Menteri PM Mengapresiasi Kinerja PNM di Gresik -->

Menteri PM Mengapresiasi Kinerja PNM di Gresik

9 Agu 2026, Minggu, Agustus 09, 2026
Menteri PM Mengapresiasi Kinerja PNM di Gresik

SORONG.COM - Pemberdayaan masyarakat tidak selalu dimulai dengan hal yang besar. Di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, perubahan justru berkembang melalui usaha kecil yang dilakukan oleh para perempuan di rumah, mulai dari lapak kecil hingga produk olahan dari hasil laut.

Hal ini terlihat ketika Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar berkunjung ke Desa Watuagung, wilayah Pulau Mengare, Gresik.

Di tengah masyarakat yang kehidupannya sangat terkait dengan potensi perikanan, tambak, dan hasil laut, Menteri Koordinator PM secara langsung melihat bagaimana akses pembiayaan dan pemberdayaan PNM membantu usaha ultra mikro dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

Wilayah Mengare memiliki potensi ekonomi yang besar. Masyarakat setempat selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan, budidaya laut, perdagangan hasil laut, serta berbagai produk olahan. Di Desa Watuagung terdapat tiga ribu penduduk dengan 1.492 perempuan sesuai data BPS 2025, dan 60 persen di antaranya merupakan nasabah PNM Mekaar. Jumlah nasabah yang besar menunjukkan bahwa potensi ekonomi masyarakat ultra mikro di kawasan pesisir ini sangat besar dan layak untuk terus dikembangkan.

Untuk PNM, pembiayaan merupakan langkah awal. Namun, pemberdayaan menjadi aspek penting agar usaha nasabah tidak berhenti pada kemampuan memperoleh modal, tetapi terus berkembang dan memiliki nilai tambah.

Salah satu contohnya adalah Lisminah, seorang perempuan yang menjaga usaha pembuatan terasi secara turun-temurun. Berkat dukungan PNM Mekaar, usahanya berkembang baik dalam kapasitas produksi, kualitas produk, maupun pemasaran. Usaha yang dulu hanya menjadi aktivitas ekonomi keluarga kini berubah menjadi sumber penghasilan utama serta menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Cerita tersebut menggambarkan bahwa kenaikan kelas bagi nasabah PNM Mekaar tidak hanya berkaitan dengan peningkatan plafon pembiayaan. Namun juga mampu meningkatkan produksi, memperluas jangkauan pasar, memperbaiki kualitas produk, memiliki legalitas, membangun merek, serta pada akhirnya menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Oleh karena itu, PNM mengedepankan pendekatan pemberdayaan melalui pengelompokan usaha. Di Mengare, potensi hasil laut masyarakat tidak hanya ditujukan untuk dijual sebagai bahan baku, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah. Bimbingan mencakup tahapan produksi, sertifikasi halal, legalitas bisnis, pemasaran, hingga kemasan. Pendekatan ini memberikan kesempatan agar produk lokal mampu bersaing dan memiliki pasar yang lebih luas.

Dukungan terhadap pendekatan sistem pembiayaan dan pemberdayaan tersebut juga mendapatkan perhatian dari Menteri Koordinator PM. Saat berkunjung, Muhaimin menyatakan bahwa penguatan masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan akses pembiayaan, tetapi harus diikuti dengan pendampingan yang mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat serta nilai ekonominya.

"Sangat efisien dalam membantu perekonomian keluarga, dan saya mendengar kabar yang menyenangkan bahwa AO-nya juga menjadi tulang punggung keluarga di sini yang sangat aktif," kata Muhaimin.

Pendekatan ini semakin penting bagi masyarakat pesisir seperti Mengare. Karena, potensi ekonomi sebenarnya sudah ada di sekitar masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana mengelola potensi tersebut menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar.

Pemberdayaan PNM tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi orang tua. Melalui program Ruang Pintar, PNM menyediakan ruang belajar dan pengembangan kemampuan bagi keluarga serta anak-anak nasabah PNM Mekaar yang kurang memiliki akses terhadap pendidikan tambahan. Mereka menerima bimbingan belajar secara gratis dengan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan motivasi belajar dan mengoptimalkan potensi mereka.

Keberadaan Ruang Pintar menunjukkan bahwa pemberdayaan memiliki aspek yang lebih luas. Ketika seorang ibu diberi kekuatan melalui usaha, dampaknya tidak hanya terbatas pada penghasilan keluarga saat ini. Terdapat kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, serta menciptakan dasar agar generasi berikutnya memiliki peluang yang lebih besar.

Ini adalah wajah pemberdayaan yang terlihat di Mengare. Pendanaan memberi kesempatan untuk memulai dan berkembang dalam berwirausaha. Bimbingan membantu nasabah meningkatkan kemampuan serta kualitas usaha mereka. Klasterisasi membuka peluang untuk meningkatkan nilai produk lokal. Sementara Ruang Pintar memperluas manfaat pemberdayaan hingga ke bidang pendidikan anak-anak nasabah.

Kepala Eksekutif PNM Kindaris yakin bahwa ukuran keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari jumlah dana yang disalurkan, tetapi seberapa besar dana tersebut mampu menghasilkan perubahan dalam kehidupan masyarakat.

"Perubahan muncul dalam bentuk yang sederhana namun nyata, usaha yang berkembang, pendapatan keluarga yang meningkat, kesempatan kerja yang tersedia, serta anak-anak yang memperoleh peluang pendidikan yang lebih baik," kata Kindaris.

Di tengah potensi yang besar dari Pulau Mengare, kisah ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat memperoleh akses dan pendampingan yang sesuai, usaha ultra mikro bisa menjadi lebih dari sekadar sumber penghasilan. Ia dapat menjadi awal bagi keluarga untuk berkembang, bagi masyarakat untuk mandiri, dan bagi potensi desa untuk berubah menjadi kekuatan ekonomi.

TerPopuler