Mengapa Prabowo Tidak Langsung Kunjungi Korban Gempa NTT? -->

Mengapa Prabowo Tidak Langsung Kunjungi Korban Gempa NTT?

27 Agu 2026, Kamis, Agustus 27, 2026
Mengapa Prabowo Tidak Langsung Kunjungi Korban Gempa NTT?

-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto akhirnya datang langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau situasi masyarakat yang terkena dampak gempa bumi.

Namun, kehadiran Prabowo baru terjadi pada Rabu (26/8/2026), sekitar 11 hari setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.

Pemilihan Prabowo untuk tidak segera hadir di lokasi bencana sejak hari pertama ternyata memiliki alasan yang spesifik.

Prabowo mengakui bahwa ia sengaja membatasi dirinya agar tidak mengganggu fokus pemerintah daerah dan instansi terkait yang sedang bekerja menangani situasi darurat di lapangan.

Menurut Prabowo, kehadiran pejabat pusat saat terjadi bencana tidak selalu perlu segera dilakukan.

"Sebenarnya saya sengaja tidak datang di awal-awal karena saya ingin memberi kesempatan kepada semua instansi untuk melayani rakyat secara langsung," kata Presiden Prabowo, dikutip dari Kompas.com.

Karena, kedatangan pejabat dalam jumlah besar berisiko menyebabkan aparat dan pemerintah daerah harus membagi perhatian mereka dalam menyambut tamu tersebut.

Sebaliknya, pemerintah pusat memutuskan untuk mengawasi perkembangan dari pusat sambil memastikan bantuan terus diberikan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Tindakan tersebut diambil agar proses penangangan bencana tetap berjalan dengan baik dan petugas di wilayah dapat mempertahankan fokus utama mereka.

Setelah situasi penanganan memasuki tahap yang lebih terorganisir, Prabowo akhirnya berangkat ke Nagekeo, NTT, pada Rabu (26/8/2026).

Di sana, Prabowo lebih dahulu memimpin pertemuan koordinasi penangangan gempa.

Rapat ini diikuti oleh beberapa pejabat pusat dan daerah guna menerima laporan langsung mengenai situasi wilayah yang terkena dampak serta tindakan pemulihan yang sedang dilakukan.

Setelah rapat, Prabowo kemudian mengunjungi tempat pengungsian di Kabupaten Nagekeo.

Ia menerima laporan mengenai kondisi para pengungsi, fasilitas MCK, ketersediaan air bersih, dapur umum serta tenda yang digunakan warga sebagai tempat beristirahat.

Prabowo juga memastikan pemerintah akan terus mengawasi keadaan penduduk serta memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena dampak.

Pemerintah, menurut Prabowo, juga telah mengambil tindakan sementara untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung kembali.

Namun, sekolah-sekolah kemungkinan masih akan memakai tenda dengan mempertimbangkan aspek keamanan selama situasi belum sepenuhnya pulih.

Di sisi lain, skala bencana gempa di NTT tergolong sangat besar.

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa gempa telah memengaruhi tujuh kabupaten di Pulau Flores, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka.

Sampai 26 Agustus 2026, BNPB melaporkan bahwa 105 orang meninggal, 1.678 orang mengalami cedera, 179.037 orang mengungsi, serta 81.436 rumah mengalami kerusakan.

Angka pengungsi yang besar juga dipengaruhi oleh kekhawatiran penduduk terhadap gempa bumi lanjutan yang masih terjadi.

Pada situasi ini, Prabowo mengajak masyarakat untuk bersabar karena proses pemulihan memerlukan waktu yang cukup.

Pemerintah akan lebih dahulu memastikan kondisi benar-benar aman sebelum memasuki tahap pembangunan perumahan sementara dan perbaikan rumah warga.

Oleh karena itu, alasan Prabowo tidak langsung pergi ke lokasi bencana bukan disebabkan oleh pemerintah pusat yang tidak menangani situasi NTT.

Justru, ia memutuskan memberi ruang kepada pemerintah daerah dan petugas di lapangan agar bekerja tanpa terganggu oleh rencana penyambutan pejabat.

Sekarang, setelah tiba langsung ke Nagekeo, Prabowo berharap memastikan seluruh bantuan dan penanganan yang telah dilakukan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang memerlukan.

(*/ -medan.com)

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita terkini lainnya di Medan

TerPopuler