KSAD Umumkan 2.500 Jembatan TNI AD Selesai Dibangun -->

KSAD Umumkan 2.500 Jembatan TNI AD Selesai Dibangun

13 Agu 2026, Kamis, Agustus 13, 2026

Jakarta, IDN Times- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan, TNI Angkatan Darat telah membangun 3.008 lokasi jembatan di berbagai daerah Indonesia. Dari angka tersebut, sebanyak 2.500 jembatan sudah selesai, sedangkan 508 lainnya masih dalam pengerjaan.

Hal tersebut disampaikan Maruli saat melaporkan perkembangan pembangunan jembatan serta penyediaan air bersih kepada presiden. Pada kesempatan itu, Maruli sedang berada di Bekasi untuk meninjau lokasi jembatan ke-2.500 yang telah selesai dalam program yang berlangsung hampir tujuh bulan.

Hari ini saya berada di Bekasi, yaitu titik ke-2.500 yang telah selesai dalam hampir 7 bulan terakhir. Kami telah menyelesaikan pengerjaan 3.008 titik jembatan. Sebanyak 2.500 titik sudah selesai, sedangkan 508 lainnya masih dalam proses," ujar Maruli dalam sambungan virtual kepada Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

1. Tujuan membangun 5.000 jembatan

Maruli menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut terus dipercepat. TNI AD menargetkan mampu menyelesaikan pembangunan hingga 5.000 lokasi jembatan.

Menurutnya, proses pengerjaan kini lebih cepat karena evaluasi teknis terus dilakukan, termasuk dalam menentukan spesifikasi dan cara membangun jembatan.

"Kami akan memastikan target 5.000 titik. Kami yakin bahwa 5.000 titik ini dapat selesai. Setelah perjalanan teknis dalam pembuatan, kami semakin cepat dan terus melakukan evaluasi terkait spesifikasinya dalam pembuatan jembatan," ujarnya.

Selain membangun jembatan di berbagai wilayah, TNI AD juga memberikan perhatian khusus kepada daerah yang terkena dampak bencana. Maruli menyebutkan bahwa terdapat 798 jembatan di wilayah bencana yang turut diperbaiki.

Ia memastikan pembangunan jembatan di berbagai daerah yang terkena bencana, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Padang, akan tetap berlangsung. Bahkan, TNI AD menargetkan seluruh jembatan yang menjadi bagian dari program tersebut selesai diselesaikan pada tahun ini.

2. Jembatan memberikan akses ke sekolah hingga ke fasilitas kesehatan

Maruli menjelaskan bahwa pembangunan ribuan jembatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap akses masyarakat. Dari 3.008 jembatan yang dibangun, akses menuju 9.008 sekolah menjadi lebih mudah.

Berkat adanya jembatan, diharapkan anak-anak sekolah dari berbagai wilayah tidak perlu lagi melewati jalur yang berisiko atau menyeberangi sungai saat pergi ke sekolah.

"Maka anak-anak sekolah yang seperti yang Bapak harapkan, tidak perlu lagi kehujanan, tidak perlu lagi menghadapi risiko dalam mencapai sekolah," katanya.

Selain pendidikan, pembangunan jembatan juga memberikan akses ke 7.807 desa dan kelurahan. Infrastruktur ini turut memfasilitasi masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan.

Maruli mencatat sebanyak 4.502 fasilitas kesehatan yang mendapatkan akses melalui pembangunan jembatan tersebut. Akses terhadap fasilitas ekonomi juga turut meningkat, dengan 4.618 fasilitas ekonomi yang bisa diakses.

"Dan juga mampu membantu 4,5 juta orang penerima manfaat," kata Maruli.

Menurutnya, kehadiran jembatan juga mempermudah penyebaran logistik dengan menggunakan kendaraan empat roda maupun sepeda motor, khususnya bagi penduduk di daerah yang sebelumnya sulit diakses.

3. Jembatan dengan panjang 240 meter dibuat di Aceh

Maruli juga menyampaikan beberapa proyek pembangunan jembatan yang menghadapi tantangan khusus. Salah satunya adalah jembatan terpanjang yang telah dikerjakan oleh TNI AD, yaitu di Aceh Tamiang dengan panjang mencapai 240 meter.

Ia menyebutkan bahwa tantangan dalam membangun jembatan di Aceh, Sumatera, dan Padang cukup berat karena banyaknya sungai yang memiliki lebar yang signifikan. Oleh karenanya, pembangunan beberapa jembatan di wilayah tersebut memiliki panjang melebihi 100 meter.

TNI AD juga membangun sebuah jembatan sepanjang 100 meter di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Proses pembangunan jembatan ini memakan waktu enam bulan karena bahan-bahan seperti pasir dan semen harus diangkut menggunakan perahu khusus.

Kondisi tanah yang sebagian besar berupa daerah basah juga menyebabkan proses pembangunan memerlukan metode khusus agar struktur jembatan lebih kokoh.

"Dan kita juga perlu memasang tiang-tiang untuk memperkuat lokasi tersebut karena sebagian besar daerahnya adalah rawa, sehingga tanahnya lunak," jelas Maruli.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI AD sedang melakukan pembangunan jembatan sepanjang 164 meter yang sudah terputus selama lebih dari tiga tahun. Jembatan ini bertujuan untuk menyambungkan tiga kecamatan yang selama ini terisolasi.

Maruli juga menyebutkan pembangunan Jembatan Termanu di NTT. Sebelumnya, masyarakat harus melewati aliran sungai saat menggunakan akses tersebut, termasuk saat membawa jenazah.

"Kami berharap ini akan selesai pada bulan Desember, semoga bisa menjadi hadiah Natal bagi masyarakat di NTT," ujar Maruli.

TNI AD bersama masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat di Burlah Aceh TNI AD Membangun Jembatan Bailey di Aceh Untuk Memulihkan Jalur Darat

TerPopuler