PCNU Tangsel dilantik, ini tujuh arah khidmat 2026-2031 -->

PCNU Tangsel dilantik, ini tujuh arah khidmat 2026-2031

9 Agu 2026, Minggu, Agustus 09, 2026
Ringkasan Berita:
  • PCNU Kota Tangerang Selatan masa jabatan 2026-2031 secara resmi dilantik.
  • KH Himam Muzahir diangkat sebagai Rais Syuriah dan KH Abdullah Mas'ud menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah.
  • PCNU mengusung tujuh prioritas utama yaitu penguatan struktur organisasi, pemberdayaan komunitas, kemandirian ekonomi, perubahan pendidikan dan sumber daya manusia, transformasi digital, penguatan pesantren-dakwah-Aswaja, serta menjadikan NU sebagai rumah besar bagi bangsa.
  • Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengungkapkan kesiapan untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai sektor.

NEWS.COM, TANGSEL - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) masa bakti 2026-2031 secara resmi dilantik pada hari Sabtu (8/8/2026) di Graha Aswaja II, Kota Tangsel, Banten.

Pengangkatan dan pembacaan sumpah dilakukan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Susunan PCNU Tangerang Selatan Masa 2026-2031 diketuai oleh KH Himam Muzahir sebagai Rais Syuriah dan KH Abdullah Mas’ud sebagai Ketua Tanfidziyah.

"Kami berkeinginan untuk menyatukan tekad dan komitmen dalam melayani di PCNU Kota Tangerang Selatan," kata Gus Mas'ud dalam pidato pertamanya setelah dilantik.

Menurutnya, memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama (NU), para anggota NU tidak boleh berhenti hanya sebagai penerima perubahan.

NU perlu mampu menjadi penggerak perubahan. "Kita tidak cukup hanya menjadi pengguna. Kita harus menjadi pencipta, inovator, dan penyelesaikan masalah," katanya.

Oleh karena itu, PCNU Tangsel telah menetapkan arah perayaan 2026-2031 yang berfokus pada tiga agenda utama, yaitu memperkuat jamiyah, memberdayakan jamaah, dan membangun peradaban bangsa.

Pertama, penguatan jamiyah. NU yang besar memerlukan struktur organisasi yang tangguh.

Oleh karena itu, pengorganisasian menjadi prioritas utama. MWCNU perlu menjadi kuat dan Ranting harus tetap bersemangat. Lembaga serta badan otonom juga harus mampu berproduksi. Pemasyarakatan kader harus berjalan lancar. Administrasi harus teratur.

Data jamaah perlu terintegrasi dan keputusan organisasi harus semakin didasarkan pada data serta pengetahuan.

"Kami berharap dapat mengembangkan PCNU Tangsel menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, dan bertanggung jawab, tetapi tetap memiliki akar yang kuat pada tradisi pesantren serta nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Modernitas tidak boleh membuat NU kehilangan jiwanya," katanya.

Kedua, pemberdayaan para jamaah. Kekuatan organisasi pada akhirnya harus dirasakan langsung oleh jamaah. Oleh karena itu, ukuran keberhasilan PCNU tidak diukur dari jumlah rapat yang kita adakan.

Bukan seberapa banyak spanduk atau kegiatan upacara.

"Ukuran keberhasilan kita adalah. Apakah kehadiran NU membuat kehidupan jamaah menjadi lebih baik? Apakah anak-anak anggota NU mendapatkan pendidikan yang lebih baik? Apakah guru-guru kita semakin nyaman? Apakah UMKM anggota NU berkembang?" katanya.

Ketiga, menciptakan kemandirian ekonomi. Menurut Gus Mas'ud, sebuah organisasi yang besar perlu memiliki kemampuan untuk mandiri.

"Oleh karena itu, lima tahun mendatang kita perlu serius dalam membangun ekosistem ekonomi NU Tangerang Selatan. Kita perlu menghubungkan para pengusaha NU, profesional, UMKM, pesantren, koperasi, lembaga keuangan syariah, filantropi, wakaf produktif, serta potensi ekonomi jamaah," katanya.

 

Arah khidmat selanjutnya adalah revolusi pendidikan dan SDM. Sebab, abad kedua NU akan ditentukan oleh kualitas manusianya.

Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi bidang utama dalam pelayanan. "Kami ingin anak-anak NU tidak hanya menjadi penonton perubahan.

Mereka perlu berada di universitas-universitas terkemuka," katanya.

Berikutnya adalah perubahan digital. Sebab, saat ini digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Oleh karena itu, PCNU Tangsel perlu bergerak menuju Digital NU.

"Kami ingin memiliki basis data jamaah. Digitalisasi administrasi. Pusat Pengetahuan. Arsip Digital. Dashboard organisasi dan Peta potensi jamaah," katanya.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Selanjutnya, memperkuat pondok pesantren, dakwah, dan Aswaja. Dalam seluruh agenda transformasi ini, ada hal yang tidak boleh berubah, yaitu identitas NU. 2. Berikutnya, memperkuat pesantren, dakwah, serta Aswaja. Di tengah berbagai agenda transformasi, terdapat sesuatu yang tetap harus dipertahankan, yakni jati diri NU. 3. Selanjutnya, fokus pada penguatan pesantren, dakwah, dan Aswaja. Dalam proses transformasi ini, satu hal yang tidak boleh berubah adalah identitas NU. 4. Setelah itu, memperkuat lembaga pesantren, kegiatan dakwah, dan Aswaja. Di tengah semua rencana transformasi, hal yang tidak boleh berubah ialah jati diri NU. 5. Berikutnya, meningkatkan kualitas pesantren, dakwah, dan Aswaja. Dalam rangka transformasi tersebut, ada sesuatu yang tetap harus dipertahankan, yaitu jati diri NU.

"Pesantren harus tetap menjadi pusat peradaban NU. Majelis taklim perlu terus berjalan. Lailatul Ijtima' harus kuat. Tradisi keagamaan harus dilestarikan. Sanad ilmu harus dijaga. Ajaran Aswaja An-Nahdliyah harus terus disampaikan kepada generasi muda," ujarnya.

Ketujuh, NU sebagai wadah besar dalam kebangsaan.

NU tidak pernah memisahkan agama Islam dengan Indonesia. Menurut Mas’ud, mencintai agama dan mencintai tanah air merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Oleh karena itu, PCNU Tangsel akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, universitas, dunia usaha, komunitas, organisasi masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat.

Di sisi lain, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan bahwa NU sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan terbesar telah memberikan kontribusi tidak hanya sebagai penjaga islam yang menjadi rahmat bagi seluruh dunia tetapi juga menjaga semangat kebangsaan dan harmoni, nilai-nilai yang penting dalam membangun masyarakat khususnya di Kota Tangsel.

"Pemerintah kota yakin bahwa pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga meliputi karakter masyarakat, sumber daya manusia, dan spiritualitas masyarakat," katanya.

Karena itu, Pemkot Tangsel siap membangun kemitraan strategis dengan PCNU di berbagai bidang.

“Kami berharap adanya keterlibatan yang kuat dalam berbagai program pembangunan pendidikan, kesehatan, pembinaan generasi muda, dan kemasyarakatan,” katanya.

TerPopuler