
Ringkasan Berita:
- UI menekankan bahwa partisipasi mahasiswa Fakultas Psikologi ke NTT bersama Gibran bertujuan untuk memberikan pemulihan trauma kepada para korban gempa merupakan tugas resmi.
- Pihak kampus menyampaikan bahwa sebelumnya telah ada permohonan terlebih dahulu dari pemerintah kepada UI.
- UI juga menegaskan bahwa mahasiswa yang berpartisipasi hanya melakukan pengabdian secara murni dan tidak menerima apapun sebagai imbalan.
NEWS.COM - Universitas Indonesia (UI) memberikan pernyataan mengenai partisipasi mahasiswanya dalam kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke para korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Kamis (20/8/2026).
Sebagai informasi, beberapa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia turut serta Gibran dalam perjalanan ke NTT untuk membantu proses pemulihan trauma para korban di daerah yang terkena dampak bencana.
Mengenai kegiatan tersebut, Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa UI dalam kunjungan Gibran dilakukan berdasarkan permintaan dari Istana.
Mereka yang terlibat, menurut Erwin, adalah mahasiswa semester akhir.
"Dalam konteks yang sama, Universitas Indonesia menerima permohonan dari Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia mengenai partisipasi mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi UI dalam kegiatan pendampingan psikososial bagi warga yang terdampak di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur," ujar Erwin dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Erwin menekankan bahwa seluruh kegiatan mahasiswa yang terlibat berada di bawah bimbingan dosen dan psikolog dari Fakultas Psikologi UI.
Dengan demikian, kegiatan trauma healing dilaksanakan sesuai dengan prinsip ilmiah dan kode etik yang berlaku.
"Partisipasi ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi," katanya.
Ia menyampaikan bahwa mahasiswa yang ditugaskan dipilih terlebih dahulu oleh pihak fakultas melalui prosedur penugasan akademik.
Mereka akan berkolaborasi dengan tim UI Peduli yang sudah berada di lokasi bencana sebelumnya.
Erwin juga menekankan bahwa semua kegiatan harus dilaporkan kepada pihak universitas.
"Pejabaran ini bersifat resmi dan institusi," katanya.
Mahasiswa Tak Terima Imbalan
Erwin juga menekankan bahwa mahasiswa yang ikut dalam kunjungan Gibran tidak mendapatkan imbalan apa pun.
Mahasiswa hanya mendapatkan bantuan akomodasi saat berada di lokasi tersebut.
Sehingga, ia menyampaikan seluruh aktivitas mahasiswa di lokasi yang terkena bencana merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
"Mahasiswa tidak memperoleh honor, upah, atau imbalan dalam bentuk apa pun terkait partisipasinya. Dukungan yang diberikan hanya mencakup pemenuhan biaya operasional tugas berupa transportasi, akomodasi, dan makan selama berada di lokasi, sesuai dengan kebiasaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak kampus tetap terus memberikan bimbingan kepada mahasiswa yang bertugas di NTT.
"Universitas Indonesia memastikan aspek keamanan, bimbingan akademik, serta kelanjutan studi mahasiswa tetap terjaga selama masa tugas berlangsung," ujarnya.
Gibran Mengunjungi Korban Gempa NTT
Sebelumnya, Gibran berangkat ke NTT untuk menjalankan tugas negara sekaligus mengawasi penanganan dan pemulihan pasca-bencana di lapangan.
Gibran mengajak perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi UI dalam kunjungan tersebut.
Tindakan ini merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk secara langsung mengamati kondisi masyarakat yang terkena dampak bencana dan memastikan kebutuhan mereka selama masa tanggap darurat terpenuhi.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menyesuaikan proses pemulihan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang ada di lapangan.
Selama kunjungan tersebut, Gibran memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk berpartisipasi, khususnya dalam mendukung proses pemulihan trauma bagi para korban bencana.
Menurutnya, perhatian dan semangat dari kalangan pemuda harus diberikan kesempatan agar dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang berguna bagi masyarakat yang terkena dampak.
Gibran mengatakan partisipasi mahasiswa dalam kunjungan ke NTT menunjukkan semangat kerja sama dalam menghadapi bencana.
Pemerintah, selanjutnya, tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong generasi muda untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.
Dalam rangka kunjungan kerja tersebut, Gibran beserta rombongan direncanakan mengunjungi berbagai lokasi yang terkena dampak bencana serta fasilitas pelayanan dasar masyarakat di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
(news.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Gilang)