Minat Studi ke Taiwan Meningkat, ICATI Ajak Pelajar Melalui Pameran Pendidikan -->

Minat Studi ke Taiwan Meningkat, ICATI Ajak Pelajar Melalui Pameran Pendidikan

5 Agu 2026, Rabu, Agustus 05, 2026
Minat Studi ke Taiwan Meningkat, ICATI Ajak Pelajar Melalui Pameran Pendidikan

JATENG.COM, SEMARANG - Antusiasme para siswa terlihat dalam penyelenggaraan Taiwan Higher Education Fair Indonesia yang diselenggarakan oleh Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) di The Suri Ballroom Queen City Mall Semarang, Selasa (4/8).

Ketua ICATI Jateng, Fandi Chandra menyampaikan bahwa tahun ini terdapat 49 universitas terkenal dari Taiwan yang hadir untuk memberikan informasi kepada calon mahasiswa.

Hal tersebut memungkinkan siswa untuk mendapatkan penjelasan langsung mengenai program pendidikan, fasilitas kampus, hingga peluang karier setelah lulus.

Ia juga optimis antusiasme pelajar Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah, untuk melanjutkan pendidikan ke Taiwan akan terus meningkat.

"Selain kualitas pendidikan yang diakui secara global, biaya kuliah serta pengeluaran hidup di Taiwan tergolong murah, sehingga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa Indonesia untuk mewujudkan impian belajar di luar negeri," ujarnya, Rabu (5/8).

Menurutnya, bidang teknologi, rekayasa, bisnis, serta kecerdasan buatan menjadi beberapa jurusan yang paling diminati.

Pilihan tersebut selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang kini semakin mengandalkan penguasaan teknologi digital dan inovasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Ketua Umum ICATI, Hengky Lau mengatakan, hubungan pendidikan antara Indonesia dan Taiwan terus berkembang secara positif.

Saat ini, terdapat lebih dari 24.000 pelajar asal Indonesia yang sedang menempuh studi di Taiwan, mulai dari jenjang sekolah menengah hingga program doktoral.

Ia juga menyangkal anggapan bahwa bahasa merupakan penghalang utama. "Banyak universitas di Taiwan kini menyediakan program internasional yang menggunakan bahasa Inggris, khususnya untuk tingkat magister dan doktoral," katanya.

"Sementara untuk mahasiswa sarjana, pembelajaran bahasa Mandarin justru menjadi keuntungan yang memperkaya kemampuan mereka dalam bersaing di tingkat internasional," tambahnya.

Henky mengatakan, Taiwan dianggap semakin ramah terhadap mahasiswa Indonesia, termasuk bagi mahasiswa yang beragama Islam.

Fasilitas masjid, kemudahan mendapatkan makanan halal, serta kehadiran ratusan ribu warga Indonesia di Taiwan dapat mempercepat mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan dan budaya setempat.

Yang menarik, pemerintah Taiwan memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk mengikuti program magang serta bekerja paruh waktu maksimal 20 jam per minggu.

Kebijakan tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja profesional sambil meningkatkan kemampuan finansial mereka tanpa mengganggu jalannya studi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Setda Jateng, Edy Iswanto menganggap, ajang ini menjadi jembatan yang menyatukan generasi muda dengan berbagai kesempatan pendidikan, beasiswa, serta pengalaman internasional yang akan memperkuat kompetensi mereka di masa depan.

"Kehadiran ratusan universitas dari Taiwan menyediakan pilihan pendidikan berkualitas sambil memperluas wawasan para siswa," katanya.(F Ariel Setiaputra)

TerPopuler