bengkalispos.com- TNI AU menguji kemampuan pesawat tempur serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) lainnya dengan melalui Latihan Integrasi TNI 2026.
Beberapa pesawat seperti Dassault Rafale dan pesawat angkut berat Airbus A400M ikut serta dalam latihan yang diadakan di Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, latihan tersebut menjadi kesempatan bagi Angkatan Udara untuk menguji kesiapan operasi udara. Di sisi lain, juga memperkuat kemampuan koordinasi antarcabang dalam mendukung operasi bersama TNI.
"Untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Nyoman dalam pernyataan resmi pada Kamis (6/8).
Latihan yang dilaksanakan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 9 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, dihadiri oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta para kepala staf dari tiga matra TNI.
Dalam simulasi latihan yang dilakukan, TNI melakukan pengujian kemampuan operasi pengamanan wilayah serta objek penting nasional untuk mengecek kesiapan operasi bersama dalam menjaga kedaulatan NKRI. Sebanyak 12.987 personel dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU ditempatkan dengan bantuan berbagai jenis alat utama sistem senjata.
"Pada latihan tersebut, TNI AU menurunkan berbagai komponen udara yang mencakup pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat pengintai, helikopter, pesawat tanpa awak serta pasukan cepat untuk mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu," kata I Nyoman Suadnyana.
Dalam Latihan Terintegrasi TNI 2026, Angkatan Udara terus memperkuat kesiapan operasional udara, kemampuan koordinasi antarcabang angkatan, serta profesionalisme personel dalam mendukung operasi bersama TNI.
Melalui akun media sosialnya, Menteri Pertahanan Sjafrie menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan dan TNI mengajak Komisi I DPR untuk melihat langsung kemampuan armada tempur TNI.
"Rudal C-705, tank, senjata roket berpindah tempat, sistem pertahanan udara, serta bantuan tembakan meriam. Keseluruhan rangkaian latihan menunjukkan semakin meningkatnya integrasi kemampuan TNI AD, TNI AL dan TNI AU," kata Sjafrie.
Menurut Sjafrie, TNI perlu selalu siap, modern, profesional, serta mampu memperlihatkan kekuatannya dalam menjaga setiap inci wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menilai, TNI telah menunjukkan kesiapan yang memadai dalam menjalankan tugas menjaga, menjaga, serta melindungi kedaulatan negara.
Itu, lanjut Sjafrie, menunjukkan bahwa perbaikan sistem pertahanan negara pada tahun ini mulai menunjukkan dampak yang nyata.
Berbagai kemampuan tempur yang ditampilkan dalam latihan, seperti penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri, menunjukkan bahwa Indonesia terus memperkuat kemandirian pertahanan nasional serta meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman.
Bahan latihan tersebut menekankan pada kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi, serta efisiensi dalam pelaksanaan operasi bersama sesuai dengan skenario yang telah ditentukan.
Dalam latihan pertempuran yang berlangsung, berbagai jenis alat tempur dikerahkan, termasuk drone serangan AKM KI-50 buatan dalam negeri. Selain itu, dilakukan peluncuran rudal C-705 dari KRI Sampari-628.
Latihan yang terintegrasi ini menggabungkan teknologi dengan strategi perang pada masa kini.
Operasi dimulai dengan pertahanan udara dari TNI AU yang mengirimkan pesawat tempur terbaru Rafale dan F-16 yang dibekali bom MK-82, kemudian dilanjutkan oleh Operasi Khusus Matra Udara dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Di sisi laut, TNI AL mengirimkan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang ditembakkan dari KRI Soeharso-991 dengan target di perairan. Berikutnya dilakukan operasi pengintaian serta penyusupan pasukan khusus yang melakukan penyabotan kabel bawah air oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska).
Selain unsur udara dan laut, operasi didukung oleh pasukan Lintas Udara (Linud) TNI AD yang melakukan penerjunan tempur dari pesawat Hercules C-130.
TNI AD juga mengirimkan pesawat drone tempur serta pasukan Artileri Medan. Keseluruhan rangkaian latihan disusun untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan operasi bersama dalam menghadapi ancaman modern.