama dengan Seoul, dalam situasi ketegangan terkait konflik Iran.
Dilaporkan oleh situs Al-Jazeera pada Kamis (20/8), keputusan tersebut diumumkan secara tiba-tiba melalui media sosial dan dikaitkan dengan penolakan Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam upaya Amerika Serikat menghadapi Iran.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kepercayaan terhadap komitmen keamanan Washington. Latihan Ulchi Freedom Shield yang awalnya berlangsung selama 11 hari akhirnya diperpendek menjadi lima hari, dengan beberapa aktivitas lapangan juga dikurangi.
Kemajuan ini kembali memicu keraguan terkait aliansi antara Amerika Serikat dan Korea Selatan yang telah menjadi dasar keamanan ibu kota Seoul selama beberapa dekade.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berusaha mengurangi kekhawatiran dengan menegaskan arti pentingnya kemitraan antara kedua negara serta mendorong penguatan kemampuan pertahanan sendiri Korea Selatan.
Di sisi lain, keputusan Trump memicu diskusi di Seoul mengenai pendekatan terhadap konflik Iran serta kemungkinan adanya kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan negara tersebut pada jaminan perlindungan Amerika Serikat.
Beberapa analis menganggap perubahan kebijakan Washington bisa memengaruhi tingkat keyakinan Korea Selatan terhadap Amerika Serikat, khususnya jika keputusan strategis terkait pertahanan kembali diumumkan secara mandiri.
Keadaan ini juga membangkitkan kembali perdebatan tentang kemampuan pertahanan mandiri Korea Selatan, termasuk diskusi yang sensitif mengenai potensi pengembangan senjata nuklir sendiri.
Namun demikian, para pakar memperingatkan Seoul agar tidak merespons secara berlebihan dan tetap menjaga kerja sama dengan Washington sambil memperkuat kemampuan pertahanannya.