Menjelang Muktamar ke-35, Tokoh NU Minta PBNU Jauh dari Penguasa dan Hindari Politik Praktis -->

Menjelang Muktamar ke-35, Tokoh NU Minta PBNU Jauh dari Penguasa dan Hindari Politik Praktis

13 Agu 2026, Kamis, Agustus 13, 2026
Menjelang Muktamar ke-35, Tokoh NU Minta PBNU Jauh dari Penguasa dan Hindari Politik Praktis

Muktamar NU yang ke-35 secara resmi akan dihelat pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Penentuan tempat pelaksanaan tersebut ditetapkan dalam rapat bersama antara Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU pada 7 Juli 2026.

Wakil Ketua Syuriah PWNU DKI Jakarta Taufik Damas menganggap bahwa kepemimpinan PBNU perlu mampu menjaga jarak yang seimbang terhadap kekuasaan. Menurutnya, hal ini penting agar NU tetap bisa melaksanakan peran advokasi bagi masyarakat bawah, termasuk petani, nelayan, dan pedagang kecil.

"NU tidak boleh menjadi wakil presiden. Hubungan dengan penguasa perlu dibatasi. NU tetap harus terlibat dalam politik, namun dalam kerangka high politics yaitu politik yang berlandaskan moralitas dan etika kebangsaan, bukan mencari jabatan di pemerintahan," kata Taufik, dilaporkan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Taufik juga menyoroti potensi besar dari komunitas Nahdliyin. Berdasarkan survei Alvara Research Center akhir 2025 yang tercantum dalam bahan informasi, jumlah anggota Nahdliyin diperkirakan mencapai 140 juta jiwa, sehingga kekuatan ini, menurutnya, tidak seharusnya dimanfaatkan sebagai alat tawar untuk memperoleh jabatan politik.

Baca selengkapnya

TerPopuler